Sekolapedia – 20 Maret 2026 | Keamanan siber menjadi prioritas utama di era digital, terutama ketika ancaman Account Take Over (ATO) semakin canggih. Penjahat siber tidak lagi hanya mengandalkan serangan phishing, melainkan juga memanfaatkan password yang lemah atau mudah ditebak. Menurut penelitian terbaru, hampir 80% akun yang berhasil dibobol menggunakan salah satu dari sekian puluh password paling umum. Oleh karena itu, mengenali dan menghindari 25 password terburuk dapat menjadi langkah pertama yang signifikan dalam melindungi data pribadi Anda.
Kenapa Password Biasa Menjadi Sasaran Utama?
Penyerang biasanya memulai proses ATO dengan melakukan credential stuffing, yaitu mencoba ribuan kombinasi username dan password yang telah bocor sebelumnya pada situs lain. Jika Anda masih menggunakan password seperti “123456” atau “password”, peluang akun Anda terinfeksi meningkat secara eksponensial. Selain itu, password yang mudah ditebak memudahkan algoritma otomatis untuk menembus sistem dalam hitungan detik.
Daftar 25 Password yang Harus Dihindari Sekarang Juga
- 123456
- password
- 12345678
- qwerty
- abc123
- 111111
- 123456789
- 1234567
- iloveyou
- 123123
- admin
- welcome
- login
- princess
- solo
- monkey
- letmein
- dragon
- football
- baseball
- master
- sunshine
- shadow
- 12345
- 654321
Semua kombinasi di atas telah terbukti menjadi sasaran utama dalam serangan siber global. Menggunakan satu atau lebih dari daftar ini secara bersamaan akan meningkatkan risiko akun Anda menjadi target empuk.
Strategi Membuat Password yang Kuat dan Tahan Serangan
Berikut beberapa teknik yang dapat Anda terapkan untuk menciptakan password yang lebih aman:
- Gunakan Panjang Minimal 12 Karakter. Semakin panjang password, semakin sulit untuk dipecahkan oleh brute‑force.
- Sisipkan Kombinasi Karakter: huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol khusus seperti @, #, $.
- Hindari Kata Kamus: jangan menggunakan kata yang dapat ditemukan dalam kamus atau nama umum.
- Jangan Mengulang Pola: hindari urutan angka berurutan atau pola keyboard seperti “qwerty”.
- Gunakan Frasa Unik: gabungkan beberapa kata yang tidak berhubungan, misalnya “Biru!Kucing7Bulan”.
Jika Anda merasa sulit mengingat password yang kompleks, gunakan password manager terpercaya. Alat ini dapat menyimpan dan menghasilkan password kuat secara otomatis, sekaligus menghindarkan Anda dari praktik reuse password pada banyak layanan.
Langkah Tambahan untuk Mengurangi Risiko ATO
Selain memperkuat password, ada beberapa lapisan keamanan lain yang dapat memperkecil peluang akun Anda diretas:
- Aktifkan Autentikasi Dua Faktor (2FA): Metode ini menambahkan verifikasi kedua, seperti kode OTP yang dikirim ke ponsel.
- Periksa Aktivitas Akun Secara Berkala: Banyak layanan menyediakan log aktivitas login; perhatikan login dari lokasi atau perangkat yang tidak dikenal.
- Gunakan Email Khusus untuk Registrasi: Memisahkan email utama dengan email yang dipakai untuk layanan penting dapat membatasi dampak bila satu akun terkompromi.
- Update Password Secara Periodik: Ganti password setidaknya setiap tiga sampai enam bulan sekali.
Dalam konteks layanan penting seperti pendaftaran UTBK SNBT 2026, keamanan akun SNPMB menjadi krusial. Proses registrasi mengharuskan pengguna memasukkan NISN, NPSN, dan tanggal lahir, serta membuat password. Jika password yang dipilih masih berada dalam daftar 25 password terburuk, peluang akun tersebut di‑hack meningkat, yang dapat berujung pada pencurian data pribadi atau bahkan pemalsuan identitas akademik.
Bagaimana Mengatasi Jika Password Anda Tertutup atau Terblokir?
Beberapa layanan, termasuk aplikasi mobile banking seperti BRImo, menyediakan mekanisme pemulihan password melalui fitur “Lupa PIN” atau verifikasi OTP. Pastikan proses ini dilakukan melalui kanal resmi, dan hindari mengklik tautan yang mencurigakan. Selalu periksa bahwa email aktivasi atau reset password berasal dari domain resmi penyedia layanan.
Dengan menghindari 25 password paling berbahaya, menerapkan password manager, mengaktifkan 2FA, serta memperhatikan kebijakan keamanan masing‑masing layanan, Anda dapat secara signifikan menurunkan risiko akun diretas. Ingat, keamanan siber bukan hanya tanggung jawab penyedia layanan, melainkan juga langkah proaktif pengguna.
Jaga data pribadi Anda, gunakan password yang kuat, dan tetap waspada terhadap upaya phishing serta serangan ATO. Langkah kecil hari ini dapat melindungi aset digital Anda di masa depan.



Post Comment