Sekolapedia – 28 Oktober 2026 | Dunia sepak bola profesional sering kali menyajikan persaingan ketat di atas lapangan hijau. Namun, ketika para atlet melepas sepatu bola mereka, banyak dari mereka yang beralih ke konsol gim untuk mencari hiburan dan pelarian dari tekanan kompetisi tingkat tinggi. Salah satu bintang lapangan yang hobi menghabiskan waktu luangnya dengan bermain video gim adalah penyerang andalan Manchester City, Erling Haaland. Baru-baru ini, pemain tim nasional Norwegia tersebut membuat sebuah pengakuan jujur yang cukup menggelitik, di mana Erling Haaland Ngaku Gaya Mainnya di Call of Duty Pasti Dibenci Gamer.
Sebagai seorang atlet kelas dunia, Haaland dikenal memiliki insting tajam, kecepatan luar biasa, dan determinasi tinggi saat menjebol gawang lawan. Karakter agresif ini ternyata tidak sepenuhnya tercermin ketika ia memainkan salah satu waralaba penembak orang pertama (FPS) paling populer di dunia, Call of Duty. Alih-alih maju menyerang barisan musuh secara frontal seperti yang sering ia lakukan di lapangan sepak bola, Haaland justru memilih pendekatan taktis yang cenderung defensif dan penuh kesabaran.
Dalam sebuah sesi bincang-bincang santai mengenai hobi digitalnya, sang bomber mengungkapkan bahwa gaya permainannya di dalam gim sangat mungkin memicu kejengkelan dari para pemain lain di seluruh dunia. Ungkapan bahwa Erling Haaland Ngaku Gaya Mainnya di Call of Duty Pasti Dibenci Gamer merujuk pada kebiasaannya yang lebih sering bersembunyi dan menunggu musuh datang menghampiri. Strategi *camping* atau berdiam diri di sudut ruangan yang minim risiko ini tentu merupakan musuh utama bagi para gamer kompetitif yang menyukai aksi tembak-menembak berkecepatan tinggi.
Bagi sebagian besar komunitas gamer, gaya bermain pasif seperti yang diakui Haaland sering kali dianggap sebagai cara yang kurang sportif atau menyebalkan untuk meraih kemenangan. Pemain yang gemar bergerak aktif dan menjelajahi peta permainan biasanya akan merasa frustrasi ketika harus menghadapi lawan yang sabar menanti di balik bayangan. Meskipun demikian, bagi seorang atlet profesional yang setiap hari dituntut untuk selalu mengambil risiko di lapangan hijau, bermain secara hati-hati di dunia virtual mungkin menjadi bentuk relaksasi yang sangat kontras namun menyenangkan.
Kecintaan Haaland terhadap dunia gim bukanlah hal baru. Ia sering kali membagikan momen-momen saat dirinya bermain konsol bersama rekan-rekan setimnya atau teman masa kecilnya. Industri gim modern memang telah menjadi bagian integral dari gaya hidup para atlet profesional modern sebagai sarana melepas penat di tengah jadwal pertandingan yang sangat padat. Pengakuan blak-blakan mengenai taktik virtualnya ini menunjukkan sisi lain dari seorang bintang lapangan yang tetap bisa bersikap santai dan menertawakan kebiasaan bermainnya sendiri.
Pada akhirnya, terlepas dari apakah strategi bersembunyinya disukai atau dibenci oleh komunitas daring, Erling Haaland tetaplah sosok yang menikmati waktu istirahatnya dengan cara yang ia sukai. Pengakuan terbuka ini tidak hanya memberikan hiburan tersendiri bagi para penggemarnya, tetapi juga memperlihatkan bahwa di balik ketajamannya sebagai mesin pencetak gol, ia tetaplah seorang gamer biasa yang menikmati sensasi keseruan dan gelak tawa di dunia digital.
Menghabiskan waktu dengan bermain gim terbukti menjadi salah satu terapi mental yang efektif bagi para atlet elite untuk menjaga keseimbangan hidup mereka. Dengan segala kesibukan di dunia olahraga profesional, momen santai di depan layar kaca memberikan kebebasan bagi Haaland untuk menjadi siapa saja, bahkan seorang pemain yang bersembunyi demi meraih kemenangan.
