Produk Bersama: Contoh Soal dan Cara Menentukan Biaya Produksi

Produk bersama atau joint product merupakan konsep penting dalam ekonomi mikro, akuntansi biaya, dan manajemen produksi. Produk ini muncul ketika sebuah proses produksi menghasilkan lebih dari satu produk sekaligus. Pada tahap awal, produk-produk ini tidak dapat dipisahkan dan baru bisa dipisahkan pada titik tertentu yang disebut split-off point. Produk bersama sering ditemukan pada industri pertanian, petrokimia, pengolahan minyak, dan industri pengolahan makanan. Contoh nyata produk bersama antara lain minyak kelapa sawit dan kernel (inti sawit), daging sapi dan kulit, serta gas etilen dan propilen pada industri petrokimia.

Baca juga:Strategi Cepat Menyelesaikan Contoh Soal Kilometer dengan

Memahami produk bersama penting karena berhubungan langsung dengan penentuan biaya produksi, alokasi biaya bersama, dan pengambilan keputusan untuk memproses lebih lanjut atau menjual langsung. Pada artikel ini, Anda akan menemukan penjelasan lengkap tentang produk bersama, metode menentukan biaya produksi, serta contoh soal dan pembahasannya yang bisa membantu Anda memahami konsep ini secara mendalam.

Pengertian Produk Bersama (Joint Product)

Produk bersama adalah dua atau lebih produk yang dihasilkan dari satu proses produksi yang sama dan tidak dapat dipisahkan pada tahap awal. Pada titik split-off point, produk-produk tersebut mulai dapat dipisahkan. Biaya yang terjadi sebelum split-off point disebut biaya bersama (joint cost). Biaya bersama ini tidak bisa langsung ditetapkan pada masing-masing produk tanpa metode alokasi tertentu. Setelah split-off point, jika ada biaya tambahan untuk memproses produk lebih lanjut, biaya tersebut disebut biaya pemisahan atau separable cost.

🔖 Baca juga:
Belajar Gizi dan Diet: Soal Praktis dan Jawaban Lengkap

Contoh Produk Bersama dalam Kehidupan Nyata

Beberapa contoh produk bersama yang umum dijumpai antara lain minyak kelapa sawit dan kernel, daging sapi dan kulit, serta produk kimia seperti etilen dan propilen. Pada industri pengolahan minyak kelapa sawit, proses ekstraksi menghasilkan minyak sawit mentah (CPO) dan inti sawit (kernel). Keduanya memiliki nilai jual dan diproses lebih lanjut menjadi produk turunan. Contoh lain adalah industri pengolahan daging, di mana daging sebagai produk utama dan kulit sebagai produk sampingan memiliki nilai ekonomis. Produk bersama juga sering ditemukan pada industri petrokimia, seperti gas etilen dan propilen yang dihasilkan dari proses pemecahan minyak bumi.

Mengapa Produk Bersama Penting dalam Ekonomi Mikro?

Produk bersama penting karena memengaruhi perhitungan biaya produksi dan keputusan bisnis. Dalam ekonomi mikro, perusahaan harus menentukan bagaimana mengalokasikan biaya bersama agar dapat menghitung harga pokok dan laba masing-masing produk. Selain itu, perusahaan juga harus memutuskan apakah produk harus diproses lebih lanjut atau dijual langsung pada split-off point. Keputusan ini bergantung pada biaya tambahan dan peningkatan harga jual yang mungkin diperoleh setelah pemrosesan lebih lanjut.

Cara Menentukan Biaya Produksi pada Produk Bersama

Menentukan biaya produksi pada produk bersama melibatkan alokasi biaya bersama ke masing-masing produk. Ada beberapa metode yang umum digunakan, yaitu metode nilai pasar relatif, metode nilai pasar neto (NRV), dan metode physical measure. Berikut penjelasan singkat masing-masing metode.

Metode nilai pasar relatif
Metode ini mengalokasikan biaya bersama berdasarkan proporsi nilai pasar masing-masing produk pada split-off point. Produk dengan nilai pasar lebih besar akan menanggung porsi biaya yang lebih besar.

