Gereja Pammakaristos memiliki jumlah mosaik Bizantium terbesar di Istanbul setelah Hagia Sophia dan Gereja ChoraGereja Ortodoks di Konstantinopel pada sekitar tahun 1875, karya Fabius Brest
Pada 1964, seluruh orang Yunani tanpa kewarganegaraan Truki yang tinggal di Turki (sekitar 12,000 orang[1]) dideportasi. Saat ini, kebanyakan minoritas Yunani dan Armenia yang tersisa di Turki tinggal di dalam dan di dekat Istanbul.
YahudiSephardik telah tinggal di kota tersebut selama lebih dari 500tahun, lihat sejarah Yahudi di Turki. Yahudi Sephardik berjasa menerbitkan kekuatan Kesultanan Utsmaniyah dengan mengenalkan gagasan-gagasan, metode-metode dan kerajinan-kerajinan baru. Pers Gutenberg pertama di Istanbul didirikan oleh Yahudi Sephardik pada 1493, yang menyoroti beberapa bidang, yakni pengobatan, perdagangan dan perbankan. Keluarga Camondo memiliki pengaruh tinggal dakam sektor perbankan Utsmaniyah.
Yahudi Romaniot dan Yahudi Ashkenazi telah tinggal di Istanbul sebelum Yahudi Sephardim. Saat ini, 1 persen Yahudi di Istanbul adalah Ashkenazi.[2][3]