Titik utama dimana unjuk rasa terjadi di kota tersebut.[1]
Di Kota Buenos Aires saja, terdapat ratusan ribu pengunjung rasa.[5] Kebanyakan dari mereka singgah di sekitaran Obelisk. Di Olivos, lebih dari 30,000 pengunjuk rasa berkumpul di luar kediaman resmi Presiden.[5] Unjuk rasa tersebut, yang dilakukan dengan cara cacerolazo,[2] menurut beberapa sumber diikuti oleh lebih dari 2 juta orang[6] di seluruh bagian negara tersebut, menjadikan peristiwa tersebut sebagai unjuk rasa anti-pemerintah terbesar dan tergaduh dalam satu dekade.[7] Para pengunjuk rasa menentang inflasi, korupsi, pengendalian media, pemilihan ulang oleh Fernández dan ketidakamanan;[7] tanpa identifikasi partai.[8] Orang-orang tersebut tak hanya dikumpulkan dari situs jejaring sosial, seperti Facebook dan Twitter,[3][7][8] tetapi juga pesan-pesan teks, surat elektronik dan pesan-pesan instan.