×

Salat Idul Fitri di Keraton Solo: Dua Acara Terpisah, Fadli Zon Hadiri Rangkaian PB XIV Hangabehi

Sekolapedia – 27 Maret 2026 | Keraton Surakarta Hadiningrat (Solo) kembali menjadi pusat perayaan Idul Fitri tahun ini dengan dua pelaksanaan salat Idul Fitri yang digelar secara berurutan pada hari ini dan besok. Kedua acara tersebut dipimpin oleh dua kubu dalam istana, yakni Kubu Paku Buwono XII yang menyelenggarakan salat pada hari Senin, 20 Mei 2024, dan Kubu Hangabehi yang melanjutkan ibadah pada hari Selasa, 21 Mei 2024. Masing‑masing acara menarik ribuan jamaah, baik warga Solo, tokoh adat, maupun pejabat negara.

Rangkaian Acara di Kubu Paku

Salat Idul Fitri di Kubu Paku dimulai pukul 07.30 WIB dengan prosesi masuk takbir berjajar di halaman utama Keraton. Prosesi diiringi gamelan keraton yang menambah keagungan suasana. Setelah shalat, para pemimpin istana menyampaikan khutbah singkat yang menekankan pentingnya persatuan, toleransi, serta semangat gotong‑royong dalam membangun kembali perekonomian pasca‑pandemi. Selanjutnya, para jamaah disuguhi jamuan takjil tradisional khas Solo, seperti serabi, klepon, dan getuk.

Kubu Hangabehi dan Kehadiran Fadli Zon

Pada hari berikutnya, Kubu Hangabehi melanjutkan tradisi yang sama, namun dengan tambahan acara budaya yang lebih luas. Salah satu sorotan utama ialah kehadiran anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Fadli Zon, yang hadir sebagai tamu kehormatan dalam rangkaian acara PB XIV Hangabehi. Dalam pidatonya, Fadli Zon menekankan peran penting kebudayaan keraton dalam mempererat jalinan sosial dan ekonomi daerah, serta mengajak generasi muda untuk melestarikan warisan budaya Jawa.

Setelah salat, diadakan pertunjukan tari tradisional, musik gamelan, serta pameran kerajinan tangan lokal yang menampilkan hasil karya perajin Solo. Acara ini juga menjadi ajang silaturahmi antar‑keluarga keraton, tokoh adat, serta perwakilan lembaga sosial yang berpartisipasi dalam program “Lebaran Bersama”.

Partisipasi Masyarakat dan Dampak Ekonomi

Menurut data yang dihimpun panitia, total kehadiran dalam kedua acara mencapai lebih dari 12.000 orang. Kehadiran ini memberikan dorongan signifikan bagi sektor pariwisata Solo, terutama bagi pedagang makanan khas, penjual suvenir, serta penyedia transportasi lokal. Selain itu, acara ini menjadi peluang promosi bagi produk-produk kreatif yang diproduksi oleh UMKM Solo, yang dipajang dalam stan‑stan khusus.

  • Penjualan makanan tradisional meningkat 35% dibandingkan Lebaran tahun lalu.
  • Penjualan suvenir keraton naik 28%.
  • Jumlah wisatawan domestik yang mengunjungi Solo selama dua hari meningkat 12%.

Aspek Keamanan dan Protokol Kesehatan

Keamanan acara dijamin oleh Satpol PP dan Kepolisian Daerah, yang menyiapkan pos keamanan di pintu masuk serta pengaturan lalu lintas. Meskipun situasi pandemi telah mereda, panitia tetap menerapkan protokol kesehatan dasar, seperti penyediaan hand sanitizer, pemeriksaan suhu tubuh, dan penyebaran masker bagi peserta yang membutuhkannya.

Makna Kebersamaan dalam Tradisi

Pelaksanaan dua salat Idul Fitri yang terpisah namun tetap bersinergi ini mencerminkan dinamika internal keraton yang tetap mengutamakan nilai-nilai kebersamaan. Kedua kubu menunjukkan komitmen yang sama dalam menyebarkan semangat Idul Fitri, sekaligus memperlihatkan keragaman cara perayaan yang tetap menghormati tradisi. Kehadiran tokoh nasional seperti Fadli Zon menambah bobot politik dan sosial, menggarisbawahi pentingnya peran kebudayaan dalam agenda pembangunan nasional.

Dengan rangkaian acara yang melibatkan unsur keagamaan, budaya, ekonomi, dan politik, salat Idul Fitri di Keraton Solo tidak hanya menjadi momen religius, melainkan juga platform strategis untuk mempromosikan kearifan lokal dan memperkuat jaringan sosial. Diharapkan tradisi ini akan terus berkembang dan menjadi contoh bagi kota‑kota lain dalam mengintegrasikan perayaan keagamaan dengan pengembangan budaya serta ekonomi kreatif.

Post Comment