Acropora abrolhosensis adalah spesies karang dari famili Acroporidae yang pertama kali dideskripsikan oleh John Veron pada tahun 1985. Spesies ini ditemukan di laguna yang terlindung dan terumbu dangkal, serta diklasifikasikan sebagai spesies rentan dalam Daftar Merah IUCN. Populasinya sedang menurun, dan sebagian besar spesimennya ditemukan di Australia Barat, meskipun spesies ini juga terdapat di banyak wilayah lainnya. Spesies ini juga tercantum dalam Apendiks II CITES.
Taksonomi
Acropora abrolhosensis pertama kali dideskripsikan oleh John Veron pada tahun 1985 di terumbu karang Australia.[1][2]
Deskripsi
Spesimen Acropora abrolhosensis ditemukan dalam koloni berbentuk pohon dan berwarna merah muda, biru, atau cokelat, dengan ujung cabang yang berwarna pucat.[3] Koloni-koloni ini terdiri atas beberapa cabang lurus yang memiliki koralit aksial besar (di ujung setiap cabang), sementara koralit radial (di sepanjang sisi setiap cabang) memiliki bukaan berbentuk lingkaran dan ujung yang membengkak.[3][4]
Koloni spesies ini dapat memiliki lebar lebih dari 10 meter (33 kaki) dan tinggi 2 meter (6,6 kaki), serta terkadang tumbuh dalam bentuk yang padat.[3][4] Koralit aksialnya berdiameter 2,5 hingga 3,5 milimeter (0,098 hingga 0,138 inci).[4] Penampilannya mirip dengan Acropora copiosa dan Acropora loisetteae.[3]
Spesies ini ditemukan pada kedalaman 2 hingga 18 meter (6,6 hingga 59,1 kaki), serta hidup di laguna tertutup yang terlindung dan di lereng terumbu yang terlindung.[1]
Sebaran
Acropora abrolhosensis dapat ditemukan di perairan Australia, Laut Jepang, Karang Penghalang Besar, Laut Koral, Laut Tiongkok Timur, Kepulauan Solomon, dan Samudra Pasifik bagian barat. Spesies ini melimpah di Kepulauan Houtman Abrolhos. Selain itu, spesies ini juga diduga terdapat di Kepulauan Marshall dan Fiji. Spesies ini terancam oleh kerusakan terumbu karang dan pemutihan karang, serta populasinya mungkin dipengaruhi oleh bintang laut mahkota duri (Acanthaster planci).[1] Karang ini dapat ditemukan pada suhu antara 22,22 hingga 28,63 °C (72,00 hingga 83,53 °F).[5]
Spesies ini diklasifikasikan sebagai rentan dalam Daftar Merah IUCN karena populasinya sedang menurun, dan juga tercantum dalam Apendiks II CITES. Jumlah populasinya tidak diketahui, tetapi kemungkinan terancam oleh berkurangnya terumbu karang secara global, peningkatan suhu yang menyebabkan pemutihan karang, serta penyakit.[1]
123Wallace, Carden (1 September 1999). Staghorn Corals of the World: A Revision of the Genus Acropora. Csiro Publishing. hlm.78. ISBN978-0-643-10281-1.