Komandan Sayap Militan Hamas Tewas dalam Serangan Udara Israel di Gaza

Sekolapedia – 17 Mei 2026 | TEL AVIV – Militer Israel mengatakan bahwa mereka telah menewaskan kepala sayap militer Hamas, Ezzedine Al-Haddad, selama serangan udara yang dilakukan sehari sebelumnya di Gaza.

Istri dan putri Haddad juga tewas dalam serangan itu, menurut sumber Hamas.

Sejak serangan lintas batas Hamas pada 7 Oktober 2023, militer dan dinas intelijen Israel telah melancarkan kampanye yang menargetkan para pemimpin politik senior dan komandan militan kelompok tersebut di Gaza dan di seluruh wilayah.

Militer mengatakan bahwa mereka telah melakukan serangan udara di Gaza yang menargetkan Haddad, sebelum mengkonfirmasi kematiannya.

"IDF dan ISA mengumumkan bahwa kemarin, dalam serangan tepat sasaran di wilayah Kota Gaza, teroris Ezzedine Al-Haddad telah dilenyapkan," kata militer, merujuk pada diri mereka sendiri dan badan keamanan dalam negeri Shin Bet.

🔖 Baca juga:
Kampus Berkualitas Tinggi Hari Ini yang Patut Dipertimbangkan 2026

Dua pejabat Hamas juga mengatakan bahwa Haddad telah tewas dalam serangan Israel.

"Komandan senior … Ezzedine Al-Haddad dibunuh dalam serangan Israel yang menargetkan sebuah apartemen dan kendaraan sipil di Kota Gaza kemarin," kata seorang pejabat senior Hamas.

Menurut sumber Hamas lainnya, Haddad tewas bersama istri dan seorang putrinya.

Foto-foto menunjukkan para pelayat membawa jenazah Haddad, yang dibungkus bendera Hamas, di atas tandu dari reruntuhan sebuah bangunan.

Jenazah tersebut kemudian dibawa ke sebuah masjid tempat kerabat dan pelayat melaksanakan salat sebelum diarak melalui jalan-jalan untuk dimakamkan.

Pihak militer mengatakan bahwa Haddad adalah "salah satu komandan senior terakhir di sayap militer Hamas yang mengarahkan perencanaan dan pelaksanaan pembantaian 7 Oktober".

Haddad juga terlibat dalam penyanderaan warga Israel selama perang, tambah laporan itu.

"Haddad mengelola sistem penyanderaan Hamas dan mengelilingi dirinya dengan sandera dalam upaya untuk mencegah eliminasinya," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Kematian Haddad dianggap sebagai pukulan berat bagi Hamas, yang telah kehilangan beberapa komandan senior dalam serangan Israel sebelumnya.

Serangan udara Israel di Gaza telah menewaskan ratusan orang, termasuk warga sipil, dan menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur di wilayah tersebut.

Pemerintah Israel telah mengatakan bahwa serangan udara tersebut bertujuan untuk menghentikan serangan roket dari Gaza dan untuk membalas serangan Hamas terhadap Israel.

Namun, serangan udara tersebut telah mendapat kritik dari masyarakat internasional, yang menyerukan agar Israel menghentikan serangan udara dan mencari solusi damai untuk konflik di Gaza.

Post Comment