Alphonse JourdainSekeping denier yang dicetak di Narbonne pada masa kecil Ermengarde (1134–43) yang mengandung teks DUX ANFOS dan dibaliknya CIVI NARBON
Ayahanda Alphonse meninggal ketika ia berusia dua tahun dan ia tinggal di bawah perwalian sepupunya, Guillaume Jourdain, Kadipaten Cerdanya, sampai ia berusia lima tahun. Ia kemudian dibawa ke Eropa, di mana saudara tirinya Bertrand memberinya kadipaten Rouergue. Setelah kematian Bertrand pada tahun 1112, Alphonse menjadi ahli waris Toulouse dan markis Provence. Pada tahun 1114, Adipati Guillaume IX dari Aquitaine, yang menuntut Toulouse atas hak istrinya Philippa, putri Comte Guillaume IV, menyerang kadipaten tersebut dan menguasainya. Alphonse mendapat sebagian pada tahun 1119, tetapi ia tidak mendapatkan kekuasaan penuh sampai dengan tahun 1123. Ketika akhirnya berhasil, ia diEkskomunikasikan oleh Paus Kallistus II karena telah mengusir para biarawan Saint-Gilles, yang telah membantu musuh-musuhnya.
Alphonse kemudian harus memperjuangkan hak-haknya di Provence melawan Comte Ramón Berenguer III. Tidak sampai September 1125 pertempuran mereka berakhir dengan "rukun dan damai" (pax et concordia).[1] Pada tahap ini, Alphonse menjadi penguasa wilayah-wilayah di antara Pirenia dan Alpen, Auvergne dan laut. Pemerintahannya menurut salah satu komentator berlangsung dengan baik karena selama periode empat belas tahun seni dan industri berkembang.[2] Pada bulan Maret 1126, Alphonse berada di istana Alfonso VII dari León ketika ia naik ke atas takhta. Menurut Chronica Adefonsi imperatoris, Alphonse dan Suero Vermúdez merampas kota León dari oposisi taipan dan menyerahkannya kepada Alfonso VII.[3] Di antaramereka yang menyertai Alfonso ketika ia memperpanjang masa tinggalnya di Spanyol adalah penyanyi jalanan Marcabru.[4]
Alphonse akhirnya tiba di Akko pada tahun 1148. Di antarateman-temannya ia membuat musuh dan ditakdirkan untuk tidak ambil bagian di dalam perang salib di mana ia bergabung. Ia meninggal di Kaisarea dan kematiannya diduga diracuni oleh Leonor dari Aquitaine, istri Louis, atau Melisende, ibunda Raja Baudouin III dari Yerusalem. Dengan istrinya sejak tahun 1125, Faydiva d'Uzès, ia meninggalkan dua orang anak: Raymond, yang menjadi ahli warisnya, dan Alphonse. Putrinya Faydiva (meninggal 1154) menikah dengan Comte Umberto III dari Savoia. Ia meninggalkan dua orang putri lainnya: yang sah Agnes (meninggal 1187) dan anak haram Laurentia, yang menikah dengan Comte Bernard III dari Comminges.
Catatan
↑Adam Kosto, Making Agreements in Medieval Catalonia: Power, Order, and the Written Word, 1000–1200 (Cambridge, 2001), 256–58.
↑ Artikel ini menyertakan teks dari suatu terbitan yang sekarang berada pada ranah publik: Chisholm, Hugh, ed. (1911). "perlu nama artikel ". Encyclopædia Britannica (Edisi 11). Cambridge University Press.{{cite encyclopedia}}: |ref=harv tidak valid; Kutipan memiliki paramater tidak diketahui s: |HIDE_PARAMETER15=, |HIDE_PARAMETER13=, |HIDE_PARAMETER14c=, |HIDE_PARAMETER14ab=, |HIDE_PARAMETER3=, |HIDE_PARAMETER1=, |HIDE_PARAMETER4=, |HIDE_PARAMETER2=, |HIDE_PARAMETER8=, |HIDE_PARAMETER14bb=, |HIDE_PARAMETER20=, |HIDE_PARAMETER5=, |separator=, |HIDE_PARAMETER14b=, |HIDE_PARAMETER14cb=, |HIDE_PARAMETER14a=, |HIDE_PARAMETER10=, |HIDE_PARAMETER9=, |HIDE_PARAMETER6=, |HIDE_PARAMETER7=, |HIDE_PARAMETER11=, and |HIDE_PARAMETER12=
↑Simon Barton, The Aristocracy in Twelfth-century León and Castile (Cambridge, 1997), 126–28. According to the Chronica, "count Alfonso of Toulouse ... was in all things obedient to him [Alfonso VII]" (comes Adefonsus Tolosanus ... in omnibus essent obedientes ei).