Contoh Soal Psikotes Logika Aritmatika dan Deret Angka Lengkap dengan Pembahasan

Contoh Soal Psikotes Logika Aritmatika dan Deret Angka Lengkap dengan Pembahasan

Psikotes menjadi salah satu tahapan yang sering digunakan dalam proses seleksi kerja, rekrutmen perusahaan, maupun seleksi masuk ke lembaga tertentu. Salah satu jenis psikotes yang cukup sering muncul adalah tes logika aritmatika dan deret angka. Tes ini digunakan untuk mengukur kemampuan seseorang dalam memahami pola, menghitung, menganalisis hubungan angka, serta mengambil kesimpulan berdasarkan informasi yang tersedia.

Bagi peserta yang belum terbiasa mengerjakan soal psikotes, deret angka terkadang terlihat sulit karena pola yang digunakan tidak selalu sederhana. Namun, dengan latihan secara rutin, peserta dapat mengenali pola angka dengan lebih cepat.

Artikel ini membahas contoh soal psikotes logika aritmatika dan deret angka, lengkap dengan jawaban dan pembahasannya.

Apa Itu Psikotes Logika Aritmatika dan Deret Angka?

Psikotes logika aritmatika merupakan jenis tes yang berisi permasalahan angka dan membutuhkan kemampuan berpikir logis untuk menemukan jawaban. Sementara itu, deret angka biasanya menyajikan beberapa angka yang memiliki pola tertentu dan peserta diminta menentukan angka berikutnya.

Contohnya:

2, 4, 6, 8, 10, …

Pola pada deret tersebut adalah penambahan angka 2. Jadi, angka berikutnya adalah 12.

Walaupun contoh tersebut sederhana, dalam psikotes sebenarnya pola yang digunakan dapat lebih kompleks, seperti perkalian, pembagian, pengurangan, kombinasi operasi, atau pola selang-seling.

Contoh Soal Psikotes Deret Angka

Soal 1

Tentukan angka berikutnya:

3, 6, 9, 12, 15, …

A. 16
B. 17
C. 18
D. 19
E. 20

Jawaban: C. 18

Pembahasan:
Setiap angka bertambah 3.

3 + 3 = 6
6 + 3 = 9
9 + 3 = 12
12 + 3 = 15

Maka:

15 + 3 = 18


Soal 2

5, 10, 20, 40, 80, …

A. 100
B. 120
C. 140
D. 160
E. 180

Jawaban: D. 160

Pembahasan:
Setiap angka dikalikan 2.

5 × 2 = 10
10 × 2 = 20
20 × 2 = 40
40 × 2 = 80

Maka:

80 × 2 = 160


Soal 3

100, 90, 80, 70, 60, …

A. 40
B. 45
C. 50
D. 55
E. 65

Jawaban: C. 50

Pembahasan:
Pola yang digunakan adalah pengurangan 10 pada setiap angka.

100 − 10 = 90
90 − 10 = 80
80 − 10 = 70
70 − 10 = 60

Jadi:

60 − 10 = 50


Soal 4

2, 6, 12, 20, 30, …

A. 36
B. 40
C. 42
D. 44
E. 46

Jawaban: C. 42

Pembahasan:
Perhatikan selisih setiap angka:

2 → 6 = +4
6 → 12 = +6
12 → 20 = +8
20 → 30 = +10

Selisihnya bertambah 2. Berikutnya adalah +12.

30 + 12 = 42


Soal 5

1, 4, 9, 16, 25, …

A. 30
B. 32
C. 34
D. 36
E. 40

Jawaban: D. 36

Pembahasan:
Deret tersebut merupakan bilangan kuadrat:

1² = 1
2² = 4
3² = 9
4² = 16
5² = 25

Maka angka berikutnya:

6² = 36

Contoh Soal Logika Aritmatika

Selain deret angka, psikotes juga dapat memberikan soal logika aritmatika dalam bentuk perhitungan sederhana yang membutuhkan ketelitian.

Soal 6

Jika 4 buku berharga Rp20.000, berapa harga 7 buku dengan harga yang sama?

A. Rp30.000
B. Rp32.000
C. Rp35.000
D. Rp38.000
E. Rp40.000

Jawaban: C. Rp35.000

Pembahasan:

Harga satu buku:

Rp20.000 ÷ 4 = Rp5.000

Harga 7 buku:

7 × Rp5.000 = Rp35.000


Soal 7

Sebuah kendaraan menempuh jarak 60 km dalam waktu 2 jam. Jika kecepatannya tetap, berapa jarak yang ditempuh dalam 5 jam?

