Agnes BlockLukisan Agneta Block dan Kebunnya Flora Batava di Vijverhof, oleh Jan WeenixAgneta Block sebagai Flora Batava pada Medali Peringatan oleh Jan Boskam, 1700
Agnes Block atau Agneta Block (29 Oktober 1629, Emmerich am Rhein – 20 April 1704, Amsterdam), adalah seorang kolektor seni dan hortikulturis asal Belanda. Ia dikenal sebagai penyusun album lukisan bunga dan serangga serta sebagai salah satu orang Eropa pertama yang berhasil membudidayakan dan menghasilkan buah nanas di luar habitat aslinya.[1]
Biografi
Agneta Block adalah putri dari seorang pedagang tekstil. Pada tahun 1649, ia menikah dengan Hans de Wolff (1613–1670), seorang pedagang sutra di Amsterdam. Setelah suaminya meninggal, ia menikah kembali pada tahun 1674 dengan Sijbrand de Flines (1623–1697) di Amsterdam. Ia tinggal di Herengracht, dekat dengan penyair Joost van den Vondel, yang sering berkunjung ke rumahnya.[2] Vondel menikah dengan Mayken de Wolff, yang merupakan saudara dari ayah mertua pertama Agneta. Karena frekuensi pertemuan yang intens Vondel diperkirakan memiliki pengaruh signifikan dalam kehidupan Agneta Block.[3]
Vijverhof
Dekorasi berbentuk untaian bunga dengan medali potret Agneta Block di bagian atas dibuat berdasarkan koin yang dicetak oleh J. Roscam. Pada bagian bawahnya terdapat lambang keluarga Block, mengapit teks:"Nette Afbeelding / Van / Uytheemsche Plant / En / Bloem - Gewassen / Gequeckt door / Agneta Block / Op / Vyver-Hoffe"yang dapat diterjemahkan sebagai "Gambaran Rapi / Tentang / Tanaman Asing / Dan / Bunga - Tanaman / Ditanam oleh / Agneta Block / Di / Vijverhof."
Di bagian bawah dekorasi ini, terdapat inskripsi dengan nama individu yang terlibat dalam penciptaannya:"Pieter de Wolff Schript / Albert van Spiers. invt / J: Helena Herolt"yang menunjukkan peran Pieter de Wolff sebagai penulis teks, Albert van Spiers sebagai perancang (inventor), dan Johanna Helena Herolt—putri Maria Sibylla Merian—sebagai seniman yang terlibat dalam ilustrasi atau ornamen dekoratifnya.Vijverhof, saat ini merupakan lokasi Netherlands Institute for Ecology.
Setelah kematian suami pertamanya, Agneta Block membeli sebuah tanah pertanian di tepi Sungai Vecht di Loenen, untuk koleksi benda-benda langka dan mengembangkan kebun dengan tanaman eksotis.[4] Block terdaftar sebagai seniman di Institut Sejarah Seni Belanda sebagai seniman seni gunting kertas (papercut artist) dan pelukis, meskipun tidak ada karya yang diketahui masih bertahan.[5]
Pada tahun 1687, Agneta Block berhasil menumbuhkan tanaman nanas pertama di Eropa di rumah kaca miliknya di Vijverhof. Keberhasilan ini menandai pencapaian penting dalam dunia hortikultura, mengingat nanas merupakan tanaman tropis yang sulit dibudidayakan di luar habitat aslinya. Block menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan nanas, yang pada masa itu dianggap sebagai simbol kemewahan. Keberhasilan ini menunjukkan kemajuan dalam budidaya tanaman eksotis di Belanda pada abad ke-17.[4][6]
Alida Withoos dan saudaranya, Pieter Withoos, adalah beberapa seniman dari Hoorn yang melukis tanaman saat tinggal di Vijverhof. Anak tiri Agneta Block memiliki rumah musim panas di Purmerend, dekat Hoorn, yang juga menjadi tempat tinggal bagi beberapa seniman lain seperti Johannes Bronkhorst, Herman Henstenburgh, dan Otto Marseus van Schrieck.[3]
Selain seniman dari Hoorn, beberapa pelukis dari kota lain yang tinggal di Vijverhof dan berkontribusi dalam pembuatan arsip meliputi Maria Sibylla Merian, putrinya Johanna Helena Herolts-Graff, Pieter Holsteyn II, Nicolaas Juweel (1639–1704, Rotterdam), Jan Moninckx, Maria Moninckx, Herman Saftleven, Rochus van Veen, Marino Benaglia Venetiano, dan Nicolaes de Vree.[7]
Selain menjadi pelindung seni, Block juga dikenal sebagai ahli botani amatir.[8][9] Ia juga memelihara dan mempelajari burung-burung eksotis.[10] Ia secara teratur berkorespondensi dengan ahli hortikultura lain, termasuk Jan Commelin.
Kehidupan Pribadi
Agneta Block adalah seorang penganut Mennonit,[11] yaitu anggota kelompok Kristen Anabaptis yang berasal dari Eropa pada abad ke-16. Mennonit dikenal karena ajaran mereka yang menekankan perdamaian, kesederhanaan, dan kehidupan bermasyarakat yang erat. Mereka menolak kekerasan dan sering menghindari keterlibatan dalam urusan militer atau pemerintahan. Di Belanda pada abad ke-17,[12] komunitas Mennonit cukup besar dan banyak anggotanya yang terlibat dalam perdagangan dan industri, seperti ayah Agneta Block yang sukses sebagai pedagang tekstil.[10]
Referensi
↑Van Dyk, Garritt (2022). "Plants as Luxury Foods". In Milam, Jennifer (Ed.). A Cultural History of Plants in the Seventeenth and Eighteenth Centuries. Vol. 4. London: Bloomsbury Academic. pp. 51-68. ISBN9781474273497. OCLC1402246090.
↑Powell-Warren, C., 2022. Pineapple lady: expertise and exoticism in Agnes Block's self-representation as Flora Batava. In: LEIS, A. (editor), Women, collecting, and cultures beyond Europe, pp. 95–99. New York.