Siapa sih yang nggak kenal sama Chuando Tan? Kalau kamu sering main Instagram atau hobi browsing soal tips kesehatan, nama fotografer asal Singapura ini pasti pernah mampir di layar HP kamu. Namanya mendadak viral jagat maya pada tahun 2017 silam. Kenapa? Ya karena mukanya itu, lho! Waktu itu dia sudah masuk usia kepala lima, tapi badannya kekar, kulitnya kencang, dan gayanya sudah kayak model umur 20-an.
Sekarang, waktu sudah berjalan dan Chuando Tan resmi menginjak usia 60 tahun. Tapi anehnya, penuaan seolah-olah “sungkan” mampir ke dia. Di saat orang seusianya mungkin sudah sibuk dengan cucu atau mulai sering mengeluh sakit pinggang, Tan masih terlihat segar bugar layaknya pria di usia 30-an. Banyak orang yang curiga, “Ah, palingan operasi plastik!” atau “Pasti pake filler sana-sini nih.”
Tapi, faktanya ternyata jauh dari meja operasi. Chuando Tan dengan tegas bilang kalau penampilannya yang sekarang adalah hasil dari disiplin tingkat tinggi yang sudah dia jalani selama puluhan tahun. Dia punya filosofi yang sangat simpel tapi susah dijalani kalau nggak niat: “70 persen adalah diet, dan 30 persen sisanya adalah olahraga.”
Yuk, kita bedah pelan-pelan apa saja sih rahasia di balik ketampanan abadi pria setinggi 185 cm ini dengan gaya yang lebih santai.
1. Perut Adalah Kunci: Rahasia Diet “Clean” ala Tan
Tan percaya banget kalau apa yang kita masukkan ke dalam perut itu bakal tercermin di wajah. Dia sangat selektif soal makanan. Dia bukan tipe orang yang hobi jajan sembarangan atau delivery makanan cepat saji tiap malam.
Menu sarapannya saja sudah bikin kita geleng-geleng kepala. Bayangkan, setiap pagi dia mengonsumsi enam butir telur rebus! Tapi tunggu dulu, jangan ditiru mentah-mentah. Dari enam butir itu, dia cuma makan dua kuning telurnya saja untuk menjaga kadar kolesterol. Protein sebanyak itu dia lengkapi dengan susu dan buah-buahan sehat seperti beri atau alpukat yang kaya akan lemak baik.
Nggak cuma soal apa yang dimakan, tapi juga apa yang dihindari. Tan adalah musuh bebuyutan makanan ultra-proses (makanan kemasan yang banyak bahan kimianya). Dia juga nggak menyentuh kopi, alkohol, apalagi rokok. Baginya, racun-racun itu cuma bakal mempercepat kerusakan sel kulit.
Satu lagi rahasia disiplinnya: aturan waktu makan. Tan bakal menyelesaikan makan terakhirnya minimal lima jam sebelum tidur. Jadi, kalau dia tidur jam 11 malam, berarti jam 6 sore dia sudah “tutup mulut”. Ini tujuannya supaya organ pencernaannya nggak kerja berat pas dia lagi istirahat, sehingga kualitas tidurnya makin oke dan regenerasi sel jadi maksimal.
2. Olahraga Secukupnya, yang Penting Konsisten
Banyak orang mengira Tan menghabiskan waktu berjam-jam di gym dengan beban yang berat banget. Padahal nggak juga. Karena faktor usia dan pernah mengalami cedera bahu, sekarang Tan lebih fokus ke olahraga dengan intensitas sedang.
Jadwalnya rutin: latihan beban sekitar 30 menit, tiga sampai lima kali seminggu. Gerakan favoritnya adalah yang bersifat compound alias melibatkan banyak otot, seperti squat, push-up, dan pull-up. Selain angkat beban, dia juga hobi renang sekitar satu jam atau sekadar jalan cepat di atas treadmill. Kuncinya bukan seberapa berat bebannya, tapi seberapa rutin dia melakukannya.
3. “No Plastic”, Cuma Semir Rambut Doang!
Di tengah gempuran tren operasi plastik di kalangan selebriti, Tan justru menjauhinya. Dia nggak mau wajahnya terlihat “palsu”. Satu-satunya hal “buatan” yang dia lakukan adalah menyemir rambutnya sebulan sekali karena rambut aslinya sudah mulai beruban.
Dia merasa punya tanggung jawab moral untuk nggak memberikan ekspektasi yang nggak realistis buat orang lain. Dia nggak mau orang-orang merasa gagal karena nggak bisa terlihat kayak dia kalau jalannya lewat jalur instan. Dia ingin membuktikan kalau penuaan itu bisa dihadapi dengan cara yang alami dan sehat.
4. Senjata Rahasia: Kesehatan Mental dan Ketenangan Batin
Nah, ini poin yang paling menarik. Menurut Tan, rahasia awet muda yang paling ampuh justru bukan dari luar, tapi dari dalam. Dia sering melihat orang-orang yang badannya kekar karena rajin ke gym, tapi wajahnya tetap terlihat tua dan stres.
“Kesehatan mental itu sangat penting,” kata Tan. Dia memperhatikan banyak orang yang hidupnya penuh amarah dan sering meributkan hal-hal sepele. Baginya, emosi negatif itu kayak racun yang langsung bikin kerutan di wajah muncul lebih cepat.
Filosofinya sangat mendalam: Belajar untuk mengikhlaskan (let go). Dia percaya kalau kita bisa mengelola emosi, nggak gampang marah, dan selalu berusaha bahagia, aura itu bakal terpancar ke wajah. Wajah yang tenang bakal terlihat jauh lebih muda daripada wajah yang penuh tekanan.
Pesan penutup dari Tan ini ngena banget: “Sungguh, Anda tidak harus menang dalam hidup setiap saat.” Kadang, dengan menerima keadaan dan tetap tenang, kita justru menang dalam menjaga kesehatan jiwa dan raga kita sendiri.
Kesimpulan untuk Kita Semua: Jadi, kalau kamu mau awet muda kayak Chuando Tan, kuncinya bukan cari dokter bedah plastik paling mahal, tapi mulai perbaiki piring makanmu, gerakkan badanmu secara rutin, dan yang paling penting: jangan baperan! Belajarlah untuk lebih santai menghadapi hidup. Ternyata, resep awet muda itu sesimpel (tapi seberat) itu, ya!
penulis:rinaldy
Post Comment