Sekolapedia – 20 September 2026 | Kabar duka menyelimuti Provinsi Jawa Barat setelah mantan Gubernur periode 2003-2008, Danny Setiawan, dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu, 19 September 2026. Kepergian tokoh besar ini memicu gelombang simpati dari berbagai kalangan pemimpin daerah. Dalam suasana penuh haru, Dedi Mulyadi sebut Danny Setiawan berjasa dalam karir politiknya melalui dukungan terhadap gagasan-gagasan lokal yang ia usung sejak lama.
Almarhum disemayamkan di rumah duka yang berlokasi di Jalan Anggrek, Kota Bandung, sebelum nantinya diberangkatkan untuk dimakamkan di wilayah Kabupaten Purwakarta. Kabar wafatnya Danny Setiawan pertama kali diumumkan secara resmi oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melalui media sosial pribadinya. Dedi menyampaikan belasungkawa yang mendalam dan mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Dukungan Nyata bagi Gagasan Lokal
Dalam momen penghormatan terakhir, Dedi Mulyadi mengenang sosok Danny Setiawan bukan hanya sebagai mantan atasan, melainkan sebagai mentor yang sangat terbuka terhadap pemikiran anak muda. Dedi Mulyadi sebut Danny Setiawan berjasa dalam karir politiknya karena keterbukaan almarhum dalam merespons ide-ide inovatif saat ia masih menjabat sebagai Wakil Bupati Purwakarta.
Dedi menceritakan bahwa hubungan komunikasi mereka telah terjalin sejak awal tahun 2000-an. Saat itu, Danny Setiawan masih menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat. Salah satu momen krusial yang diingat Dedi adalah ketika ia mengajukan ide mengenai pendidikan berbasis kearifan lokal. Danny Setiawan memberikan respons positif yang kemudian mewujudkan berdirinya sekolah berbasis kesundaan, yakni SDK Kahuripan Padjadjaran.
“Saya dengan Pak Danny Setiawan itu kenal lama ya, sejak saya masih Wakil Bupati dan beliau Sekretaris Daerah, kemudian terpilih jadi Gubernur. Waktu itu, sebagai wakil bupati, tentu saya punya keterbatasan dalam mewujudkan ide. Namun, salah satu ide saya yang direspons dan berwujud nyata adalah sekolah berbasis kesundaan,” ungkap Dedi saat mengunjungi rumah duka di Bandung.
Warisan Kepemimpinan dan Kedekatan dengan Rakyat
Selain Dedi Mulyadi, mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) juga hadir untuk memberikan penghormatan terakhir. Bagi Aher, Danny Setiawan adalah sosok senior sekaligus pendahulu yang telah meletakkan fondasi kepemimpinan yang kuat di Jawa Barat. Aher, yang menjabat selama dua periode (2008-2018), mengakui bahwa keberlanjutan pemerintahannya tidak lepas dari estafet kepemimpinan yang ditinggalkan oleh Danny.
Aher menggambarkan Danny sebagai pemimpin yang sangat ramah dan memiliki kedekatan emosional dengan berbagai lapisan masyarakat. Karakteristik utama almarhum yang selalu diingat adalah kemampuannya merangkul berbagai elemen, mulai dari tokoh masyarakat, ulama, organisasi kemasyarakatan, hingga lingkungan pesantren. Hal inilah yang membuat sosok Danny Setiawan tetap dikenang dengan hangat oleh warga Jawa Barat.
Dedi Mulyadi sebut Danny Setiawan berjasa dalam karir politiknya melalui teladan kepemimpinan yang inklusif. Dedi meyakini bahwa Danny adalah seorang ahli kebaikan yang telah banyak memberikan karya nyata bagi kemajuan Jawa Barat, baik saat ia mengemban amanah sebagai Sekda maupun saat menjabat sebagai Gubernur.
Profil Singkat Kepemimpinan Danny Setiawan
Berikut adalah ringkasan masa jabatan dan peran penting almarhum dalam sejarah pemerintahan Jawa Barat:
| Jabatan | Periode | Kontribusi Utama |
|---|---|---|
| Sekretaris Daerah Jabar | Sebelum 2003 | Administrasi dan stabilitas pemerintahan provinsi. |
| Gubernur Jawa Barat | 2003 – 2008 | Pembangunan infrastruktur dan penguatan identitas budaya lokal. |
Kehilangan ini merupakan kehilangan besar bagi Tanah Pasundan. Banyak pihak merasa bahwa semangat kepemimpinan Danny yang merakyat dan bijaksana akan selalu menjadi inspirasi bagi para pemimpin masa depan. Melalui kenangan akan dedikasinya, Dedi Mulyadi sebut Danny Setiawan berjasa dalam karir politiknya dengan membuka jalan bagi gagasan-gagasan yang memajukan budaya daerah.
Dengan wafatnya sang pemimpin, Jawa Barat kehilangan salah satu putra terbaiknya yang telah mendedikasikan hidupnya untuk kemajuan provinsi. Semoga segala amal ibadah almarhum diterima dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi masa sulit ini.



Post Comment