Metode nilai pasar neto (NRV)
Metode NRV mengalokasikan biaya berdasarkan nilai pasar setelah dikurangi biaya pemisahan. Metode ini cocok ketika produk memerlukan proses lebih lanjut setelah split-off point.

Metode physical measure
Metode ini mengalokasikan biaya berdasarkan ukuran fisik seperti berat, volume, atau jumlah unit. Metode ini sederhana namun kadang tidak mencerminkan nilai ekonomis produk.

Langkah-Langkah Menentukan Biaya Produksi Produk Bersama

Berikut langkah umum yang bisa digunakan untuk menentukan biaya produksi produk bersama:

  1. Identifikasi produk bersama dan split-off point.
  2. Hitung total biaya bersama yang terjadi sebelum split-off point.
  3. Tentukan metode alokasi biaya yang paling tepat (nilai pasar relatif, NRV, atau physical measure).
  4. Hitung proporsi alokasi biaya berdasarkan metode yang dipilih.
  5. Alokasikan biaya bersama ke masing-masing produk.
  6. Tambahkan biaya pemisahan (jika ada) untuk mendapatkan total biaya produksi per produk.
  7. Hitung harga pokok per unit dan analisis profitabilitas.

Contoh Soal Produk Bersama dan Pembahasannya

Berikut contoh soal produk bersama yang sering muncul dalam ujian ekonomi mikro atau akuntansi biaya. Setiap soal dilengkapi pembahasan untuk memudahkan pemahaman.

Soal 1: Alokasi Biaya dengan Metode Nilai Pasar Relatif
Perusahaan A menghasilkan dua produk bersama, X dan Y. Produksi X 3.000 unit dengan harga jual Rp 40.000 per unit. Produksi Y 2.000 unit dengan harga jual Rp 60.000 per unit. Biaya bersama sebesar Rp 120.000.000. Tentukan biaya produksi per unit untuk masing-masing produk.

Pembahasan
Nilai pasar X = 3.000 × 40.000 = 120.000.000
Nilai pasar Y = 2.000 × 60.000 = 120.000.000
Total nilai pasar = 240.000.000

Proporsi X = 120/240 = 0,5
Proporsi Y = 0,5

Biaya bersama X = 0,5 × 120.000.000 = 60.000.000
Biaya bersama Y = 60.000.000

Harga pokok per unit X = 60.000.000 / 3.000 = Rp 20.000
Harga pokok per unit Y = 60.000.000 / 2.000 = Rp 30.000

Soal 2: Alokasi Biaya dengan Metode Physical Measure
Perusahaan B menghasilkan produk bersama A dan B. Produksi A 5.000 kg dan B 3.000 kg. Biaya bersama Rp 80.000.000. Hitung biaya produksi per kg masing-masing produk.

Pembahasan
Total produksi fisik = 5.000 + 3.000 = 8.000 kg
Proporsi A = 5.000/8.000 = 0,625
Proporsi B = 0,375

Biaya bersama A = 0,625 × 80.000.000 = 50.000.000
Biaya bersama B = 30.000.000

Biaya per kg A = 50.000.000 / 5.000 = Rp 10.000
Biaya per kg B = 30.000.000 / 3.000 = Rp 10.000

Soal 3: Alokasi Biaya dengan Metode NRV
Perusahaan C menghasilkan produk bersama M dan N. Data: produksi M 1.000 unit, harga jual setelah proses Rp 70.000/unit, biaya pemisahan 5.000.000; produksi N 2.000 unit, harga jual setelah proses Rp 50.000/unit, biaya pemisahan 4.000.000; biaya bersama 90.000.000. Tentukan biaya produksi per unit menggunakan metode NRV.

