Halo, Sobat Pendidikan! Apa kabar? Semoga semangat belajar dan mengajarnya tetap membara, ya. Kali ini kita bakal ngobrol santai soal kesibukan di balik layar dunia madrasah. Mungkin banyak dari kita yang cuma tahu kalau ujian ya tinggal datang, duduk, kerjakan soal, lalu pulang. Tapi, tahu nggak sih? Di balik layar, ada sosok-sosok tangguh yang namanya “Proktor” yang harus muter otak dan tenaga supaya ujian itu berjalan mulus tanpa kendala teknis.
Nah, berita terbaru datang dari teman-teman kita di MTsN 2 Bantul. Baru-baru ini, tepatnya pada Kamis pagi, 5 Maret 2026, Proktor dari MTsN 2 Bantul baru saja menyelesaikan agenda penting yaitu Bimbingan Teknis (Bimtek) secara daring. Agenda ini bukan main-main, lho, karena membahas persiapan Gladi Bersih Tes Kendali Mutu Akademik (TKA) tahun 2026. Acara keren ini diprakarsai langsung oleh Ditjen PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek.
Apa sih yang bikin heboh? Ternyata ada sistem baru yang menggabungkan TKA dengan Asesmen Nasional (AN). Penasaran gimana detailnya? Yuk, kita bedah satu-satu biar makin paham!
Era Baru: TKA dan AN Jadi Satu Paket Hemat!
Selama ini, mungkin para siswa dan guru merasa cukup lelah kalau harus menghadapi banyak rentetan ujian yang berbeda-beda waktunya. Nah, pemerintah rupanya mendengar curhatan itu. Di tahun 2026 ini, ada terobosan integrasi yang signifikan antara sistem TKA dan Asesmen Nasional (AN). Tujuannya mulia banget, yaitu untuk meningkatkan efisiensi pelaksanaan evaluasi pendidikan, khususnya buat jenjang SMP dan MTs di seluruh pelosok Indonesia.
Bayangkan saja, kalau dulu mungkin jadwalnya mencar-mencar, sekarang sistemnya dibuat lebih terpadu. Siswa nantinya akan mengerjakan satu instrumen tes yang “paket lengkap”. Isinya mencakup soal TKA yang fungsinya untuk mengevaluasi kemampuan individu siswa, sekaligus soal AN yang fungsinya untuk penilaian sistem pendidikan secara nasional. Jadi, sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui!
Jadwal Main dan Menu Ujiannya
Pelaksanaan ujian ini nggak makan waktu berminggu-minggu, kok. Ujian terpadu ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari berturut-turut. Tapi ingat, meski cuma dua hari, isinya padat dan bergizi banget buat memetakan kemampuan akademik kita.
Di Hari Pertama, fokusnya adalah pada Literasi Matematika atau yang sering kita sebut Numerasi. Jadi, siapkan logika dan kemampuan berhitungmu, ya! Nggak cuma itu, di hari pertama ini juga ada yang namanya Survei Karakter. Ini penting banget buat melihat gimana sih profil pelajar kita, apakah sudah mencerminkan nilai-nilai luhur atau belum.
Lanjut ke Hari Kedua, menu utamanya adalah Literasi Indonesia. Di sini kemampuan membaca, memahami teks, dan menganalisis informasi bakal diuji. Setelah itu, ada bagian yang nggak kalah krusial, yaitu Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar). Bagian ini gunanya untuk memetakan kondisi sekolah secara menyeluruh, mulai dari fasilitas, kenyamanan, sampai iklim belajarnya. Jadi, pemerintah bisa tahu sekolah mana yang butuh bantuan lebih atau sekolah mana yang sudah oke banget lingkungannya.
baca juga:Kecewa Kualitas, SD di Majalengka Ramai-ramai Balikin Paket Makan Bergizi
Gladi Bersih: Simulasi yang Nggak Boleh Skip!
