Sinopsis
Mengisahkan tentang kehidupan di sebuah kampung di pinggiran Jakarta. Mardani, seorang pria yang hampir setiap hari berulah membuat resah warga. Setiap ia berbuat salah, ia selalu berjanji tidak akan mengulangi lagi kesalahannya. Namun, janjinya itu hanya di bibir saja. Keesokan harinya ia tetap melakukannya lagi.
Suatu hari, H. Mansyur yang sudah berusia cukup lanjut mengajak pengurus masjid melihat sebidang tanah yang akan ia wakafkan untuk pembangunan madrasah. H. Mansyur ingin wakafnya ini menjadi tabungan pahala jika dirinya sudah wafat nanti. Mardani, selaku anak paling tua H. Mansyur dan Selbi, adiknya datang marah dengan niat ayahnya untuk mewakafkan tanahnya tanpa memberi tahu mereka dulu. Mardani menuduh Mawi, seorang pengurus masjid yang memengaruhi H. Mansyur untuk mewakafkan tanahnya.