Pembahasan
NRV M = (1.000 × 70.000) − 5.000.000 = 65.000.000
NRV N = (2.000 × 50.000) − 4.000.000 = 96.000.000
Total NRV = 161.000.000

Proporsi M = 65/161 = 0,4037
Proporsi N = 96/161 = 0,5963

Biaya bersama M = 0,4037 × 90.000.000 = 36.333.333
Biaya bersama N = 53.666.667

Total biaya M = 36.333.333 + 5.000.000 = 41.333.333
Total biaya N = 53.666.667 + 4.000.000 = 57.666.667

Biaya per unit M = 41.333.333 / 1.000 = Rp 41.333
Biaya per unit N = 57.666.667 / 2.000 = Rp 28.833

Soal 4: Keputusan Memproses Lebih Lanjut
Perusahaan D menghasilkan produk bersama P. Jika dijual pada split-off point, harga jual Rp 120.000/unit. Jika diproses lebih lanjut, biaya tambahan Rp 30.000/unit dan harga jual menjadi Rp 150.000/unit. Apakah perusahaan harus memproses lebih lanjut?

Pembahasan
Keuntungan jika dijual langsung = 120.000
Keuntungan jika diproses lanjut = 150.000 − 30.000 = 120.000
Karena keuntungan sama, keputusan memproses lanjut tidak memberikan tambahan keuntungan. Perusahaan dapat mempertimbangkan faktor lain seperti kapasitas produksi.

Soal 5: Menghitung Laba Produk Bersama
Perusahaan E menghasilkan produk bersama X dan Y. Data: produksi X 2.000 unit, harga jual 45.000/unit, biaya pemisahan 3.000.000; produksi Y 1.500 unit, harga jual 55.000/unit, biaya pemisahan 2.000.000; biaya bersama 70.000.000. Hitung laba masing-masing produk menggunakan metode nilai pasar relatif.

Pembahasan
Nilai pasar X = 2.000 × 45.000 = 90.000.000
Nilai pasar Y = 1.500 × 55.000 = 82.500.000
Total = 172.500.000

Proporsi X = 90/172.5 = 0,5217
Proporsi Y = 82.5/172.5 = 0,4783

Biaya bersama X = 0,5217 × 70.000.000 = 36.517.241
Biaya bersama Y = 33.482.759

Total biaya X = 36.517.241 + 3.000.000 = 39.517.241
Total biaya Y = 33.482.759 + 2.000.000 = 35.482.759

Pendapatan X = 90.000.000
Pendapatan Y = 82.500.000

Laba X = 50.482.759
Laba Y = 47.017.241

Soal 6: Harga Pokok Per Unit dengan Metode Physical Measure
Perusahaan F menghasilkan produk bersama A dan B. Produksi A 6.000 kg, B 4.000 kg, biaya bersama 100.000.000. Hitung biaya produksi per kg masing-masing produk.

Pembahasan
Total produksi fisik = 10.000 kg
Proporsi A = 0,6
Proporsi B = 0,4

Biaya bersama A = 60.000.000
Biaya bersama B = 40.000.000

Biaya per kg A = 60.000.000 / 6.000 = 10.000
Biaya per kg B = 40.000.000 / 4.000 = 10.000

Soal 7: Alokasi Biaya dengan NRV dan Keputusan Produk
Perusahaan G menghasilkan produk bersama M dan N. Data: produksi M 3.000 unit, harga jual setelah proses Rp 35.000/unit, biaya pemisahan 6.000.000; produksi N 2.000 unit, harga jual setelah proses Rp 50.000/unit, biaya pemisahan 4.000.000; biaya bersama 80.000.000. Tentukan biaya produksi per unit dan tentukan produk mana yang lebih menguntungkan.

Pembahasan
NRV M = (3.000 × 35.000) − 6.000.000 = 99.000.000
NRV N = (2.000 × 50.000) − 4.000.000 = 96.000.000
Total NRV = 195.000.000

Proporsi M = 99/195 = 0,5077
Proporsi N = 96/195 = 0,4923

Biaya bersama M = 0,5077 × 80.000.000 = 40.615.385
Biaya bersama N = 39.384.615

Total biaya M = 46.615.385
Total biaya N = 43.384.615

Biaya per unit M = 46.615.385 / 3.000 = 15.538
Biaya per unit N = 43.384.615 / 2.000 = 21.692

Produk M lebih menguntungkan karena biaya per unit lebih rendah dan margin lebih besar dibanding N.

Soal 8: Menentukan Harga Pokok dan Laba Total
Perusahaan H menghasilkan produk bersama X dan Y. Data: produksi X 4.000 unit, harga jual 28.000/unit, biaya pemisahan 5.000.000; produksi Y 3.000 unit, harga jual 40.000/unit, biaya pemisahan 4.000.000; biaya bersama 90.000.000. Hitung harga pokok per unit dan laba total.

