×

4 Kegiatan Sunnah Rasulullah yang Wajib Dilakukan Saat Idulfitri – Raih Keberkahan Lebaran!

Sekolapedia – 20 Maret 2026 | Hari Raya Idulfitri tidak hanya menjadi momentum bersuka cita, melainkan juga kesempatan untuk meneladani jejak Rasulullah SAW dalam merayakan hari kemenangan. Empat kegiatan yang dilaksanakan Nabi pada hari tersebut telah menjadi pedoman sunnah yang tetap relevan bagi umat Muslim masa kini.

1. Mandi Sunnah, Berhias, dan Memakai Pakaian Terbaik

Sebelum menunaikan salat Idulfitri, Rasulullah selalu mandi dengan niat khusus, mengucapkan niat “Nawaitul ghusla sunnatan li ‘idil fithri lillahi ta’ala”. Mandi ini bukan sekadar kebersihan fisik, melainkan simbol penyucian diri dari dosa Ramadan. Setelah mandi, beliau mengenakan pakaian terbaik yang dimiliki serta memakai wangi-wangian, tanpa berlebihan dan tetap menutup aurat. Tradisi memakai pakaian putih atau yang baru pada hari raya memiliki landasan sunnah, menegaskan rasa syukur atas nikmat Allah.

2. Makan Kurma Secara Ganjil Sebelum Salat

Berbeda dengan Idul Adha yang dianjurkan puasa sebelum salat, pada Idulfitri Nabi tidak keluar ke tempat salat tanpa mengonsumsi kurma terlebih dahulu. Hadis shahih mencatat bahwa Rasulullah memakan kurma dalam jumlah ganjil – tiga, lima, atau tujuh butir – sebagai tanda berakhirnya puasa Ramadan. Makan secukupnya memberi energi dan menegaskan bahwa hari itu bukan lagi hari puasa, melainkan hari bersyukur.

3. Memperbanyak Takbir dari Malam 1 Syawal hingga Pagi Salat

Takbir merupakan ungkapan kebesaran Allah yang paling umum terdengar pada Idulfitri. Nabi memerintahkan umat untuk memperbanyak takbir sejak malam terakhir Ramadan hingga selesai salat Idulfitri. Takbir dapat dibacakan di rumah, jalan, pasar, atau masjid, dan biasanya dimulai setelah matahari terbenam pada malam 1 Syawal. Salah satu bacaan yang diajarkan dalam kitab klasik mencakup rangkaian “Allahu Akbar” diikuti “La ilaha illallah” dan doa syukur, yang mengingatkan pada kemenangan spiritual setelah sebulan berpuasa.

🔖 Baca juga:
Thousands of Popular Dressers Sold Online Suddenly Recalled Over Deadly Tip-Over Hazards

4. Mengambil Rute Berbeda Saat Berangkat dan Pulang dari Salat

Rasulullah menempuh jalan yang berbeda ketika berangkat ke tempat salat Idulfitri dan ketika kembali ke rumah. Praktik ini bertujuan mempererat silaturahmi, memberi kesempatan untuk bersilaturahmi dengan sahabat yang berada di rute berbeda, serta menambah pahala karena melaksanakan sunnah yang tidak umum. Banyak ulama menegaskan bahwa perubahan rute merupakan amal kebajikan yang meningkatkan pahala perjalanan ibadah.

Keempat amalan ini, bila dilaksanakan secara konsisten, tidak hanya memperkaya pengalaman spiritual, tetapi juga menambah nilai sosial dalam perayaan Lebaran. Mandi, berhias, makan kurma, takbir, dan rute berbeda saling melengkapi, menciptakan rangkaian ibadah yang menghubungkan hati, tubuh, dan lingkungan sekitar.

Umat Islam masa kini dapat menerapkan pola tersebut dengan menyesuaikan kondisi modern, misalnya memilih pakaian yang sopan namun tetap elegan, mengonsumsi kurma atau makanan ringan bergizi sebelum salat, mengumandangkan takbir melalui speaker masjid atau aplikasi, serta merencanakan jalur perjalanan yang berbeda ketika berangkat dan pulang. Dengan begitu, semangat Idulfitri yang diajarkan Nabi Muhammad SAW tetap hidup dan relevan.

Selaras dengan semangat kebersamaan, umat di seluruh dunia terus menjaga tradisi ini sebagai wujud syukur atas rahmat Ramadan. Mengikuti jejak Rasulullah dalam keempat kegiatan tersebut tidak hanya menambah pahala, tetapi juga memperkuat identitas keislaman yang bersatu dalam kebahagiaan bersama.

Dengan mengamalkan keempat sunnah ini, setiap muslim dapat merayakan Idulfitri secara penuh, meneguhkan keimanan, serta menyebarkan kedamaian kepada sesama.

Post Comment