×

May Day 2026: Bus Tersangkut, Buruh Terjebak Macet, dan Kericuhan di Bandung Mengguncang Ibukota

May Day 2026: Bus Tersangkut, Buruh Terjebak Macet, dan Kericuhan di Bandung Mengguncang Ibukota

Sekolapedia – 02 Mei 2026 | May Day 2026 menjadi saksi serangkaian insiden yang mengguncang mobilitas publik di Jakarta dan Bandung. Pada malam 1 Mei, tiga unit bus besar terjepit di underpass Tanah Abang, Jakarta Pusat, sementara di Bandung massa berpakaian hitam menimbulkan kericuhan yang memaksa penutupan jalan utama. Di samping itu, ratusan pekerja yang hadir dalam peringatan di Monas terpaksa menunggu berjam‑jam karena kemacetan yang meluas.

Kericuhan di Bandung Menyulut Ketegangan

Di kota Bandung, Jalan Cikapayang‑Jalan Tamansari menjadi fokus aksi pada malam Jumat, 1 Mei 2026. Sekelompok massa berbusana serba hitam muncul tiba‑tiba, membakar ban, menodongkan molotov, dan merusak pos polisi serta fasilitas umum seperti lampu lalu lintas dan videotron. Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudi Setiawan, turun langsung ke lokasi dan mengerahkan satuan khusus untuk membubarkan kelompok tersebut. Pada dini hari, jalan kembali dibuka, namun polisi tetap berjaga di titik‑titik strategis.

Kerusakan yang dilaporkan meliputi lampu lalu lintas, kamera CCTV, serta pos polisi di simpang Cikapayang‑Tamansari. Aparat menegaskan bahwa aksi tersebut tidak berafiliasi dengan serikat buruh manapun, melainkan tindakan kriminal yang bertujuan memicu kerusuhan.

Bus Tersangkut di Underpass Tanah Abang

Sementara itu, di Jakarta, tiga bus berwarna hijau dengan tulisan “PHM TRANS” terjepit di bawah struktur beton underpass Tanah Abang. Video yang beredar di media sosial menunjukkan bus berhenti tepat di bawah jembatan karena melebihi batas ketinggian 3,5 meter yang sudah ditandai dengan marka kuning‑hitam. Akibatnya, arus lalu lintas terhenti selama kurang lebih satu jam, memaksa pengendara motor dan mobil pribadi menelusuri jalur alternatif.

Petugas lalu lintas akhirnya memindahkan bus dengan bantuan truk derek setelah mengamankan area. Pada sore hari berikutnya, jalur kembali beroperasi normal tanpa hambatan. Insiden ini menegaskan pentingnya kepatuhan pada rambu tinggi maksimum, terutama bagi kendaraan berukuran besar.

🔖 Baca juga:
Revolusi Aturan Pajak: Pemerintah Resmi Pertegas Ketentuan Kuasa Wajib Pajak dan Mekanisme E-Commerce

Penangkapan dan Pelepasan Demonstran di DPR

Di Jakarta, pada saat yang sama, kepolisian melakukan operasi pencegahan di depan Gedung DPR/MPR RI. Kombes Pol Budi Hermanto mengonfirmasi bahwa 101 orang yang dicurigai berencana memicu kericuhan telah diamankan. Barang bukti berupa botol kosong, kain sumbu api, bensin, ketapel, paku beton, serta uang tunai senilai sekitar Rp 10 juta berhasil disita.

Setelah menjalani pemeriksaan intensif, 101 tersangka dilepaskan pada 2 Mei 2026 dengan pendampingan LBH Jakarta. Penyidikan masih berlanjut untuk mengungkap jaringan yang mungkin mendanai aksi‑aksi tersebut.

Dampak pada Mobilitas Buruh

Ribuan pekerja yang berkumpul di Monas untuk memperingati May Day 2026 mengalami keterlambatan pulang akibat kemacetan yang menumpuk di ruas‑ruas utama Jakarta, termasuk jalan menuju underpass Tanah Abang. Beberapa bus yang melayani rute koridor utama terpaksa menunggu hingga jam sibuk berakhir, menyebabkan penumpang harus menunggu lebih dari satu jam untuk melanjutkan perjalanan ke rumah.

Situasi ini memicu keluhan dari serikat pekerja yang menilai bahwa koordinasi antara penyelenggara acara dan pihak keamanan masih kurang, terutama dalam mengantisipasi gangguan eksternal seperti aksi‑aksi vandalisme atau penyalahgunaan infrastruktur.

Secara keseluruhan, May Day 2026 memperlihatkan betapa rentannya sistem transportasi dan keamanan publik ketika dihadapkan pada faktor‑faktor tak terduga. Pemerintah daerah dan nasional diharapkan meningkatkan sinergi antara aparat keamanan, pengelola infrastruktur, dan penyelenggara acara untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.

Post Comment