Teolog Baptis John Gill menulis bahwa dalam bab ini, "rasul itu membersihkan dirinya dari tuduhan kesombongan dan memuji diri sendiri, dan menganggap baik keutamaan dan keberhasilan pelayanannya, dan kualifikasinya untuk itu, berasal dari Tuhan".[6] Paulus menggunakan beberapa ide yang kontras "seperti 'hukum Taurat/Roh', 'kematian/kehidupan', 'perjanjian lama/perjanjian baru'" untuk membandingkan hubungan lama atau Musa antara Tuhan dan umat pilihan-Nya dengan hubungan baru yang menjadi pusat ajarannya, "ditetapkan oleh Tuhan melalui Kristus".[7]
Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.[8]
Di bawah perjanjian baru yang diteguhkan dengan darah Kristus (Matius 26:28), Roh Kudus menuliskan hukum Allah, bukan pada loh-loh batu seperti di gunung Sinai (Keluaran 31:18), melainkan pada "loh-loh ... hati manusia" Orang percaya memiliki hukum Allah dalam hati mereka, dan melalui kuasa Roh mereka sanggup menaatinya (lihat Yeremia 31:33; Yehezkiel 11:19). Hukum yang ada di dalam batin ini terdiri atas kasih kepada Allah dan kepada orang lain (bandingkan Matius 22:34–40; Roma 13:8–10).[9]
Ayat 7-8
Ayat 7
Pelayanan yang memimpin kepada kematian terukir dengan huruf pada loh-loh batu. Namun demikian kemuliaan Allah menyertainya waktu ia diberikan. Sebab sekalipun pudar juga, cahaya muka Musa begitu cemerlang, sehingga mata orang-orang Israel tidak tahan menatapnya.
Jika pelayanan itu datang dengan kemuliaan yang demikian[10]
Ayat 8
betapa lebih besarnya lagi kemuliaan yang menyertai pelayanan Roh![11]
Referensi silang: Keluaran 34:29
Paulus menyebut perjanjian yang baru itu "pelayanan Roh". Melalui iman dalam Kristus seorang menerima Roh Kudus, dilahirkan kembali.[9]
Ayat 13
tidak seperti Musa, yang menyelubungi mukanya, supaya mata orang-orang Israel jangan melihat hilangnya cahaya yang sementara itu.[12]
↑Willi Marxsen. Introduction to the New Testament. Pengantar Perjanjian Baru: pendekatan kristis terhadap masalah-masalahnya. Jakarta:Gunung Mulia. 2008. ISBN:9789794159219.
↑John Drane. Introducing the New Testament. Memahami Perjanjian Baru: Pengantar historis-teologis. Jakarta:Gunung Mulia. 2005. ISBN:9794159050.