"Kemudian TUHAN akan menghajar orang Israel, sehingga tergoyah-goyah seperti gelagah di air dan Ia akan menyentakkan mereka daripada tanah yang baik ini yang telah diberikan-Nya kepada nenek moyang mereka; Ia akan menyerakkan mereka ke seberang sungai Efrat sana, oleh karena mereka telah membuat tiang-tiang berhala mereka dan dengan demikian menyakiti hati TUHAN." (TB)[3]
Lamanya Yerobeam memerintah ada dua puluh dua tahun, kemudian ia mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya. Maka anaknya menjadi raja menggantikan dia. (TB)[5]
"Lamanya Yerobeam memerintah ada 22tahun" ("metode bukan tahun naik tahta"):[6] Menurut kronologi yang disusun oleh Edwin R. Thiele,[7] dan direvisi oleh McFall,[8] Yerobeam menjadi raja antara September 931 and April 930 SM, beberapa waktu setelah matinya Salomo dan naik tahtanya Rehabeam pada periode yang sama, serta kemudian mati antara September 910 dan April 909 SM.[6]
Ayat 21
Adapun Rehabeam, anak Salomo, ia memerintah di Yehuda. Rehabeam berumur empat puluh satu tahun pada waktu ia menjadi raja, dan tujuh belas tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem, kota yang dipilih TUHAN dari antara segala suku Israel untuk membuat nama-Nya tinggal di sana. Nama ibunya ialah Naama, seorang perempuan Amon. (TB)[9]
"Rehabeam berumur 41tahun": Menurut kronologiThiele[7] yang diperbaiki oleh McFall: Rehabeam menjadi raja antara September 931 dan April 930 SM ("931 SM") serta mati antara April dan September 913 SM pada usia 58 tahun[10]
Ayat 25
Tetapi pada tahun kelima zaman raja Rehabeam, majulah Sisak, raja Mesir, menyerang Yerusalem. (TB)[11]
"Pada tahun ke-5 zaman Rehabeam": menurut metode tahun naik tahta.[12] Dalam kronologi Thiele[7] serangan Sisak terjadi antara September 926 dan September 925 SM ("925 SM"). Selama tiga tahun pertama pemerintahannya Rehabeam mengikuti teladan Daud, tetapi dua tahun berikutnya ia jatuh imannya dan menyebabkan serangan Sisak.[12]
Ayat 31
Kemudian Rehabeam mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya, dan ia dikuburkan di samping nenek moyangnya di kota Daud. Nama ibunya ialah Naama, seorang perempuan Amon. Maka Abiam, anaknya, menjadi raja menggantikan dia. (TB)[13]
"Rehabeam mendapat perhentian": Menurut kronologi Thiele,[7] Rehabeam mati antara April dan September 913 SM pada usia 58tahun.[10]
"Abiam...menjadi raja menggantikan dia": Menurut Thiele, Abiam menjadi raja antara April dan September 913 SM pada usia yang tidak diketahui.[14]
↑W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 9789794158159
↑J. Blommendaal. Pengantar kepada Perjanjian Lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857