Sebelum “perang” yang sesungguhnya dimulai, tentu harus ada latihan. Nah, tahap ini disebut Gladi Bersih. Untuk jenjang menengah pertama, jadwalnya sudah dipatok dari tanggal 9 sampai 17 Maret 2026.
Penting untuk dicatat, tahapan ini sifatnya wajib. Kenapa wajib? Karena di tahap ini sekolah harus menggunakan data riil peserta. Tujuannya bukan cuma buat gaya-gayaan, tapi untuk memastikan kesiapan sistem secara teknis. Jangan sampai pas hari-H nanti servernya “ngambek” atau ada kendala login yang bikin siswa panik.
Purwito Aji Yuwono, salah satu sosok di balik layar MTsN 2 Bantul, menjelaskan setelah mengikuti paparan Bimtek bahwa tujuan utama gladi bersih ini adalah untuk menguji ketahanan infrastruktur. Baik itu infrastruktur yang ada di madrasah maupun yang ada di pusat. Selain itu, yang nggak kalah penting adalah membiasakan para siswa dengan alur tes. Kalau sudah latihan, harapannya siswa nggak bakal canggung atau bingung lagi pas hari pelaksanaan nanti. Mental juara itu harus disiapkan lewat latihan, kan?
Protokol Ketat buat Sang Proktor
Nah, sekarang kita bahas tugasnya para Proktor. Proktor ini ibarat “pilot” di ruang komputer. Mereka punya tanggung jawab besar buat memastikan semua mesin berjalan lancar. Di tahun 2026 ini, protokol teknisnya makin ketat, lho.
Pertama, soal manajemen waktu. Proktor diwajibkan mematuhi waktu yang sudah ditentukan oleh pusat. Ujian dimulai serentak pukul 07.30 WIB. Dan ini nih yang harus digarisbawahi: Nggak ada tambahan durasi bagi sekolah yang telat memulai karena alasan operasional. Jadi, kalau komputernya telat nyala atau koneksinya lelet di awal, ya risiko tanggung sendiri. Itulah kenapa persiapan teknis sebelum jam 07.30 itu harga mati!
Kedua, soal keamanan dan administrasi. Tugas krusial Proktor lainnya adalah mencetak kartu login peserta. Tanpa kartu ini, siswa nggak bakal bisa masuk ke sistem. Selain itu, ada aturan main soal token sistem yang harus diperbarui setiap 15 menit. Ini dilakukan demi menjaga keamanan akses dan memastikan nggak ada “penyusup” atau kendala akses selama proses pengerjaan soal. Proktor harus benar-benar standby dan nggak boleh meleng!
Pasca-Tes: Jangan Lupa Upload!
Buat madrasah yang menggunakan moda semi-daring, tugasnya nggak berhenti pas siswa selesai mengerjakan soal. Ada kewajiban buat mengunggah jawaban segera setelah tes berakhir. Kenapa ini penting? Karena kalau nggak diunggah, data siswa nggak bakal masuk ke pusat, dan dampaknya Sertifikat Hasil TKA (SHTKA) nggak bisa diterbitkan. Kan sayang banget kalau sudah capek-capek ngerjain tapi hasilnya nggak muncul.
Selain itu, para Proktor juga diminta untuk selalu “melek” informasi. Mereka harus rajin memantau laman resmi TKA, terutama soal mitigasi teknis perangkat Chromebook. Kita tahu sendiri, teknologi itu dinamis, kadang ada update atau bug yang harus segera ditangani. Jadi, Proktor harus jadi garda terdepan dalam urusan update informasi ini.
Penutup: Semangat Menuju Evaluasi yang Lebih Baik
Integrasi TKA dan Asesmen Nasional ini adalah langkah besar untuk pendidikan kita. Meskipun tantangannya nggak mudah, terutama bagi para Proktor dan teknisi di madrasah, tapi tujuannya sangat bagus untuk efisiensi dan pemetaan mutu pendidikan yang lebih akurat.
penulis:Septa



Post Comment