Harga Emas Antam Hari Ini Melonjak Rp27.000, Menembus Rp2.837.000 per Gram

Sekolapedia – 29 Maret 2026 | Jakarta, 28 Maret 2026 – Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan signifikan pada Sabtu (28/3/2026). Harga jual per gram naik Rp27.000 menjadi Rp2.837.000, melampaui penutupan sebelumnya yang berada di Rp2.810.000. Kenaikan ini sekaligus menandai tren positif di pasar logam mulia domestik.

Kenaikan Harga Hari Ini

Data resmi yang dirilis oleh Logam Mulia menunjukkan bahwa kenaikan sebesar 0,96% terjadi dalam satu hari perdagangan. Sementara itu, harga buyback (harga beli kembali) Antam juga mencatat peningkatan, naik Rp47.000 menjadi Rp2.461.000 per gram. Harga buyback ini menjadi acuan bagi pemilik emas fisik yang ingin menjual kembali logam mulia mereka kepada Antam.

Faktor Penggerak Pasar

Berbagai faktor turut berkontribusi pada lonjakan harga emas Antam. Pada perdagangan Jumat (27 Maret 2026), harga emas dunia mengalami peningkatan lebih dari 3% setelah mengalami koreksi awal pekan. Investor domestik menanggapi dengan melakukan aksi beli, terutama pada saat harga menurun, yang mendorong permintaan di pasar lokal.

Selain itu, dinamika geopolitik, khususnya ketegangan di Timur Tengah, memberikan sinyal de‑eskalasi yang sebagian besar analis pandang sebagai stimulus positif bagi safe‑haven assets seperti emas. Nilai tukar rupiah yang relatif stabil terhadap dolar AS dalam beberapa hari terakhir juga memperkuat daya beli investor lokal.

🔖 Baca juga:
Comedy Legend Jay Leno Set to Bring Laughter to Southern Illinois

Bandingkan dengan Emas Lain

Harga emas Antam tidak bergerak sendirian. Pada hari yang sama, harga emas UBS tercatat Rp2.819.000 per gram, sementara Galeri24 diperdagangkan pada Rp2.806.000 per gram. Ketiga produk emas domestik tersebut menunjukkan pola kenaikan serempak, mengindikasikan bahwa sentimen pasar secara keseluruhan mengarah bullish.

Berikut rangkuman perbandingan harga per gram pada 28 Maret 2026:

  • Antam: Rp2.837.000
  • UBS: Rp2.819.000
  • Galeri24: Rp2.806.000

Rekor Historis dan Prospek

Walaupun kenaikan hari ini belum menyamai rekor tertinggi yang pernah dicapai pada 29 Januari 2026 (Rp3.168.000 per gram), harga Antam kini berada di level tertinggi kedua dalam sejarah pencatatan tahun ini. Rekor tersebut menunjukkan bahwa pasar logam mulia masih memiliki ruang pertumbuhan, terutama bila kondisi ekonomi global tetap tidak menentu.

Para analis memperkirakan bahwa jika tren geopolitik tetap stabil dan nilai tukar rupiah tidak mengalami volatilitas tinggi, harga emas Antam dapat terus berada di zona Rp2,8‑3,0 jutaan per gram dalam beberapa minggu ke depan. Namun, potensi koreksi tetap ada, mengingat pasar emas terkenal dengan fluktuasi tajam yang dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti kebijakan moneter bank sentral utama dunia.

Investor yang mempertimbangkan emas sebagai instrumen diversifikasi portofolio disarankan untuk memantau pergerakan harga secara berkala, memperhatikan indikator global, serta memperhatikan kebijakan pemerintah terkait pajak dan regulasi perdagangan logam mulia.

Secara keseluruhan, kenaikan harga emas Antam pada 28 Maret 2026 mencerminkan dinamika pasar yang dipengaruhi oleh faktor makroekonomi, geopolitik, dan sentimen investor domestik. Dengan dukungan data resmi dan tren positif, emas tetap menjadi pilihan utama bagi pelaku pasar yang mencari perlindungan nilai di tengah ketidakpastian ekonomi.

Post Comment