A. 120 km
B. 130 km
C. 140 km
D. 150 km
E. 160 km

Jawaban: D. 150 km

Pembahasan:

Kecepatan:

60 ÷ 2 = 30 km/jam

Dalam 5 jam:

30 × 5 = 150 km


Soal 8

Jika 8 pekerja dapat menyelesaikan suatu pekerjaan dalam 12 hari, secara sederhana berapa hari yang dibutuhkan 4 pekerja dengan kemampuan kerja yang sama?

A. 6 hari
B. 12 hari
C. 18 hari
D. 24 hari
E. 30 hari

Jawaban: D. 24 hari

Pembahasan:

Jumlah pekerja berkurang dari 8 menjadi 4, atau menjadi setengahnya. Dengan asumsi jumlah pekerjaan dan produktivitas setiap pekerja sama, waktu pengerjaan menjadi dua kali lebih lama.

12 × 2 = 24 hari.

Cara Cepat Mengerjakan Deret Angka

Agar dapat mengerjakan soal psikotes deret angka dengan lebih cepat, jangan langsung mencari jawaban secara acak. Perhatikan hubungan antarangka terlebih dahulu.

1. Periksa Selisih Antarangka

Kurangkan angka kedua dengan angka pertama, kemudian lanjutkan ke angka berikutnya.

Misalnya:

7, 10, 13, 16, …

Selisihnya selalu +3. Jadi angka berikutnya adalah 19.

2. Periksa Perkalian atau Pembagian

Jika selisih tidak menunjukkan pola yang jelas, coba perhatikan apakah angka dikalikan atau dibagi.

Contoh:

3, 6, 12, 24, …

Pola yang digunakan adalah ×2 sehingga jawabannya adalah 48.

3. Perhatikan Pola Selisih Bertingkat

Tidak semua deret memiliki selisih yang sama.

Contoh:

4, 7, 11, 16, 22, …

Selisihnya:

+3, +4, +5, +6

Maka selanjutnya +7.

22 + 7 = 29.

4. Cek Pola Bilangan Kuadrat

Beberapa soal menggunakan bilangan kuadrat.

Contohnya:

4, 9, 16, 25, 36, …

Deret tersebut berasal dari:

2², 3², 4², 5², 6².

Angka berikutnya adalah 7² = 49.

5. Perhatikan Pola Ganjil dan Genap

Ada juga soal yang menggunakan dua pola secara bergantian.

Contoh:

2, 5, 4, 10, 6, 15, …

Angka pada posisi ganjil membentuk pola 2, 4, 6, sedangkan posisi genap membentuk pola 5, 10, 15.

Dengan cara ini, peserta dapat menemukan angka berikutnya tanpa harus melihat seluruh deret sebagai satu pola.

Tips Menghadapi Psikotes Logika Aritmatika

Mengerjakan psikotes bukan hanya membutuhkan kemampuan berhitung, tetapi juga kecepatan dan ketelitian. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan:

Pertama, latihan secara rutin. Semakin sering mengerjakan soal, semakin cepat kemampuan mengenali pola angka.

Kedua, jangan terlalu lama pada satu soal. Jika menemukan soal yang sulit, lanjutkan terlebih dahulu ke soal berikutnya jika aturan tes memungkinkan.

Ketiga, gunakan coretan sederhana. Menuliskan selisih antarangka dapat membantu menemukan pola dengan lebih mudah.

Keempat, kuasai operasi hitung dasar. Penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian menjadi dasar dalam banyak soal psikotes.

Kelima, tetap teliti. Kesalahan kecil dalam menghitung selisih dapat membuat seluruh pola menjadi salah.

Kesimpulan

Contoh soal psikotes logika aritmatika dan deret angka dapat digunakan sebagai bahan latihan sebelum mengikuti tes psikologi. Jenis soal ini menguji kemampuan peserta dalam menemukan pola, melakukan perhitungan, berpikir logis, dan bekerja secara teliti dalam waktu tertentu.

Pola yang muncul dapat berupa penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, bilangan kuadrat, selisih bertingkat, hingga pola angka yang bergantian. Karena itu, peserta sebaiknya tidak hanya menghafalkan jenis soal, tetapi memahami cara menemukan pola di dalamnya.

Dengan latihan soal psikotes logika aritmatika dan deret angka secara rutin, peserta akan lebih terbiasa menghadapi berbagai bentuk soal dan dapat mengerjakannya dengan lebih percaya diri.

Penulis: Shofiya M.P

Post Comment