Sekolapedia – 18 Maret 2026 | Surakarta – Menjelang hari raya Idul Fitri, mantan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, kembali menampilkan aksi sosialnya di kota kelahirannya, Solo. Pada Selasa, 17 Maret 2026, Jokowi turun langsung ke dua pasar tradisional, Pasar Gede dan Pasar Legi, untuk membagikan tunjangan hari raya (THR) serta paket sembako kepada warga. Momen tersebut disambut dengan antusiasme tinggi, warga rela mengantre berjam‑jam demi memperoleh bantuan.
Ketika tiba di lokasi, Jokowi tampak santai dengan kemeja biru muda dan topi putih khasnya. Dari dalam mobil, ia menyerahkan amplop berisi uang tunai kepada warga satu per satu, sambil menyapa mereka dengan senyum ramah. Sementara itu, tim Ajudan, yang dipimpin AKBP Syarif Fitriansyah, menyiapkan total 1.000 paket sembako; masing‑masing 500 paket dibagikan di Pasar Legi dan Pasar Gede.
Rangkaian Aksi dan Respons Warga
Kerumunan warga yang menunggu bantuan langsung memuncak sejak kedatangan Jokowi. Banyak yang sudah menyiapkan antrian sejak pagi, bahkan ada yang datang dengan membawa keranjang belanja untuk menampung paket. Petugas keamanan pun dikerahkan untuk mengatur alur antrean agar tetap tertib, menghindari kepanikan yang kadang muncul dalam acara serupa.
“Alhamdulillah, berkah selalu bulan Ramadan. Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin,” ujar AKBP Syarif saat menyerahkan paket sembako di Pasar Legi. Ia menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk silaturahmi menjelang Lebaran, sekaligus memperkuat ikatan antara pemimpin dan masyarakat.
Salah satu penerima bantuan, Sutiyem, warga berusia 65 tahun, mengungkapkan rasa terharunya. “Ini dapat sembako dan uang Rp 50 ribu, ya senang baru ini, semoga sehat selalu Pak Jokowi,” katanya dengan mata berkaca‑kaca.
Meski tidak mengumumkan jumlah total THR yang dibagikan, pihak Ajudan menekankan bahwa perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat tetap menjadi prioritas, meskipun Jokowi tidak lagi menjabat sebagai presiden. “Bukan sekadar oleh‑olehnya, tapi momen silaturahminya juga yang membuat mereka bahagia,” tambahnya.
Sejarah Aksi Sosial Jokowi di Solo
Aksi berbagi ini bukan pertama kalinya Jokowi melakukannya di Solo. Sebelumnya, ia pernah membagikan sembako di Pasar Legi, Pasar Nusukan, dan Gladag dengan menggunakan truk berlabel “Chilipari”. Setiap kali, respons masyarakat selalu positif, memperlihatkan kepercayaan yang kuat terhadap sosok pemimpin yang dekat dengan rakyat.
Berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat dan aktivis lokal, memuji inisiatif ini sebagai contoh kepedulian yang dapat menular ke daerah lain. “Kegiatan semacam ini meningkatkan rasa kebersamaan dan mengurangi beban ekonomi keluarga menjelang hari raya,” ujar salah satu pengamat sosial setempat.
Selain bantuan materi, kehadiran Jokowi juga menjadi momentum edukatif. Ia menyampaikan pesan tentang pentingnya gotong‑royong, menjaga ketertiban, dan memanfaatkan momentum Ramadan untuk berbagi kepada yang membutuhkan.
Dengan demikian, aksi ini tidak hanya memberi manfaat langsung berupa uang dan sembako, tetapi juga menumbuhkan semangat solidaritas di tengah masyarakat Solo yang beragam.
Secara keseluruhan, pembagian THR dan sembako oleh Jokowi di Pasar Gede dan Pasar Legi berhasil menciptakan suasana haru dan kebahagiaan. Warga yang menerima bantuan menyatakan rasa syukur sekaligus harapan agar tradisi berbagi ini terus berlanjut di masa mendatang, khususnya menjelang perayaan Lebaran yang identik dengan nilai kebersamaan.



Post Comment