Kenapa Bisa Cuma Rp300 Ribu?

Daftar Isi

Ternyata ada beberapa alasan kenapa angkanya bisa semiris itu:

  • Belum Ada Aturan Pusat: Pemerintah pusat (Kemenpan-RB) sejauh ini baru ngatur soal gaji PPPK full time. Buat yang paruh waktu, pusat cuma ngasih NIP doang, tapi soal gaji diserahin ke “kemampuan daerah masing-masing”.
  • Standar Minimal: Karena belum ada aturan baku, nominalnya akhirnya dipukul rata sama dengan apa yang mereka terima waktu masih jadi honorer dulu. Minimal nggak turun, tapi ya nggak naik juga.
  • Beban Daerah: Tanpa bantuan dana khusus dari pusat buat PPPK paruh waktu, Pemda harus muter otak sendiri pakai kas daerah yang terbatas.

baca juga:Cara Gampang Cek Bansos Maret 2026

Curhatan Viral di Medsos

Masalah ini makin viral gara-gara ada guru yang curhat di Instagram. Dia cerita kalau awalnya sempat berharap gajinya bakal naik drastis setelah dapat NIP—itungannya bisa sampai Rp4 juta lebih kalau gabung sama tunjangan. Tapi realitanya, yang masuk ke rekening cuma Rp300 ribu.

Banyak orang yang akhirnya ngerasa kalau perubahan status dari honorer jadi PPPK ini kesannya cuma formalitas administratif aja. Statusnya keren jadi ASN, tapi dompetnya masih tetap “kering”.

🔖 Baca juga:
Hubungan Lindsey Graham dengan Donald Trump: Dukungan, Perbedaan, dan Dinamika Politik

baca juga:Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung Menerima Visitasi Akreditasti ACQUIN sebagai Langkah Menuju World Class University

Apa Langkah Selanjutnya?

Pihak Pemda Grobogan bukannya nggak peduli, mereka sadar banget kalau ini jauh dari kata layak. Tapi selama belum ada skema pembiayaan atau regulasi standar gaji minimal dari pemerintah pusat, nasib guru-guru PPPK paruh waktu ini masih bakal bergantung banget sama kondisi keuangan daerah yang lagi terbatas.

penulis:septa

Post Comment