Terdapat dua variasi utama dari tanaman ini: Achyranthes splendens var. splendens, yang merupakan semak lebih tinggi dengan daun obovata yang lebih besar, dan Achyranthes splendens var. rotundata, yang merupakan semak lebih pendek dengan daun orbikular yang lebih kecil.[2] Ukuran dewasa tipikal berkisar antara 2 hingga 6 kaki (0,6-1,8 m), tetapi tanaman yang lebih besar dapat tumbuh hingga 10 kaki (3,0 m). Semak ini memiliki daun berwarna hijau muda yang tersusun berlawanan dan tampak kelabu karena bulu-bulu halus di permukaannya.[3] Nama hinahina atau ‘ahinahina sering digunakan untuk merujuk pada tanaman dengan fitur ini.[2] Sifat khas dari tanaman ini adalah bulir bunganya yang muncul dari ujung batang.[4]
Distribusi dan habitat
A. splendens var. splendens ditemukan secara alami di Lānaʻi dan Maui, sementara A. splendens var. rotundata dianggap terancam punah. Populasi liar dari A. splendens var. rotundata dipantau secara ketat di beberapa lokasi di Oʻahu, termasuk Kaʻena Point, Kalaeloa, Mākaha, Kahuku, dan Campbell Industrial, serta di Mokio di Moloka‘i, setelah punah di Lāna‘i.[5] Secara historis, A. splendens var. rotundata sering ditemukan di sekitar area Dataran ‘Ewa, yang memberinya nama julukan, ‘Ewa hinahina.[6] Varietas ini toleran terhadap garam dan kekeringan serta dapat diperbanyak melalui biji atau stek, namun izin diperlukan untuk membudidayakannya secara komersial karena statusnya yang terancam punah.[7]
Penggunaan manusia
Tanaman ini telah digunakan dalam proyek penataan lanskap dan restorasi ekologis untuk meningkatkan keanekaragaman tanaman asli, terutama di Kalaeloa.[8] Bulir dan daun tanaman ini juga dapat digunakan saat membuat lei dengan teknik wili atau haku.[9]
12Gustafson, Robert; Herbst, Derral R.; Rundel, Philip W. (2014). Hawaiian plant life: vegetation and flora. Honolulu, Hawaii: University of Hawaiʻi Press. ISBN978-0-8248-3710-5.