×

Jam Buka Puasa Hari Ini: Jadwal Lengkap di Seluruh Indonesia pada Jumat, 20 Maret 2026

Jam Buka Puasa Hari Ini: Jadwal Lengkap di Seluruh Indonesia pada Jumat, 20 Maret 2026

Sekolapedia – 20 Maret 2026 | Jumat, 20 Maret 2026 menandai hari ke-30 Ramadan 1445 H, ketika umat Islam di seluruh Indonesia bersiap menyambut azan Maghrib sebagai penanda waktu berbuka puasa. Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI telah merilis jadwal resmi yang mencakup seluruh provinsi, mulai dari Sabang hingga Merauke. Berikut rangkuman lengkap jam buka puasa hari ini, disertai penjelasan singkat mengenai perbedaan zona waktu dan makna spiritual di balik momen berbuka.

Ringkasan Waktu Buka Puasa di Kota-Kota Utama

Kota / Daerah Waktu Buka (WIB/WITA)
Jakarta dan sekitarnya 18:07 WIB
Yogyakarta (DIY) 17:53 WIB
Banda Aceh (Sumatra) 18:53 WIB
Ambon (Maluku) 18:41 WIB
Polewali Mandar (Sulawesi Barat) 18:17 WITA
Ternate (Maluku Utara) 18:12 WIT
Surabaya (Jawa Timur) 18:09 WIB

Catatan: Waktu di Ternate menggunakan Waktu Indonesia Timur (WIT) yang lebih maju satu jam dibandingkan WIB, sementara Polewali Mandar berada di zona WITA (Waktu Indonesia Tengah). Perbedaan zona ini menyebabkan variasi beberapa menit antara satu wilayah dengan wilayah lain.

Detail Jadwal Menurut Provinsi

  • Jawa Timur: Di Surabaya dan sekitarnya, azan Maghrib berkumandang pada pukul 18:09 WIB. Jadwal ini diambil dari Kementerian Agama yang menyesuaikan dengan posisi matahari terbenam di garis lintang 7°–8° LS.
  • Polewali Mandar (Sulawesi Barat): Warga di Polman serta daerah sekitarnya akan berbuka pada pukul 18:17 WITA, sebagaimana tercantum dalam jadwal resmi Kemenag.
  • Ternate (Maluku Utara): Waktu berbuka puasa di Ternate tercatat pada pukul 18:12 WIT, menyesuaikan dengan standar waktu setempat.
  • Jakarta: Ibu kota dan provinsi sekitarnya menandai buka puasa pada 18:07 WIB, sedikit lebih awal dibandingkan Banda Aceh yang berada di zona yang sama tetapi berada di posisi geografis yang lebih barat.
  • Yogyakarta: Di daerah istimewa Yogyakarta, azan Maghrib berbunyi pada pukul 17:53 WIB, menjadikannya yang paling cepat di antara wilayah yang disebutkan.
  • Banda Aceh: Kota paling barat di Pulau Sumatra menandai buka puasa pada 18:53 WIB, paling lambat di antara contoh-contoh kota di Pulau Sumatra.
  • Ambon: Di Maluku, azan Maghrib terdengar pada 18:41 WIB, menempati posisi menengah antara Jawa dan wilayah timur.

Makna Spiritual di Balik Azan Maghrib

Azan Maghrib tidak hanya menandai akhir puasa, melainkan juga menjadi momen introspeksi. Dalam tradisi Islam, ada tiga tingkatan puasa yang dijelaskan oleh Imam Al‑Ghazali: puasa fisik semata, puasa menahan diri dari dosa, dan puasa hati yang menolak segala keinginan duniawi. Saat azan berkumandang, umat Muslim diajak mengingat doa berbuka yang diajarkan Nabi Muhammad SAW, yaitu “اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ” (Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka).

Doa ini sering diperkaya dengan tambahan yang menekankan iman dan kasih sayang Allah, mencerminkan kedalaman rasa syukur yang dirasakan setiap kali menutup hari puasa. Di masa-masa akhir Ramadan, rasa haru semakin kuat, karena umat menantikan Idul Fitri yang akan tiba pada esok hari.

🔖 Baca juga:
Porak‑poranda! AS‑Israel Gempur Aset Militer Iran, Serangan Rudal Menghantam Dimona, Arad, dan Markas Polisi Tehran

Tips Praktis Menyambut Azan Maghrib

  1. Siapkan takjil yang bergizi, seperti kurma, buah-buahan, dan air putih untuk mengembalikan cairan tubuh.
  2. Pastikan menu berbuka mengandung protein dan karbohidrat seimbang agar tubuh dapat pulih dengan optimal.
  3. Jaga kebersihan mulut dengan menggosok gigi setelah berbuka, lalu lanjutkan dengan sholat Maghrib tepat waktu.
  4. Jika berada di lokasi yang belum terjangkau jaringan listrik, manfaatkan jam dinding atau aplikasi smartphone yang menampilkan jadwal Maghrib sesuai zona waktu setempat.

Dengan informasi waktu yang akurat, umat Islam di seluruh Indonesia dapat menjalankan ibadah puasa secara tertib, menjaga kesehatan, serta menyiapkan diri secara spiritual menjelang hari kemenangan Idul Fitri.

Semoga Ramadan kali ini menjadi momentum peningkatan keimanan, kedamaian, dan kebersamaan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Post Comment