×

Netanyahu Ucapkan Selamat Tahun Baru Persia, Iran Tetap Merayakan Nowruz di Tengah Perang

Sekolapedia – 21 Maret 2026 | Jumat, 20 Maret 2026 – Di tengah konflik yang melibatkan Iran, Israel dan Amerika Serikat, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengirimkan ucapan selamat Tahun Baru Persia (Nowruz) kepada rakyat Iran, menyebut mereka “warga Iran yang pemberani”. Pernyataan itu muncul bersamaan dengan serangan balistik Iran ke wilayah Israel, yang dilancarkan sebagai respons atas komentar kemenangan perang yang disampaikan Netanyahu.

Nowruz di Kota yang Ditembak

Nowruz, perayaan tahun baru Persia yang bertepatan dengan ekuinoks musim semi, biasanya menjadi momen kebersamaan keluarga, penyusunan meja tradisional haft‑sin, dan festival api Chaharshanbe Suri. Namun tahun ini, suasana perayaan berubah drastis. Di pasar Tajrish, Teheran utara, pedagang masih menata barang‑barang tradisional, namun wajah mereka menampakkan kelelahan. Seorang wanita berusia 36 tahun, yang menyebut dirinya Nazanin, mengaku tidak memiliki energi untuk menyiapkan haft‑sin atau mengundang keluarga: “Bagaimana saya bisa merayakan ketika saya tidak bisa bertemu keluarga saya?”

Rasa putus asa menyelimuti banyak warga selama tiga minggu terakhir, ketika serangan udara, rudal, dan bombardir menimpa infrastruktur utama. Meski begitu, beberapa warga tetap menemukan secercah harapan. Mehrdad, seorang penduduk lama, mencatat perubahan cuaca yang mengindikasikan “musim semi yang sempurna” meski kota masih berada di zona konflik.

Ekonomi yang Terpuruk Memperparah Kesulitan

Sebelum pecahnya perang, Iran sudah menghadapi inflasi tinggi, pengangguran meluas, dan sanksi internasional yang menekan ekonomi. Krisis tersebut memuncak menjadi protes massal pada akhir Desember 2025, yang berakhir dengan tindakan keras aparat keamanan. Kondisi ekonomi yang belum pulih membuat biaya tambahan untuk perayaan Nowruz terasa berat bagi mayoritas keluarga.

🔖 Baca juga:
Film Michael Pecahkan Rekor Box Office dan Memicu Perdebatan Politik di Era Pasca‑TRUMP
  • Inflasi tahunan melebihi 70 %.
  • Pengangguran mendekati 25 %.
  • Harga bahan pokok naik 40 % sejak awal 2026.

Akibatnya, banyak rumah tangga mengorbankan kebutuhan dasar demi menyiapkan simbol‑simbol tradisional Nowruz, sementara sebagian lainnya menunda atau bahkan mengabaikan perayaan.

Netanyahu dan Retorika Kemenangan

Pada konferensi pers 19 Maret, Netanyahu menyatakan bahwa Israel bersama sekutu Amerika Serikat telah “memenangkan” perang melawan Iran. Ia menegaskan bahwa industri nuklir dan rudal balistik Iran telah dihancurkan, menambah provokasi bagi Tehran. Pernyataan tersebut memicu reaksi balasan cepat dari militer Iran, yang meluncurkan tiga rentetan rudal ke wilayah Israel pada malam 19 Maret, menargetkan area sekitar Haifa dan sebuah lembaga pendidikan di pinggirannya. Meskipun tidak ada korban jiwa, kerusakan material tercatat di beberapa lokasi.

Serangan balistik tersebut dianggap sebagai upaya Iran menunjukkan kemampuan bertahan dan menolak narasi kemenangan Israel. Seorang analis militer menilai bahwa aksi ini lebih bersifat simbolik, menandai bahwa konflik belum berakhir meski ada pernyataan kemenangan di tingkat politik.

Makna Nowruz dalam Kancah Konflik

Bagi sebagian warga Iran, Nowruz tetap menjadi simbol pembaruan dan harapan. Ahmad, pria berusia 45 tahun, mengungkapkan keinginannya untuk merayakan tradisi meski berada di ambang jurang setiap hari. “Kami perlu menghormati kehidupan, bukan membiarkan kematian mengambilnya dari kami,” ujarnya.

Di sisi lain, ada yang melihat Nowruz sebagai panggilan untuk pembersihan spiritual dan kebangkitan kembali. Banyak keluarga menyiapkan meja haft‑sin dengan simbol‑simbol kebersihan, seperti semangka, cuka, dan koin, sebagai bentuk doa untuk keamanan dan kesejahteraan di masa depan.

Kesimpulan

Ucapan selamat Tahun Baru Persia yang disampaikan Netanyahu menambah lapisan politik pada perayaan tradisional yang sudah tertekan oleh perang dan krisis ekonomi. Sementara Israel mengklaim kemenangan, Iran terus menanggapi dengan aksi militer terbatas, menegaskan bahwa konflik masih berlanjut. Di antara semua itu, rakyat Iran berusaha melestarikan budaya Nowruz, menjadikannya titik fokus harapan di tengah ketidakpastian. Perayaan yang biasanya sarat kebahagiaan kini menjadi cermin ketahanan masyarakat yang berusaha menemukan cahaya musim semi di tengah kegelapan peperangan.

Post Comment