Mudik Jabar 2026: Transportasi Tradisional Bakal “Libur” Seminggu

Daftar Isi

Dedi Mulyadi: Tetap Ada Kompensasi Kok!

Ada kabar terbaru buat kamu yang berencana mudik lewat Jawa Barat tahun 2026 ini. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, baru saja mengumumkan kebijakan unik biar arus mudik makin lancar: meliburkan transportasi tradisional.

Siapa Saja yang “Cuti” Sementara?

Biar nggak bikin padat jalanan, para pelaku transportasi tradisional di sepanjang jalur mudik bakal diliburkan selama satu minggu. Ini berlaku untuk:

  • Tukang Ojek
  • Sopir Angkot
  • Kusir Andong
  • Abang Becak

Tenang, Nggak Usah Khawatir Dompet Kering! Pak Gubernur memastikan para pengemudi ini tetap bakal dapet kompensasi uang selama masa libur. Jadi, mereka tetap bisa merayakan Lebaran bareng keluarga di rumah tanpa pusing mikirin setoran yang hilang.

🔖 Baca juga:
Hasil Match Piala Dunia 2026 Hari Ini: Rekap Semua Pertandingan dan Update Klasemen

baca juga: 7 Tips Mudik Nyaman Saat Puasa Agar Tetap Sehat

Giliran Jalur Wisata Setelah Lebaran

Kebijakan ini nggak cuma buat jalur mudik aja. Buat kamu yang hobi jalan-jalan pasca-Lebaran, siap-siap ya. Jalur wisata seperti Bandung–Lembang dan wilayah Puncak juga bakal menerapkan aturan serupa.

Bedanya, transportasi tradisional di jalur wisata ini bakal libur selama seminggu setelah hari H Lebaran. Tujuannya jelas: biar wisatawan nggak terjebak macet total saat liburan.

Pesan Khusus Soal THR

Di sela-sela pengumuman ini, Dedi Mulyadi juga sempat memberikan pesan buat warga yang lagi puasa dan sudah pegang THR:

  • Buat yang sudah cair THR-nya: Selamat ya! Tapi ingat, jangan langsung dihabiskan semua. Lebaran masih panjang, jadi harus pintar-pintar kelola uang.
  • Buat yang belum cair: Sabar dulu, pasti bakal masuk ke kantong kok.

baca juga: Mahasiswa Pendidikan Olahraga Teknokrat Kampus Terbaik di Lampung Raih Perak Fighter of Road to PON Beladiri 2025

Intinya, Pak Gubernur mengajak kita semua untuk tetap menjaga semangat kebersamaan menjelang Idul Fitri, baik bagi yang menjalankan ibadah puasa maupun yang tidak.

penulis: ridho

Post Comment