Serangan udara yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel dilaporkan menyebabkan kerusakan serius pada sebuah klinik bayi tabung di Rumah Sakit Gandhi, yang berada di Teheran, Iran.
Klinik tersebut merupakan fasilitas In Vitro Fertilization (IVF) atau program bayi tabung. Kerusakan yang terjadi menimbulkan kekhawatiran besar bagi para pasien yang sedang menjalani program tersebut, terutama pasangan yang sudah lama berharap memiliki anak.
baca juga:Santai Tapi Sah: Panduan Lengkap Zakat Fitrah Biar Nggak Salah Langkah
Salah satu pasangan yang terdampak adalah Mohsen dan Firouzeh. Mereka telah menunggu selama 10 tahun untuk memiliki buah hati dan baru saja memulai program bayi tabung di rumah sakit tersebut.
Mohsen mengatakan bahwa para tenaga medis sebelumnya telah bekerja keras membantu mereka. Setelah bertahun-tahun mencoba, program IVF itu akhirnya memberi harapan baru bagi mereka untuk memiliki anak.
Klinik IVF Mengalami Kerusakan Serius
Serangan udara yang terjadi pada Minggu (1/3/2026) merupakan bagian dari rangkaian pemboman yang terus berlangsung dalam konflik tersebut. Serangan itu menyebabkan kerusakan cukup parah pada rumah sakit swasta tersebut, terutama di bagian klinik IVF.
Kepala Rumah Sakit Gandhi, Mohammad Hassan Bani Asad, menyampaikan bahwa salah satu staf rumah sakit mengalami luka serius akibat serangan tersebut. Korban dilaporkan mengalami pendarahan di otak dan harus segera menjalani operasi.
Firouzeh mengaku sangat khawatir setelah mengetahui bagian klinik IVF terkena dampak serangan. Ia mengatakan bahwa dirinya dan suaminya kini tidak tahu apa yang terjadi dengan sampel medis mereka.
Menurutnya, setelah menunggu selama bertahun-tahun, ada ketakutan besar bahwa seluruh harapan mereka untuk memiliki anak bisa saja hilang akibat serangan tersebut.
Warga Laporkan Serangan Juga Mengenai Fasilitas Sipil
Meski pihak Amerika Serikat dan Israel menyatakan bahwa serangan mereka menargetkan kepemimpinan Iran serta fasilitas militer dan nuklir, banyak warga melaporkan bahwa sejumlah fasilitas sipil juga terkena dampak.
Beberapa laporan menyebutkan bahwa rumah-rumah warga, rumah sakit, hingga sekolah dasar ikut terkena serangan. Bahkan disebutkan sekitar 150 anak perempuan berusia 7 hingga 12 tahun dilaporkan tewas dalam serangan yang terjadi di sebuah sekolah.
Data dari Palang Merah menunjukkan bahwa jumlah korban jiwa akibat rangkaian serangan ini telah mencapai sedikitnya 787 orang. Serangan juga dilaporkan terjadi di lebih dari 150 kota di berbagai wilayah Iran.
Ketua Dewan Medis Iran, Mohammad Raiszadeh, menyatakan bahwa setidaknya ada 10 pusat medis yang terkena serangan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Kesaksian Staf Rumah Sakit Saat Serangan Terjadi
Militer Israel sebelumnya sempat menyatakan bahwa Rumah Sakit Gandhi hanya mengalami kerusakan ringan. Namun kesaksian dari staf rumah sakit menunjukkan situasi yang jauh lebih serius.
Salah satu staf bernama Salmaz menceritakan pengalamannya saat ledakan terjadi. Ia mengatakan bahwa saat itu mereka sedang bekerja seperti biasa ketika tiba-tiba terdengar suara ledakan yang sangat keras.
Kekuatan ledakan tersebut bahkan membuat dirinya terpental ke sudut ruangan. Tak lama kemudian, gedung rumah sakit mulai terbakar dan suasana berubah menjadi panik.
Salmaz mengatakan banyak orang berteriak dan berusaha menyelamatkan diri dari lokasi kejadian. Di tengah kekacauan tersebut, ia bersama rekan-rekannya berusaha menyelamatkan bayi-bayi yang berada di bangsal rumah sakit.
Ia mengaku peristiwa tersebut sangat mengejutkan dan menakutkan. Menurutnya, kejadian seperti itu sebelumnya hanya pernah ia lihat di film, bukan dalam kehidupan nyata.
Serangan terhadap fasilitas kesehatan ini menambah kekhawatiran masyarakat internasional mengenai dampak konflik yang semakin luas terhadap warga sipil, termasuk pasien dan tenaga medis yang seharusnya berada di zona aman.
penulis:putra