Pembahasan
Nilai pasar X = 112.000.000
Nilai pasar Y = 120.000.000
Total = 232.000.000

Proporsi X = 112/232 = 0,4828
Proporsi Y = 0,5172

Biaya bersama X = 43.452.000
Biaya bersama Y = 46.548.000

Total biaya X = 48.452.000
Total biaya Y = 50.548.000

Biaya per unit X = 48.452.000 / 4.000 = 12.113
Biaya per unit Y = 50.548.000 / 3.000 = 16.849

Pendapatan X = 112.000.000
Pendapatan Y = 120.000.000

Laba X = 63.548.000
Laba Y = 69.452.000
Laba total = 133.000.000

Soal 9: Studi Kasus Biaya Bersama
Perusahaan I memproduksi produk bersama A dan B. Data: produksi A 5.000 unit, harga jual 22.000/unit, biaya pemisahan 4.000.000; produksi B 2.000 unit, harga jual 60.000/unit, biaya pemisahan 3.000.000; biaya bersama 80.000.000. Hitung biaya produksi per unit dan tentukan keputusan memproses lebih lanjut.

Pembahasan
NRV A = (5.000 × 22.000) − 4.000.000 = 110.000.000 − 4.000.000 = 106.000.000
NRV B = (2.000 × 60.000) − 3.000.000 = 120.000.000 − 3.000.000 = 117.000.000
Total NRV = 223.000.000

Proporsi A = 106/223 = 0,4753
Proporsi B = 0,5247

Biaya bersama A = 38.022.000
Biaya bersama B = 41.978.000

Total biaya A = 42.022.000
Total biaya B = 44.978.000

Biaya per unit A = 8.404
Biaya per unit B = 22.489

Keputusan memproses lebih lanjut tergantung margin setelah biaya tambahan dibandingkan dengan nilai di split-off point.

Soal 10: Kesimpulan Analisis Produk Bersama
Perusahaan J menghasilkan produk bersama X dan Y. Data: produksi X 6.000 unit, harga jual 25.000/unit, biaya pemisahan 6.000.000; produksi Y 4.000 unit, harga jual 45.000/unit, biaya pemisahan 5.000.000; biaya bersama 100.000.000. Hitung biaya produksi per unit dan jelaskan langkah-langkah analisisnya.

Pembahasan
Nilai pasar X = 150.000.000
Nilai pasar Y = 180.000.000
Total = 330.000.000

Proporsi X = 150/330 = 0,4545
Proporsi Y = 0,5455

Biaya bersama X = 45.454.545
Biaya bersama Y = 54.545.455

Total biaya X = 51.454.545
Total biaya Y = 59.545.455

Biaya per unit X = 8.576
Biaya per unit Y = 14.886

Langkah analisis: identifikasi split-off point, pilih metode alokasi biaya, hitung biaya bersama, tambah biaya pemisahan, tentukan biaya per unit dan margin keuntungan.

Baca juga:Universitas Teknokrat Indonesia, Kampus Terbaik di Lampung Raih Peringkat Terbaik PTN/PTS di Indonesia versi Webometrics

Kesimpulan

Produk bersama adalah konsep yang sangat penting dalam ekonomi mikro dan akuntansi biaya. Untuk menentukan biaya produksi, perusahaan harus melakukan alokasi biaya bersama dengan metode yang tepat seperti nilai pasar relatif, NRV, atau physical measure. Setelah biaya dialokasikan, perusahaan dapat menghitung harga pokok per unit dan menentukan profitabilitas masing-masing produk. Selain itu, perusahaan juga harus mempertimbangkan keputusan memproses lebih lanjut atau menjual langsung pada split-off point. Artikel ini telah menyajikan contoh soal produk bersama beserta cara menentukan biaya produksi yang mudah dipahami. Dengan memahami konsep dan latihan soal secara rutin, Anda akan lebih siap menghadapi ujian dan tugas terkait produk bersama.

Penulis:Loveytha

Post Comment