Sekolapedia – 25 September 2026 | Industri musik tanah air tengah diselimuti awan mendung setelah kabar duka mengenai berpulangnya musisi berbakat, aries budiman, menyebar luas ke publik. Drummer legendaris dari grup band rock alternatif Garasi ini dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu, 19 September 2026, meninggalkan luka mendalam bagi rekan sejawat, keluarga, dan para penggemar setianya di seluruh Indonesia.
Prosesi pemakaman almarhum berlangsung dengan penuh khidmat di TPU Depok, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Sukabumi, Jawa Barat. Kepergiannya di usia yang masih tergolong produktif, yakni 42 tahun, menjadi kehilangan besar bagi skena musik independen yang selama ini ia warnai dengan ketukan drum yang khas dan penuh energi.
Kenangan Manis dan Momen Bersejarah Bersama Garasi
Kehilangan ini dirasakan sangat berat oleh rekan satu grupnya. Fedi Nuril, aktor sekaligus gitaris Garasi, mengungkapkan rasa duka yang mendalam melalui media sosialnya. Ia mengenang momen pertemuan pertama mereka yang berkesan saat melakukan audisi untuk film berjudul “Garasi”. Fedi menyebutkan bahwa sosok aries budiman adalah pribadi yang sangat rendah hati dengan pembawaan yang sangat “nyunda”.
Salah satu memori yang paling membekas di ingatan Fedi adalah ketika ia pertama kali menyaksikan kemampuan teknis almarhum. Saat melakukan sesi jam bersama dengan membawakan lagu “American Idiot” milik Green Day, Fedi merasa takjub dengan skill drum almarhum yang luar biasa. Momen tersebut menjadi titik awal terbentuknya ikatan kuat antara Fedi, Aiu Ratna, dan Aries dalam proyek musik yang kemudian melahirkan grup band Garasi yang ikonik.
Selain rekan band, Aiu Ratna selaku vokalis juga turut mengantarkan sahabatnya ke peristirahatan terakhir. Dalam sebuah ungkapan emosional, Aiu menyatakan bahwa ketukan drum sang sahabat tidak akan pernah bisa tergantikan oleh siapa pun. Kehadiran mereka bertiga dalam proyek film hingga merilis tiga album telah menjadi bagian integral dari sejarah musik rock alternatif di tanah air.
Rekam Jejak Karier dan Prestasi Sang Maestro Drum
Perjalanan karier aries budiman bukanlah sebuah kebetulan, melainkan buah dari dedikasi dan talenta yang diasah sejak dini. Berikut adalah ringkasan perjalanan karier almarhum:
| Periode / Pencapaian | Detail Keterangan |
|---|---|
| Awal Era 2000-an | Meraih gelar Best Drummer di berbagai festival musik tingkat Sukabumi hingga skala nasional. |
| Karier Profesional | Dipercaya sebagai additional drummer untuk grup musik Omelette. |
| Tahun 2005 | Terlibat dalam proyek film “Garasi” produksi Miles Films yang menjadi titik balik kariernya. |
| Dedikasi Pendidikan | Mendirikan Aries Garasi Drum School untuk mewariskan ilmu menabuh drum kepada generasi muda. |
Selain sebagai musisi, almarhum juga sempat merambah dunia seni peran melalui film Garasi. Hal ini menunjukkan fleksibilitasnya sebagai seorang seniman yang mampu mengekspresikan diri melalui berbagai media pertunjukan.
Warisan yang Takkan Pernah Padam
Meski raga telah tiada, semangat dan ilmu yang ditinggalkan melalui Aries Garasi Drum School akan terus hidup. Para sahabat dan rekan musisi telah berkunjung ke sekolah drum tersebut untuk memberikan penghormatan terakhir. Mereka menegaskan bahwa identitas musik Garasi akan selalu memiliki ruang kosong yang ditinggalkan oleh sang drummer.
Kepergian aries budiman bukan hanya sekadar hilangnya seorang pemain drum, melainkan hilangnya salah satu pilar penting dalam perkembangan musik rock alternatif Indonesia. Dedikasinya terhadap musik dan kerendahhatiannya dalam berinteraksi dengan sesama musisi akan selalu dikenang sebagai inspirasi bagi para drummer muda di masa depan.
Selamat jalan, Aries. Ketukan drummu akan selalu bergema di hati kami semua.



Post Comment