Sekolapedia – 20 Maret 2026 | Jakarta kini menjadi saksi menurunnya laju arus mudik Lebaran 2026. Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, mengungkap bahwa hanya 28 persen kendaraan diprediksi telah meninggalkan ibu kota, menandakan pergeseran pola pergerakan masyarakat menjelang hari raya.
Data Terbaru dari Polri
Dalam keterangan yang disampaikan di Command Center KM 29 Tol Jakarta‑Cikampek, Cikarang Utara, Irjen Agus menyatakan bahwa persentase kendaraan yang telah keluar Jakarta belum mencapai setengahnya. “Sudah hampir 28% yang sudah meninggalkan Jakarta,” ujarnya pada dini hari Kamis, 19 Maret 2026. Ia menambahkan bahwa puncak arus mudik diperkirakan telah terjadi pada Rabu malam (18/3), dengan perkiraan sekitar 250 ribu kendaraan yang melaju keluar kota pada periode itu.
Perbandingan dengan Data Sebelumnya
Angka 28 persen ini menurun signifikan dibandingkan laporan sebelumnya yang mencatat 42 persen kendaraan telah meninggalkan Jakarta. Pada hari yang sama, Irjen Agus juga menyebutkan bahwa masih terdapat lebih dari 50 persen kendaraan yang belum berangkat, sehingga pihak kepolisian tetap waspada dalam mengantisipasi potensi kemacetan.
Statistik dari Empat Gerbang Tol Utama
| Gerbang Tol | Jumlah Kendaraan Keluar |
|---|---|
| Cikampek Utama (arah Trans Jawa) | 84.434 |
| Cikupa (arah Merak) | 36.900 |
| Ciawi (arah Puncak) | 30.759 |
| Kalihurip Utama (arah Bandung) | 29.524 |
Secara keseluruhan, empat gerbang tol mencatat 181.617 kendaraan yang keluar Jakarta pada H‑3 Lebaran (18‑19 Maret) hingga pukul 06.00 WIB, meningkat hampir 79 persen dibandingkan kondisi normal.
Lonjakan Volume di Tol MBZ
Jasa Marga melaporkan bahwa volume kendaraan yang meninggalkan Jakarta melalui Tol Layang Mohammed Bin Zayed (MBZ) melonjak 198,27 persen, mencapai 64.985 kendaraan. Angka ini jauh di atas rata‑rata harian normal sebesar 21.787 kendaraan.
Dampak Terhadap Lalu Lintas dan Transportasi Umum
- Kepadatan di Tol Jakarta‑Cikampek masih terkendali meski volume tinggi, berkat penempatan petugas yang intensif.
- Antrean kendaraan tercatat di Pelabuhan Gilimanuk karena tingginya permintaan penyeberangan ke Sumatera.
- Transportasi publik menunjukkan peningkatan signifikan: 1.132 perjalanan kapal melayani 378.689 penumpang, serta 2.685 perjalanan kereta api mengangkut lebih dari 1,2 juta penumpang.
Langkah Pengamanan dan Persiapan Idul Fitri
Polri terus menyiapkan operasi pengamanan untuk memastikan kelancaran arus mudik, termasuk koordinasi dengan kepolisian daerah, petugas lalu lintas, serta relawan. Persiapan khusus juga dilakukan untuk mengelola ibadah Idul Fitri, seperti penataan tempat sholat berjamaah dan takbiran di area publik.
Proyeksi ke Depan
Dengan hanya 28 persen kendaraan yang telah berangkat, diperkirakan masih ada puluhan ribu mobil yang akan melanjutkan perjalanan pada hari‑hari berikutnya. Pihak berwenang menegaskan bahwa pemantauan akan terus dilakukan secara real‑time, dan langkah-langkah penyesuaian seperti pembukaan jalur tambahan atau pengaturan waktu keberangkatan akan diimplementasikan bila diperlukan.
Secara keseluruhan, meski persentase kendaraan yang telah meninggalkan Jakarta masih relatif rendah, upaya koordinasi lintas lembaga dan peningkatan kapasitas infrastruktur tampak berhasil menahan dampak kemacetan yang biasanya parah pada musim mudik Lebaran.



Post Comment