Sekolapedia – 17 Mei 2026 | Komandan sayap militer Hamas, Ezzedine Al-Haddad, tewas dalam serangan udara Israel di Gaza pada hari Jumat. Istri dan putri Haddad juga tewas dalam serangan itu, menurut sumber Hamas.
Menurut militer Israel, Haddad adalah salah satu komandan senior terakhir di sayap militer Hamas yang mengarahkan perencanaan dan pelaksanaan pembantaian 7 Oktober. Haddad juga terlibat dalam penyanderaan warga Israel selama perang.
Serangan udara Israel di Gaza dilakukan sehari sebelumnya, dan menggambarkan Haddad sebagai arsitek utama serangan 7 Oktober. Militer Israel mengatakan bahwa mereka telah melakukan serangan udara di Gaza yang menargetkan Haddad, sebelum mengkonfirmasi kematiannya pada hari Sabtu.
Dua pejabat Hamas juga mengatakan bahwa Haddad telah tewas dalam serangan Israel. Foto-foto AFP menunjukkan para pelayat membawa jenazah Haddad, yang dibungkus bendera Hamas, di atas tandu dari reruntuhan sebuah bangunan.
Jenazah Haddad kemudian dibawa ke sebuah masjid tempat kerabat dan pelayat melaksanakan salat sebelum diarak melalui jalan-jalan untuk dimakamkan. Pihak militer mengatakan bahwa Haddad adalah salah satu komandan senior terakhir di sayap militer Hamas yang mengarahkan perencanaan dan pelaksanaan pembantaian 7 Oktober.
Sementara itu, di Indonesia, berita tentang kinerja perusahaan juga menjadi perhatian. Namun, tidak ada kaitan langsung antara kinerja perusahaan dengan serangan udara Israel di Gaza.
Di akhir, kematian Haddad merupakan pukulan besar bagi Hamas, dan kemungkinan akan mempengaruhi situasi di Gaza. Serangan udara Israel di Gaza juga menimbulkan kekhawatiran tentang eskalasi konflik di wilayah tersebut.
Post Comment