Sekolapedia – 07 Oktober 2026 | Pelaksanaan Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan atau akgtk tahun 2026 menjadi momentum krusial bagi dunia pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama. Program ini bukan sekadar ujian rutin, melainkan instrumen strategis untuk memetakan kompetensi pedagogik dan profesional guru di jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA). Melalui asesmen ini, pemerintah berupaya memastikan bahwa kualitas pendidik selaras dengan peningkatan prestasi peserta didik di era digital.
Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, rangkaian asesmen ini berlangsung mulai tanggal 5 hingga 9 Oktober 2026. Bagi para pendidik di bidang spesifik seperti Fisika, Kimia, dan IPA, ujian dijadwalkan pada Jumat, 9 Oktober 2026, mulai pukul 07.30 hingga 10.30 WIB. Mengingat materi Kimia termasuk dalam kelompok STEM, para peserta diharapkan melakukan persiapan matang melalui penguasaan konsep, kemampuan hitung, hingga penalaran kimia agar dapat menghadapi soal-soal berbasis aplikasi dalam pembelajaran.
Untuk memastikan kelancaran teknis, Kementerian Agama telah menyediakan sistem pengecekan mandiri bagi seluruh peserta. Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk mengecek akun ujian melalui portal resmi:
- Akses laman resmi EMIS GTK melalui alamat https://emisgtk.kemenag.go.id.
- Login menggunakan akun yang telah terdaftar secara aktif.
- Setelah masuk ke dashboard, klik menu DIKLAT pada bilah navigasi utama.
- Pilih sub-menu PKB, kemudian klik opsi AKGTK.
- Sistem akan menampilkan data kepesertaan, termasuk email, username, dan password.
- Klik opsi Lihat untuk menampilkan password secara lengkap.
- Catat jadwal pelaksanaan dan simpan informasi tersebut untuk keperluan cetak kartu ujian.
Di tingkat daerah, semangat menghadapi akgtk ini juga digaungkan oleh para pejabat pendidikan. Kepala Kemenag Kabupaten Garut, H. Hamzah Rukmana, menekankan pentingnya guru untuk tetap melek teknologi. Beliau mengingatkan agar tidak terjadi kesenjangan digital antara guru dan siswa. Menurutnya, perkembangan zaman menuntut guru untuk terus belajar dan menyesuaikan diri dengan penggunaan perangkat serta aplikasi digital agar proses pendampingan siswa tetap efektif.
Namun, di balik urgensi peningkatan kualitas ini, muncul tantangan besar terkait kesiapan infrastruktur digital. Implementasi akgtk yang berbasis teknologi menuntut ekosistem yang stabil. Beberapa poin kritis yang menjadi perhatian adalah validitas data pada aplikasi EMIS GTK, kesiapan perangkat keras, hingga kestabilan jaringan internet di berbagai wilayah. Jangan sampai asesmen yang bertujuan mengukur kompetensi guru justru berubah menjadi ujian terhadap kesiapan perangkat dan koneksi internet.
Para pengamat pendidikan menyarankan agar simulasi dan uji coba dilakukan secara mendalam sebelum hari pelaksanaan. Hal ini penting untuk meminimalisir kendala teknis yang dapat merugikan peserta. Kualitas sebuah asesmen tidak hanya ditentukan oleh bobot soal yang diberikan, tetapi juga oleh kualitas ekosistem pelaksanaannya, mulai dari akurasi data hingga mekanisme penanganan gangguan sistem yang jelas.
Sebagai kesimpulan, pelaksanaan akgtk 2026 adalah langkah progresif Kementerian Agama dalam melakukan pemetaan kompetensi SDM secara objektif sesuai dengan Keputusan Menteri Agama Nomor 694 Tahun 2025. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi antara kesiapan mental guru dalam menguasai teknologi, validitas data administratif, serta dukungan infrastruktur digital yang mumpuni di seluruh pelosok madrasah.



Post Comment