Kebakaran Hebat Hanguskan Lapak Semi Permanen di Kalideres, 18 Mobil Damkar Dikerahkan

Kebakaran Hebat Hanguskan Lapak Semi Permanen di Kalideres, 18 Mobil Damkar Dikerahkan

Daftar Isi

Sekolapedia – 25 Maret 2026 | Kalideres, Jakarta Barat – Sebuah kebakaran hebat menghanguskan sejumlah lapak semi permanen pada Selasa, 24 Maret 2026. Api yang mulai terlihat pada pukul 17.00 WIB di kawasan Rt. 18, Kelurahan Kalideres, dengan cepat meluas, memaksa pemadam kebakaran mengerahkan 18 mobil pemadam ke lokasi.

Kronologi Kebakaran

Menurut keterangan Ketua RT 18, Adi Wiyono, percikan api pertama muncul dari sebuah toko laundry yang berada di lantai atas sebuah bangunan semi permanen. Karena bangunan tersebut terbuat dari bahan yang mudah terbakar, api dengan mudah menyebar ke lapak-lapak sekitarnya yang dipergunakan sebagai tempat usaha kecil.

Warga sekitar sempat mencoba memadamkan api menggunakan ember dan selang air, namun intensitas kobaran membuat upaya tersebut tidak efektif. Pada menit-menit berikutnya, asap hitam pekat mengepul tinggi, menutupi jalan sempit di area tersebut.

Upaya Penanggulangan

Tim pemadam kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta tiba di lokasi sekitar pukul 17.15 WIB. Karena akses jalan yang sempit, mereka menurunkan peralatan berat secara bertahap dan menyiapkan 18 unit mobil pemadam, termasuk dua unit pompa air berkapasitas tinggi.

🔖 Baca juga:
Heat Dome Grips Nation: Millions Under Alerts as Florida Braces for Tropical Calm

Tim melakukan teknik pemadaman dari dalam (interior attack) dan menyemprotkan air bertekanan tinggi ke titik fokus api. Proses pemadaman memakan waktu sekitar satu jam, hingga api berhasil dipadamkan pada pukul 18.20 WIB.

Dampak dan Kerugian

Akibat kebakaran, empat bangunan semi permanen mengalami kerusakan total. Sepuluh keluarga (total 27 jiwa) kehilangan tempat tinggal dan tempat usaha mereka. Sebuah keluarga mengungkapkan bahwa mereka kehilangan semua peralatan usaha laundry yang bernilai ratusan juta rupiah.

Salah satu warga, Ibu Hana, yang sedang melaksanakan shalat Ashar ketika kebakaran terjadi, harus dikeluarkan dari rumahnya dengan bantuan tetangga. Ia mengalami luka bakar ringan pada lengan kanan dan kini sedang mendapatkan perawatan medis di rumah sakit setempat.

Kerugian materi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, mencakup bangunan, inventaris, serta kehilangan pendapatan selama proses pemulihan.

Reaksi Masyarakat dan Pemerintah

Warga sekitar menilai respon cepat petugas pemadam kebakaran sebagai hal yang sangat membantu, namun mereka menekankan pentingnya peningkatan standar bangunan semi permanen agar tidak mudah terbakar. Ketua RT 18, Adi Wiyono, mengingatkan bahwa banyak lapak di wilayah tersebut dibangun tanpa memperhatikan regulasi keselamatan kebakaran.

Pemerintah daerah setempat berjanji akan melakukan inspeksi menyeluruh terhadap bangunan semi permanen dan memberikan edukasi tentang pencegahan kebakaran kepada pelaku usaha mikro.

Dengan demikian, kejadian ini menjadi peringatan bagi seluruh pelaku usaha kecil di kawasan padat penduduk untuk memperhatikan aspek keselamatan, terutama dalam penggunaan material bangunan yang mudah terbakar.

Post Comment