Aeolis Mons (juga dikenal sebagai Gunung Sharp) adalah sebuah gunung di planet Mars yang membentuk puncak di bagian dalam Kawah Gale.Gunung ini berada pada koordinat 5,08°LS dan 137,85°BT, dengan ketinggian sekitar 5,5 km di atas dasar lembah. Dalam Gazetteer of Planetary Nomenclature milik Survei Geologi Amerika Serikat, Aeolis Mons tercatat dengan nomor identifikasi 15000.[1]
Pada 6 Agustus 2012 wahana Curiosity dari misi Mars Science Laboratory mendarat di Aeolis Palus, dataran yang membentang di kaki Aeolis Mons,[2] tepatnya di area yang disebut “Yellowknife” Quad 51.[3][4][5] Dua minggu kemudian, Badan Penerbangan dan Antariksa (NASA) menamai lokasi tersebut Bradbury Landing.[6] Sejak saat itu, Aeolis Mons menjadi salah satu fokus penelitian wahana antariksa terkait sejarah geologi dan lingkungan Mars purba.[7][8][9]
Pada Juni 2013 NASA mengumumkan bahwa Curiosity akan memulai perjalanan sejauh sekitar 8 km dari daerah Glenelg menuju kaki Aeolis Mons. Rute yang dilalui kemudian diberi nama Murray Buttes pada November 2013, sebagai penghormatan kepada ilmuwan planet Bruce C. Murray (1931–2013).[10] Perjalanan menuju gunung berlangsung hampir satu tahun, disertai sejumlah pemberhentian untuk mempelajari formasi batuan di sepanjang jalur.[11][12]
Wahana mencapai kaki Aeolis Mons pada 11 September 2014, menandai dimulainya tahap utama penelitian geologi gunung tersebut.[13] Pada 2015, sejumlah fitur yang diduga sebagai recurrent slope lineae, yaitu aliran air garam basah yang muncul secara berkala dilaporkan di lereng Aeolis Mons.[14] Laporan NASA tahun 2017 juga menunjukkan bahwa Kawah Gale pernah menampung stratifikasi danau yang mungkin mendukung kondisi layak huni bagi mikroorganisme.[15][16][17]
Aeolis Mons merupakan gundukan raksasa yang tersusun dari lapisan-lapisan sedimen yang telah tererosi, berdiri di pusat Kawah Gale. Gunung ini menjulang 5,5 km di atas dasar kawah bagian utara dan 4,5 km di atas dasar kawah bagian selatan, lebih tinggi dari tepi selatan kawah, menunjukkan bahwa sedimen yang mengisinya pernah mencapai ketebalan yang jauh lebih besar. Berdasarkan analisis stratigrafi, lapisan sedimen kemungkinan terbentuk selama periode sekitar 2 miliar tahun dan diperkirakan pernah mengisi seluruh kawah. Lapisan bagian bawah menunjukkan ciri khas endapan danau purba,[18] sedangkan lapisan bagian atas memiliki struktur yang lebih konsisten dengan proses angin.[19] Meskipun demikian, asal-usul sedimen bawah masih diperdebatkan,[20][21] beberapa hipotesis menyatakan bahwa angin katabatik mungkin berperan besar dalam penumpukan material, dan erosi kemudian membatasi pertumbuhan gundukan.[22][23]
Pada 8 Desember 2014, panel ilmuwan NASA membahas pengamatan Curiosity mengenai peran air dalam membentuk lanskap Mars, termasuk Aeolis Mons, serta kemungkinan adanya iklim purba yang memungkinkan terbentuknya danau jangka panjang.[24][25][26] Pada 8 Oktober 2015, NASA mengonfirmasi bahwa danau dan sungai pernah ada di Kawah Gale 3,3 sampai 3,8 miliar tahun lalu, yang mengendapkan sedimen penyusun lapisan bawah Gunung Sharp.[27][28] Pada 1 Februari 2019, Curiosity berhasil menentukan kepadatan Gunung Sharp untuk pertama kalinya, memberikan pemahaman lebih jelas mengenai proses pembentukan gunung ini.[29][30]