Nekat Curi Rp3 Juta di Masjid Istiqlal, Pria Ini Diusir Massa Saat Mudik

Sekolapedia – 19 Maret 2026 | Seorang pria berinisial W (40) menjadi sorotan nasional setelah aksi nekat mencuri uang tunai senilai tiga juta rupiah di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, dan kemudian dihadapkan pada amukan massa yang mengerubungi area suci tersebut. Insiden terjadi pada Selasa, 17 Maret 2026, saat para jemaah sedang menjalankan itikaf pada bulan Ramadan. Video yang merekam peristiwa tersebut beredar luas di media sosial, memperlihatkan reaksi keras warga yang tidak tinggal diam melihat tindakan pencurian.

Kronologi Kejadian

Pencurian dimulai ketika korban, seorang pemuda berinisial RJK (19), sedang menunggu keluar dari ruang utama masjid setelah melaksanakan ibadah subuh. Tanpa disadari, W mendekati korban, menekan bahunya, dan berhasil mengambil handphone yang tersimpan di kantong baju gamis kanan. Sesaat kemudian, pelaku beralih ke tas totebag berwarna hitam yang ternyata berisi uang tunai senilai tiga juta rupiah yang diduga berasal dari sumbangan mudik para jemaah.

Setelah menyadari kehilangan, RJK langsung menegur orang yang diduga pelaku. W sempat melempar tas berisi uang, namun korban berhasil merebut kembali handphone dan uang tersebut sebelum tas terjatuh jauh. Kejadian itu menarik perhatian keamanan masjid yang segera menahan W dan menahannya di luar area ibadah.

Reaksi Warga dan Aparat Keamanan

Kerumunan jemaah yang menyaksikan aksi pencurian tidak lama kemudian meluap menjadi massa yang marah. Mereka menggelengkan kepala, melontarkan cercaan, hingga menampar pelaku dengan tangan terbuka. Beberapa warga bahkan mengangkat barang pribadi sebagai alat perlawanan. Petugas keamanan berusaha meredam situasi, namun energi emosional massa terlalu kuat, sehingga pelaku harus dibawa keluar oleh beberapa orang keamanan yang menahan lengan pelaku.

Kapolsek Sawah Besar, Kompol Rahmat Himawan, mengonfirmasi bahwa W adalah warga Pasar Senen, Jakarta Pusat, dan telah terlibat dalam tiga aksi pencurian di masjid yang sama dalam rentang sebulan terakhir. Menurutnya, aksi pertama terjadi pada 13 Maret 2026 saat shalat Jumat, diikuti dua aksi berikutnya pada 14 dan 15 Maret 2026 saat buka puasa bersama. Semua insiden terjadi pada saat jemaah berada dalam posisi rentan, baik saat tidur atau berkumpul dalam kelompok kecil.

🔖 Baca juga:
Waktu Adzan Maghrib Hari Ini: Bandung 18:06, Surabaya 17:42 – Apa Maknanya Bagi Umat di Bulan Ramadan?

Motif Pencurian dan Dampaknya

Motif utama pelaku tampaknya adalah memanfaatkan keramaian dan situasi keagamaan untuk mengincar barang berharga. W mengaku bahwa ia mengincar uang mudik yang biasanya dibawa oleh para jemaah yang hendak pulang ke kampung halaman. Uang tersebut biasanya disimpan dalam tas pribadi atau kantong pakaian, sehingga mudah diakses ketika jemaah tertidur atau sibuk beribadah.

Kasus ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan umat Islam, terutama menjelang Lebaran, ketika tradisi mudik menjadi sorotan. Rasa aman di tempat ibadah yang seharusnya menjadi ruang suci kini terganggu oleh tindakan kriminal. Selain kerugian material, rasa aman dan kepercayaan publik terhadap keamanan masjid menjadi sorotan utama.

Langkah Penegakan Hukum

Setelah penahanan, pelaku langsung dibawa ke kantor Polsek Sawah Besar untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Polisi menegaskan bahwa W akan dikenakan pasal pencurian dan penganiayaan, mengingat ia telah memicu kerusuhan massa. Selain itu, aparat keamanan masjid berjanji meningkatkan pengawasan, terutama pada periode itikaf dan acara keagamaan besar.

Pihak pengelola Masjid Istiqlal juga menyatakan akan menambah jumlah petugas keamanan serta memperketat prosedur masuk dan keluar jemaah. Upaya ini diharapkan dapat mencegah terulangnya kasus serupa, sekaligus menegakkan rasa aman bagi seluruh jamaah yang melaksanakan ibadah.

Insiden ini menjadi pelajaran bagi masyarakat tentang pentingnya kewaspadaan, terutama dalam keramaian keagamaan. Meskipun tempat suci seharusnya menjadi zona damai, tetap diperlukan sikap hati-hati terhadap barang berharga pribadi. Di sisi lain, respons tegas dari warga menunjukkan bahwa tindakan kriminal tidak akan dibiarkan begitu saja, bahkan di lingkungan paling sakral sekalipun.

Ke depan, diharapkan sinergi antara aparat keamanan, pengelola tempat ibadah, dan masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman, sehingga tradisi mudik dan ibadah keagamaan dapat berjalan lancar tanpa gangguan kriminal.

Post Comment