Risiko kecil di awal 20 hari setelah pemasangan.[3] Jarang, perforasi uterus.
Alat kontrasepsi tembaga dalam rahim merupakan alat kontrasepsi yang memiliki tembaga yang dapat memberikan efek jangka panjang dalam mengkontrol kehamilan. Alat kontrasepsi ini tergolong sebagai non-hormonal kontrasepsi. Alat ini berbentuk (T) yang di masukan langsung ke uterus. Tembaga yang melilit alat kontrasepsi memberikan efek meradang yang beracun untuk sperma dan telur akhirnya akan mencegah kehamilan. Alat ini dapat mencegah kehamilan hingga 10 tahun.[4]
Efek samping
Pendarahan yang banyak akan terjadi saat menstruasi. Pendarahan biasanya disertai dengan dismenorea atau nyeri perut bagian bawah pingang, pungung bagian bawah hingga paha. Wanita yang menggunakan AKDR Tembaga juga dapat mengalami siklus menstrual yang tidak teratur atau pendarahan diluar siklus menstruasi.[5] Alat ini tidak sepenuhnya mencegah infeksi menular seksual.[4]
Risiko pengunaan
Perforasi
Alat terdorong masuk kedalam dinding uterus. Hal ini dapat merusak organ internal dan biasanya diperlukan oprasi pengambilan alat dari tubuh pasien.[6]
Expulsion
Alat keluar dari uterus baik itu setengah atau sepenuhnya keluar dan dapat menyebabkan kehamilan[6]
Kehamilan
Kesempatan untuk hamil sangat kecil namun, jika terjadi akan menyebabkan permasalahan serius seperti kehamilan ektopik, infeksi, keguguran dan kelahiran yang cepat.[6]
Infeksi
Efek samping dapat terjadi seperti radang panggul, biasanya hal ini bisa terjadi dalam kurun waktu tiga minggu setelah alat dimasukan.[6]
12Trussell, James (2011). "Contraceptive efficacy"(PDF). Dalam Hatcher, Robert A.; Trussell, James; Nelson, Anita L.; Cates, Willard Jr.; Kowal, Deborah; Policar, Michael S. (ed.). Contraceptive technology (Edisi 20th revised). New York: Ardent Media. hlm.779–863. ISBN978-1-59708-004-0. ISSN0091-9721. OCLC781956734. Diarsipkan(PDF) dari versi aslinya tanggal 2017-02-15.