Angelica archangelica adalah tanaman biennal atau yang berbunga dan menyelesaikan siklus hidupnya dalam dua tahun (dua musim). Pada tahun pertama, daun akan tumbuh subur dan dilanjutkan pertumbuhan bunga di tahun ke dua. Tanaman dapat mati setelah bijinya matang. untuk memperbanyak tanaman ini, dapat dilakukan dengan menanam biji yang telah matang atau memotong akar sebelum tanamannya mati.[1]
Tanaman Angelica archangelica termasuk ke dalam keluarga Angelica (suku adas-adasan), yang dapat tumbuh tinggi hingga 2 meter. Tanaman ini termasuk ke dalam jenis tanaman obat yang dapat dimanfaatkan dari bagian akar, biji, daun dan buahnya.[2]
Angelica archangelica tersebar di wilayah beriklim sedang, seperti Greenland, Eropa, Siberia Barat.[3] Tanaman ini menyukai daerah aliran air dengan kondisi tanah yang selalu lembap, penyiraman harus rajin dilakukan untuk menghindarkan dari kekeringan. Angelica archangelica dapat tumbuh subur di tempat teduh maupun tempat yang terkena cahaya matahari langsung.
Sejarah
Pada abad ke-14 Archangel Michael membisikkan rahasianya kepada seorang biarawan bahwa ia memiliki kekuatan untuk mengusir wabah. Peristiwa ini dianggap menjadi permulaan penamaan tanaman Angelica archangelica, yang memiliki keajaiban untuk kesehatan. [4]
Manfaat
Pada pengobatan ayurveda, Angelica archangelica disebut juga sebagai Granthiparna atau Ksemaka. Secara tradisional, tanaman ini memiliki berbagai manfaat seperti meningkatkan kesehatan pencernaan, melemaskan otot polos, mengurangi kram dan mengurangi kembung pada pasien sindrom iritasi usus besar (IBS atau Irritable Bowel Syndrome).[5]