H-4 Lebaran, 65 Ribu Kendaraan Padat di Jalur Nagreg, Kemacetan Memburuk!

H-4 Lebaran, 65 Ribu Kendaraan Padat di Jalur Nagreg, Kemacetan Memburuk!

Sekolapedia – 22 Maret 2026 | Jalur Nagreg, yang menghubungkan Bandung dengan Garut dan Tasikmalaya, kembali menjadi sorotan utama menjelang Lebaran 2026. Pada hari Minggu, 22 Maret 2026, diperkirakan sekitar 65.000 kendaraan melintas di jalur ini pada pukul 19.00 WIB, menandakan kepadatan yang hampir menyamai puncak arus mudik H‑2 Lebaran.

Data Lalu Lintas Terbaru

Menurut data Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung, hingga pukul 18.00 WIB tercatat 107.454 kendaraan bergerak ke arah Garut atau Tasikmalaya, sementara 80.192 kendaraan melaju dari arah sebaliknya menuju Bandung. Angka-angka ini menunjukkan bahwa arus mudik masih kuat, namun mulai bercampur dengan arus balik dan wisatawan yang kembali ke kota.

Penyebab Kemacetan

Beberapa faktor menjadi pemicu utama kemacetan di jalur Nagreg:

  • Topografi menantang: Jalan berbukit dengan tanjakan dan turunan curam, terutama di daerah Limbangan (arah Tasikmalaya) dan Kadungora (arah Garut).
  • Cuaca ekstrem: Hujan lebat dan kabut pekat meningkatkan risiko kecelakaan, memperlambat laju kendaraan.
  • Arus mudik dan balik bersamaan: Kendaraan mudik lokal masih mendominasi, namun arus balik dari Garut dan Tasikmalaya mulai mengalir kembali ke Bandung.
  • Volume kendaraan roda dua: Ribuan sepeda motor menambah kepadatan, khususnya pada malam hari.

Langkah Penanganan dari Pihak Berwenang

Pihak Dishub Kabupaten Bandung bersama Polri melakukan serangkaian upaya untuk mengurai kemacetan:

  • Implementasi contraflow dan one‑way pada titik‑titik kritis, termasuk segmen Cibiru‑Cileunyi, untuk memfasilitasi aliran kendaraan timur‑barat.
  • Peningkatan pengawasan petugas di pos‑pos perlintasan kereta api dan daerah limbangan, memastikan kendaraan tidak terhenti terlalu lama.
  • Penyuluhan intensif kepada pemudik tentang pentingnya memeriksa kondisi kendaraan (mesin, rem, ban, lampu) sebelum berangkat.
  • Imbauan agar menghindari penggunaan sepeda motor pada malam hari serta larangan bonceng tiga orang atau lebih.

Nasihat untuk Pemudik

Eric Alam Prabowo, Kepala Bidang Pengembangan Transportasi Dishub, menekankan beberapa hal penting bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan:

🔖 Baca juga:
Former NBA Star Ty Lawson Breaks Silence Following Shocking Shoplifting Arrest and Racist Allegations in Colorado
  1. Prioritaskan penggunaan kendaraan umum atau layanan mudik gratis yang disediakan pemerintah dan instansi terkait.
  2. Jika menggunakan kendaraan pribadi, pastikan mesin, sistem pengereman, dan kelistrikan dalam kondisi prima.
  3. Hindari menambah bagasi di belakang sepeda motor; beban berlebih dapat mengganggu keseimbangan, terutama di jalan berkelok.
  4. Jangan melakukan perjalanan mudik malam hari melalui Nagreg; kondisi jalan yang berkelok dan cuaca yang tidak menentu meningkatkan risiko kecelakaan.
  5. Selalu patuhi instruksi petugas lapangan, termasuk pengaturan one‑way dan batas kecepatan.

Perbandingan dengan Puncak H‑2 Lebaran

Walaupun angka 65.000 kendaraan pada H‑4 Lebaran sudah sangat tinggi, Eric belum dapat memastikan apakah ini akan melampaui rekor 150.716 kendaraan yang tercatat selama 24 jam pada puncak H‑2 Lebaran tahun lalu. Pantauan terus dilakukan dan data akan diperbaharui secara real time.

Dengan kombinasi antara kondisi geografis yang menantang, cuaca yang tidak menentu, serta volume kendaraan yang terus meningkat, Jalur Nagreg diprediksi akan tetap menjadi salah satu titik rawan kemacetan hingga menjelang malam hari. Masyarakat diharapkan tetap tenang, mengikuti arahan petugas, dan menyiapkan diri secara fisik serta mental untuk menghadapi perjalanan panjang.

Semoga Lebaran 2026 dapat berlangsung aman dan lancar, serta arus lalu lintas dapat kembali normal setelah masa mudik selesai.

Post Comment