Al-Mansur Salahuddin Muhammad bin Hajji bin Muhammad bin Qalawun (1347/1348–1398), lebih dikenal sebagai al-Mansur Muhammad, adalah sultan Mamluk yang memerintah pada tahun 1361–1363. Ia hanya memegang jabatan secara simbolis, karena kekuasaan sebenarnya berada di tangan para bangsawan Mamluk, terutama Yalbugha al-Umari yang bertindak sebagai wali sekaligus penguasa sejati. Yalbugha-lah yang memerintahkan pembunuhan pendahulu sekaligus paman al-Mansur Muhammad, yaitu an-Nasir Hasan, lalu menobatkan al-Mansur Muhammad sebagai penggantinya.
Biografi
Al-Mansur Muhammad adalah putra Sultan al-Muzaffar Hajji.[1] Setelah pamannya, Sultan al-Nasir Hasan, dibunuh oleh Emir Yalbugha al-Umari pada tahun 1361, Yalbugha bersama para emir senior lainnya memilih al-Mansur Muhammad,[2] yang saat itu masih remaja, sebagai penggantinya.[3] Para pengangkatnya terdiri dari delapan emir, dengan Yalbugha dan Taybugha al-Tawil sebagai tokoh utama.
Penobatan al-Mansur Muhammad, yang merupakan cucu Sultan al-Nasir Muhammad, menandai berakhirnya tradisi penobatan putra-putra al-Nasir Muhammad sebagai sultan. Mereka memilih al-Mansur Muhammad daripada al-Amjad Husayn, putra terakhir al-Nasir Muhammad yang masih hidup, karena menganggap al-Mansur Muhammad lebih mudah dikendalikan. Dalam pemerintahan baru ini, Yalbugha menjadi tokoh paling berkuasa di antara para emir senior, meskipun ia sering berbagi kendali dengan Taybugha.[2]
Pada awal tahun 1363, Yalbugha dan Taybugha menurunkan al-Mansur Muhammad dari takhta dengan tuduhan perilaku tidak pantas. Mereka kemudian mengangkat sepupunya, al-Ashraf Sha'ban, putra sepuluh tahun dari al-Amjad Husayn, sebagai sultan baru karena dianggap lebih mudah dikendalikan.[3]
Al-Mansur Muhammad meninggal pada tahun 1398 dan dimakamkan di pemakaman nenek dari pihak ayahnya (istri al-Muzaffar Hajji) di Pulau Roda. Ia meninggalkan sepuluh orang anak.[4]
Steenbergen, Jo Van (September 2011). "The Amir Yalbughā al-Khāṣṣakī, the Qalāwūnid Sultanate, and the Cultural Matrix of Mamlūk Society: A Reassessment of Mamlūk Politics in the 1360s". Journal of the American Oriental Society. 131 (3). American Oriental Society: 423–443. JSTOR41380710.