Sekolapedia – 16 Maret 2026 | Pada Senin, 16 Maret 2026, umat Islam di wilayah Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, serta daerah sekitarnya bersiap menyambut azan Magrib yang menandai waktu berbuka puasa di bulan Ramadan. Pemerintah Kementerian Agama RI melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam telah merilis jadwal resmi untuk hari ini, mencakup beberapa kota penting seperti Polewali Mandar, Palopo, dan Kupang.
Jadwal Azan Magrib dan Waktu Buka Puasa
Berikut rangkuman waktu azan Magrib serta jam berbuka puasa (iftar) yang telah ditetapkan:
- Polewali Mandar (Sulawesi Barat): Azan Magrib terdengar pada pukul 18.18 WIB (WITA). Waktu berbuka puasa pun bersamaan dengan azan tersebut.
- Palopo (Sulawesi Selatan): Azan Magrib dijadwalkan pada pukul 18.15 WIB (WITA), menandai momen iftar bagi umat di kota ini dan sekitarnya.
- Kupang (Nusa Tenggara Timur): Meskipun data spesifik tidak tercantum dalam laporan, biasanya azan Magrib di Kupang muncul sekitar pukul 18.20 WIB (WIT), menyesuaikan dengan perbedaan zona waktu.
Semua jadwal tersebut disusun berdasarkan perhitungan astronomi resmi Kementerian Agama, memastikan keakuratan waktu sholat lima waktu, termasuk Magrib, selama masa Ramadan.
Doa Buka Puasa yang Dianjurkan
Setelah azan Magrib berkumandang, umat Muslim dianjurkan untuk membaca doa berbuka puasa. Doa yang populer di kalangan umat Indonesia, diambil dari kitab “Panduan Muslim Sehari-hari” karya Dr. KH. M. Hamdan Rasyid MA dan ustaz Saiful Hadi El‑Sutha, berbunyi:
اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ ، وَبِكَ أَمَنْتُ ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Allahumma laka shumtu wa bika amantu, wa ’alaa rizqika afthartu, birah‑matik yaa arhamar‑raahimiin.Baca juga:Apakah Tidak Shalat Idulfitri Menjadi Dosa? Simak Penjelasan Ulama dan Praktik di Indonesia
Artinya: “Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, atas rezeki-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu, wahai Dzat yang Maha Pemurah.” Doa ini biasanya dibaca setelah menunaikan makan dan minum pertama, selaras dengan anjuran para ulama bahwa doa sebaiknya diucapkan usai berbuka untuk menegaskan makna syukur.
Makna Spiritual di Balik Azan Magrib
Azan Magrib tidak sekadar menandai waktu berbuka, melainkan juga mengingatkan umat akan pentingnya menutup hari dengan ibadah dan refleksi diri. Imam Al‑Ghazali dalam karyanya Ihya‘ ‘Ulum al‑Din menekankan tiga tingkatan puasa: puasa fisik semata, puasa menahan diri dari dosa, dan puasa hati yang mengendalikan keinginan duniawi. Azan Magrib menjadi momen untuk menilai diri, apakah puasa yang dijalani telah melampaui sekadar menahan lapar dan dahaga menjadi sarana meningkatkan ketakwaan.
Persiapan Praktis Menyambut Azan Magrib
Berikut beberapa langkah praktis yang dapat diikuti umat sebelum azan Magrib berkumandang:
- Persiapkan makanan dan minuman berbuka, seperti kurma, air putih, serta hidangan ringan yang bergizi.
- Baca niat puasa secara internal pada malam sebelumnya, mengingatkan diri akan tujuan spiritual puasa.
- Jika berada di tempat umum atau masjid, pastikan posisi menghadap kiblat agar lebih khusyuk.
- Setelah azan, segera ucapkan takbir dan doa berbuka, lalu nikmati hidangan sambil tetap menjaga etika makan yang sopan.
Dengan mengikuti tata cara ini, setiap umat dapat merasakan kedamaian dan keberkahan yang dibawa oleh azan Magrib.
Hari ini, dengan jadwal yang telah terpublikasi, diharapkan seluruh masyarakat Muslim di Polewali Mandar, Palopo, dan daerah lainnya dapat melaksanakan ibadah berbuka puasa secara tepat waktu, menguatkan rasa kebersamaan, serta meningkatkan kualitas spiritual di bulan yang penuh rahmat ini.



Post Comment