Sekolapedia – 25 September 2026 | Pergerakan harga bahan bakar minyak kembali menjadi sorotan masyarakat di tengah isu simpang siur yang beredar di media sosial. Memasuki akhir September 2026, dinamika harga bbm pertamina menunjukkan perbedaan yang signifikan antara produk nonsubsidi dan produk subsidi. Sementara sejumlah jenis BBM nonsubsidi mengalami penyesuaian harga ke atas, pemerintah memberikan kepastian terkait stabilitas harga untuk produk yang menyasar masyarakat luas.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Jumat (25/9/2026), sejumlah produk nonsubsidi mengalami kenaikan harga yang cukup terasa dibandingkan bulan Agustus sebelumnya. Penyesuaian ini menyasar jenis Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, Dexlite, dan Pertamina Dex. Langkah ini diambil oleh pihak Pertamina dengan mempertimbangkan berbagai aspek ekonomi, daya beli masyarakat, serta kondisi sosial yang ada.
Rincian Perubahan Harga BBM Nonsubsidi
Bagi konsumen yang menggunakan kendaraan dengan spesifikasi tinggi, perlu memperhatikan perubahan harga berikut ini, khususnya untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen seperti DKI Jakarta dan sekitarnya:
| Jenis BBM | Harga Baru (per Liter) | Harga Lama (per Liter) |
|---|---|---|
| Pertamax Turbo | Rp19.600 | Rp18.300 |
| Pertamax Green 95 | Rp19.150 | Rp16.600 |
| Dexlite | Rp23.700 | Rp19.700 |
| Pertamina Dex | Rp25.200 | Rp21.150 |
Meskipun terjadi kenaikan pada beberapa jenis, penting untuk dicatat bahwa harga bbm pertamina untuk jenis Pertamax 92 tetap stabil di angka Rp15.950 per liter. Hal ini memberikan sedikit ruang napas bagi pengguna kendaraan yang menggunakan jenis Pertamax reguler.
Klarifikasi Pemerintah Terkait Isu Kenaikan Pertalite
Di tengah kenaikan harga produk nonsubsidi, beredar kabar miring di media sosial mengenai rencana kenaikan harga BBM bersubsidi, khususnya Pertalite. Menanggapi hal tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara tegas membantah kabar tersebut dan menyebutnya sebagai hoaks.
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Ahmad Erani Yustika, menegaskan bahwa tidak ada rencana kenaikan harga Pertalite hingga akhir tahun 2026. Senada dengan hal tersebut, Juru Bicara Menteri ESDM, Dwi Anggia, menghimbau masyarakat agar lebih teliti dalam menyerap informasi dan tidak mudah terprovokasi oleh konten yang tidak bertanggung jawab. Pemerintah menjamin bahwa harga Pertalite akan tetap berada di level Rp10.000 per liter dan Biosolar di angka Rp6.800 per liter.
Pengawasan Distribusi dan Kondisi di Wilayah Makassar
Selain masalah harga, aspek distribusi juga menjadi perhatian serius pemerintah dan pihak Pertamina. Di Makassar, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bersama Polrestabes Makassar telah melakukan dialog dengan kelompok Cipayung Plus untuk memperkuat pengawasan penyaluran BBM dan LPG 3 Kg. Langkah ini bertujuan untuk memastikan energi bersubsidi tepat sasaran dan mencegah adanya pelanggaran oleh oknum penyalur.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, menyatakan bahwa kondisi pelayanan di Makassar saat ini sudah mulai normal. Salah satu strategi yang diterapkan adalah sistem cluster SPBU untuk penyaluran Solar guna mengatur arus kendaraan dan mencegah kepadatan di satu titik layanan tertentu.
Perbandingan dengan SPBU Swasta
Sebagai informasi tambahan bagi konsumen, harga diesel di SPBU swasta seperti BP-AKR, Vivo, dan Shell saat ini berada di kisaran Rp25.420 per liter. Hal ini menunjukkan bahwa tren harga untuk jenis diesel premium memang sedang mengalami pergerakan di pasar energi nasional.
Secara keseluruhan, meskipun terdapat kenaikan pada kategori nonsubsidi, stabilitas harga bbm pertamina untuk jenis subsidi tetap terjaga sesuai komitmen pemerintah. Masyarakat diharapkan tetap berpatokan pada informasi resmi dari pihak Pertamina maupun Kementerian ESDM guna menghindari kekeliruan informasi.



Post Comment