×

Gisèle Pelicot Pimpin Demo Hak Perempuan dan Kekerasan Seksual

Puluhan ribu orang turun ke jalan di Prancis dan Quebec untuk memperingati Hari Perempuan Internasional. Aksi ini menyoroti pentingnya perlindungan bagi korban kekerasan seksual sekaligus mengkritik meningkatnya arus konservatisme di berbagai negara.

Menurut laporan Le Devoir, tokoh yang dikenal dalam perjuangan melawan kekerasan seksual, Gisèle Pelicot, ikut turun ke jalan di Paris bersama putrinya, Caroline Darian. Kehadiran keduanya langsung disambut sorakan dukungan dari ribuan peserta aksi.

Di tengah kerumunan massa yang membawa poster dukungan untuknya, Gisèle Pelicot menyampaikan pesan tegas.
“Kami tidak akan menyerah!” ujarnya.

baca juga:Gaspol! PGM Indonesia Jawa Barat Kawal Nasib 72 Ribu Guru Madrasah Agar Cepat Sertifikasi

Caroline Darian juga menambahkan bahwa kehadiran ibunya di aksi tersebut membawa harapan bagi para korban kekerasan seksual di Prancis.

🔖 Baca juga:
Top 10 Trending Movies Right Now: The Most Popular Films Everyone Is Talking About in 2026

Data dari serikat buruh Confédération Générale du Travail (CGT) menunjukkan sekitar 200.000 orang ikut berpartisipasi dalam aksi di seluruh Prancis. Dari jumlah itu, sekitar 130.000 orang berkumpul di Paris. Para demonstran juga sempat mengkritik pernyataan kontroversial dari Brigitte Macron terkait aktivis feminis.

Sementara itu di Quebec, ratusan orang berkumpul di depan Majelis Nasional Quebec. Aksi ini dipicu kekhawatiran masyarakat setelah tujuh perempuan dilaporkan tewas akibat kekerasan domestik hanya dalam sembilan minggu pertama tahun 2026.

Perwakilan dari Confédération des syndicats nationaux (CSN), Mélanie Pelletier, menekankan bahwa hak aborsi tidak boleh dianggap aman selamanya. Ia menyebut dalam tiga tahun terakhir ada kelompok tertentu di Quebec yang mulai mempertanyakan hak tersebut.

Selain isu aborsi, para demonstran juga menyoroti sulitnya mendapatkan akses tempat penitipan anak atau Centre de la petite enfance (CPE). Kondisi ini dinilai merugikan perempuan secara ekonomi karena banyak dari mereka harus menanggung beban pengasuhan sendirian.


Upaya Legislasi dan Pencegahan

Partai politik Québec solidaire (QS) saat ini sedang mendorong rancangan undang-undang bernama Gabie-Renaud. Aturan ini terinspirasi dari Clare’s Law di Inggris yang memungkinkan polisi memberi tahu perempuan mengenai riwayat kekerasan dari pasangan mereka.

baca juga:Dosen dan Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung Raih Penghargaan Paten Kemenkum RI atas Inovasi Komposter Cerdas

Tujuannya adalah mencegah kasus kekerasan domestik yang berujung fatal.

Penelitian dari Université du Québec à Montréal (UQAM) juga menunjukkan adanya peningkatan komentar misoginis di lingkungan sekolah. Beberapa guru melaporkan bahwa siswa laki-laki mulai melontarkan ujaran yang merendahkan peran perempuan dalam kehidupan profesional maupun sosial.

penulis:putra

Post Comment