Daftar Isi
Sekolapedia – 25 Maret 2026 | Lamongan, 24 Maret 2026 – Sebuah bus Trans Jatim yang berangkat dari terminal Surajaya menabrak seorang pengendara sepeda motor pada pukul 09.30 WIB di persimpangan Jalan Raya Lamongan-Gresik. Akibat benturan tersebut, korban, seorang pria berusia 32 tahun, langsung dinyatakan tewas di tempat, sementara dua pengendara lain mengalami luka ringan.
Kronologi Kejadian
Menurut saksi mata, bus tersebut sedang melaju dengan kecepatan sekitar 50 km/jam ketika pengendara motor tiba-tiba menyeberang dari jalur kiri ke jalur kanan tanpa memberi isyarat. Sopir bus, yang bernama Agus Santoso, berusaha mengerem namun tidak sempat menghindari tabrakan. Bus berhenti sejenak, kemudian melanjutkan perjalanan setelah memastikan tidak ada penumpang yang terluka.
Penyelidikan Polisi
Tim penyidik Polres Lamongan melakukan olah TKP dan menemukan bahwa rem bus berfungsi normal. Namun, hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa pengendara motor tidak memakai helm dan tidak memiliki izin mengemudi yang masih berlaku. Polisi masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian.
Reaksi Pemerintah Daerah
Bupati Lamongan, Yuhronur Effendi, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. “Kami akan membantu proses hukum dan memberikan bantuan sosial kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya dalam konferensi pers di kantor Bupati. Ia juga menekankan pentingnya program “Balik Gratis” yang baru-baru ini diluncurkan, dengan tiga unit bus yang telah melalui pemeriksaan kelayakan kendaraan (ramp-check) untuk mengurangi risiko kecelakaan selama arus balik Lebaran.
Respons dari Trans Jatim
Pihak Trans Jatim mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan bahwa mereka akan bekerjasama penuh dengan kepolisian. “Keselamatan penumpang dan pengguna jalan lainnya adalah prioritas utama kami. Kami akan meninjau kembali prosedur operasional dan meningkatkan pelatihan sopir,” kata Direktur Operasional Trans Jatim, Iwan Setiawan.
Reaksi Masyarakat
Warga Lamongan yang menyaksikan kejadian mengungkapkan keprihatinan mereka. “Saya harap pemerintah lebih tegas menegakkan peraturan helm,” ujar seorang saksi, Siti Nurhaliza. Beberapa warga juga menyoroti pentingnya edukasi berlalu lintas, terutama menjelang periode mudik Lebaran.
Langkah Selanjutnya
- Polisi akan melanjutkan penyelidikan dan menyiapkan laporan akhir dalam 14 hari.
- Trans Jatim berjanji melakukan audit menyeluruh pada seluruh armada yang terlibat dalam program “Balik Gratis”.
- Pemerintah Kabupaten Lamongan akan memperketat pengawasan penggunaan helm di jalan raya.
Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa meskipun upaya pemerintah dalam menyediakan transportasi gratis untuk pulang kampung, keselamatan di jalan tetap menjadi tantangan utama yang harus dihadapi bersama.

Post Comment