×

BRMS Catat Pendapatan US$249 Juta di 2025, Laba Bersih Meningkat 99% – Target Produksi Emas Tinggi 2026

BRMS Catat Pendapatan US$249 Juta di 2025, Laba Bersih Meningkat 99% – Target Produksi Emas Tinggi 2026

Sekolapedia – 18 Maret 2026 | PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mencatat pencapaian keuangan yang signifikan pada tahun buku 2025. Pendapatan perusahaan melonjak menjadi US$249,35 juta, meningkat 54% secara tahunan dibandingkan US$162,34 juta pada 2024. Kenaikan ini didorong oleh pertumbuhan volume produksi emas dan perak serta kenaikan harga jual rata‑rata kedua logam mulia.

Kinerja Keuangan Tahun 2025

Laba bersih BRMS tercatat US$50,08 juta atau sekitar Rp850,85 miliar (kurs Rp16.990 per dolar), hampir dua kali lipat laba tahun sebelumnya yang sebesar US$25,12 juta. Laba usaha juga melesat 118% YoY menjadi US$93,18 juta. Peningkatan profitabilitas ini diakui oleh Direktur Keuangan Charles Gobel sebagai hasil sinergi antara peningkatan produksi dan kenaikan harga komoditas.

Peningkatan Produksi Emas dan Perak

Produksi emas BRMS naik 11% menjadi 71.886 troy ounce pada akhir 2025. Lebih penting lagi, rata‑rata harga jual emas naik 38% dibandingkan tahun sebelumnya, memberikan kontribusi besar terhadap margin. Sektor perak tidak kalah menggembirakan; penjualan perak meningkat 45% menjadi 199.385 troy ounce, sementara harga rata‑rata perak naik 34% menjadi US$35,31 per troy ounce.

Strategi Ekspansi dan Tantangan Operasional

Meski mencatat pertumbuhan solid, BRMS mengakui adanya tantangan penurunan kadar emas pada kuartal IV/2025 dan kuartal I/2026 akibat operasi pushback di area tambang. Direktur Utama anak usaha PT Citra Palu Minerals, Damar Kusumanto, menyatakan keyakinan bahwa setelah pushback selesai, kadar bijih akan kembali meningkat pada kuartal II/2026, dengan target produksi emas mencapai sekitar 80.000 troy ounce.

Untuk mendukung target tersebut, BRMS tengah melakukan peningkatan kapasitas pabrik pengolahan emas pertama. Kapasitas harian akan dinaikkan dari 500 ton menjadi 2.000 ton bijih per hari, dengan jadwal penyelesaian pada kuartal IV/2026. Pabrik tersebut menggunakan teknologi carbon‑in‑leach (CIL) dan telah beroperasi sejak 2020.

🔖 Baca juga:
Transformasi Layanan Publik dan Pendidikan: Dari Digitalisasi SPMB Batam hingga Suntikan Dana SBSN di Bali

Selain itu, perusahaan menyiapkan proyek penambangan bawah tanah dengan konsentrasi emas tinggi antara 3,5 hingga 4,9 gram per ton (g/t). Proyek ini dijadwalkan mulai beroperasi pada semester kedua 2027, yang diproyeksikan akan meningkatkan produksi emas secara signifikan pada 2027‑2028.

Prospek 2026‑2028

  • Target produksi emas 2025: 68.000‑72.000 troy ounce; target resmi 2025 kini diusulkan menjadi 80.000 troy ounce.
  • Ekspansi kapasitas pabrik CIL ke 2.000 ton per hari akan menurunkan biaya per ons dan meningkatkan fleksibilitas operasional.
  • Penambangan bawah tanah dengan kadar tinggi diharapkan menambah sekitar 10.000‑12.000 troy ounce per tahun mulai 2027.
  • Kenaikan harga emas global diperkirakan tetap mendukung profitabilitas, mengingat tren inflasi dan permintaan investasi.

Dengan kombinasi peningkatan volume produksi, kenaikan harga jual, serta investasi dalam kapasitas pengolahan dan eksplorasi bawah tanah, BRMS menempatkan diri pada posisi yang kuat untuk mempertahankan pertumbuhan laba dan memperluas pangsa pasar dalam industri pertambangan emas dan perak di Indonesia.

Secara keseluruhan, kinerja 2025 menegaskan keberhasilan strategi grup Salim‑Bakrie dalam mengoptimalkan aset pertambangan, sekaligus menunjukkan kesiapan perusahaan dalam menghadapi tantangan operasional dan menyiapkan fondasi pertumbuhan berkelanjutan hingga 2028.

Post Comment