Ali bin Tahir as-Sulami (1039–1106 M) adalah seorang pakar filologi dan pendakwah mengenai jihad yang hidup di Damaskus dalam masa Perang Salib Pertama. Ia merupakan salah seorang murid dari Al-Ghazali. Salah satu karyanya yang berjudul Kitab Al-Jihad merupakan kitab yang membahas strategi jihad umat Islam dalam menghadapi Pasukan Salib yang sukses diterapkan melalui penaklukan County Edessa oleh Imamuddin Zanki pada tahun 1144 M.
Pendidikan dan pekerjaan
Ali bin Tahir as-Sulami dilahirkan pada tahun 1039 M.[1] Pada periode awal dimulainya Perang Salib Pertama, Ali bin Tahir as-Sulami belajar dan menjadi murid dari Al-Ghazzali. Ia belajar di Masjid Umayyah Damaskus. Pelajaran utama yang diperolehnya dari Al-Ghazali ialah tentang jihad.[2] Ali bin Tahir as-Sulami bekerja sebagai pengajar di Masjid Umayyah Damaskus.[3] Ia mengajar tentang filologi dalam bahasa Arab.[4]
Karya tulis
Kitab Al-Jihad
Kitab Al-Jihad ditulis oleh Ali as-Sulami setelah kekalahan umat Islam melawan Pasukan Salib dalam Perang Salib Pertama. Ia menulisnya dengan keyakinan bahwa kekalahan umat Islam diakibatkan oleh kondisi umat yang berlebihan dalam cinta dunia dan kehilangan niat untuk mengadakan jihad. Dalam Kitab Al-Jihad menjelaskan tentang kelemahan umat Islam dalam dua aspek yaitu aspek politik dan aspek agama.[1] Selain itu, di dalam Kitab al-Jihad, Ali as-Sulami juga menjelaskan tentang dua tahap dalam strategi untuk jihad. Strategi pertama ialah perbaik moral spiritual umat Islam. Ia menetapkan strategi ini karena meyakini bahwa kekalahan umat Islam melawan Pasukan Salib merupakan hukuman yang diberikan oleh Allah karena umat Islam meninggalkan kewajiban untuk berjihad. Sedangkan strategi kedua di dalam buku ini ialah mengumpulkan segala potensi yang dimiliki oleh umat Islam agar dapat berjihad melawan Pasukan Salib.[5]
Ali as-Sulami di dalam Kitab Al-Jihad menjelaskan mengenai dua jenis jihad, yaitu jihad dari dalam dan jihad dari luar. Jihad dari dalam berarti jihad memerangi hawa nafsu. Sedangkan jihad dari luar berarti memerangi musuh. Melalui kedua jihad ini, Ali as-Sulami menjelaskan tentang perbedaan antara umat Islam dengan kaum kafir.[2]
Kematian
Ali bin Tahir as-Sulami meninggal pada tahun 500 H atau 1106 M.[4] Usaha Ali bn Tahir as-Sulami dalam meningkatkan strategi jihad umat Islam tidak mencapai hasil apapun selama masa hidupnya. Dakwah Ali bin Tahir as-Sulami baru sukses ketika Imamuddin Zanki yang berjuang dalam jihad dan menguasai County Edessa pada tahun 1144 M.[2]
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.