Solusi Macet Berastagi! Pemprov Sumut Siapkan Jalur Alternatif Wisata, Target Rampung 2029

Solusi Macet Berastagi! Pemprov Sumut Siapkan Jalur Alternatif Wisata, Target Rampung 2029

Sekolapedia – 03 September 2026 | Kemacetan kronis di jalur menuju dataran tinggi Karo seringkali menjadi keluhan utama para wisatawan. Menanggapi hal tersebut, muncul Kabar Terbaru Jalan Tol Medan–Berastagi dan Jalan Alternatif Sudah Ditarget Gubernur Sumut [titlebase] sebagai langkah strategis pemerintah daerah untuk mengurai kepadatan lalu lintas. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kini tengah menyiapkan proyek jalur alternatif yang akan difokuskan khusus bagi kendaraan wisata guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan perjalanan.

Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menyampaikan bahwa meskipun pembangunan jalan tol Medan-Berastagi tetap diperjuangkan agar masuk dalam blueprint perencanaan nasional di Bappenas, Pemprov Sumut tidak ingin menunggu terlalu lama. Sebagai langkah cepat, pemerintah akan melakukan intervensi pada sejumlah ruas jalan eksisting milik pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten di wilayah Deli Serdang dan Karo.

Proyek ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memisahkan arus kendaraan. Berdasarkan Kabar Terbaru Jalan Tol Medan–Berastagi dan Jalan Alternatif Sudah Ditarget Gubernur Sumut [titlebase], jalur alternatif ini nantinya akan diprioritaskan bagi kendaraan wisata atau kendaraan dengan roda enam ke bawah. Sementara itu, jalur logistik dan kendaraan berat akan tetap diarahkan melalui rute utama Jalan Jamin Ginting guna menjaga kelancaran distribusi barang.

Rencana Teknis dan Detail Pengerjaan

Pekerjaan fisik intervensi jalan ini dijadwalkan akan mulai berjalan pada tahun 2027 dan ditargetkan rampung secara bertahap pada periode 2028 hingga 2029. Kepala Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi, dan Cipta Karya Sumut, Chandra Dalimunthe, telah memaparkan rencana teknis pemetaan ruas jalan yang akan dibenahi. Berikut adalah beberapa poin utama dalam rencana pembangunan tersebut:

Baca juga:
Dissenting Opinion Hakim Andi Saputra: Keberanian Eks Jurnalis di Balik Vonis Nadiem Makarim
  • Pelebaran Jalan Medan-Namorambe-Sembahe: Jalur ini akan diperlebar dari kondisi eksisting sekitar 4 meter menjadi 6 hingga 8 meter. Ruas sepanjang 18 kilometer ini juga direncanakan akan beralih status menjadi Jalan Provinsi.
  • Pembangunan Overpass dan Sudetan: Di wilayah Sembahe, akan dibangun jalan baru sepanjang 330 meter dan overpass sepanjang 82 meter yang melintasi jalan nasional menuju kawasan Tandu Benua untuk memotong tanjakan ekstrem.
  • Rute Baru Sibiru-biru: Perancangan rute baru sepanjang 3,8 kilometer dari arah Sibiru-biru menuju kawasan Pertamina/Simpang Ketaren.
  • Fasilitas Pendukung: Penyediaan rest area di kawasan Suka Nalu pada jalur sepanjang 14 kilometer menuju SMK Negeri Murni.

Secara keseluruhan, panjang jaringan jalan yang akan diintervensi dari Medan hingga kawasan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 28 kilometer. Melalui Kabar Terbaru Jalan Tol Medan–Berastagi dan Jalan Alternatif Sudah Ditarget Gubernur Sumut [titlebase], masyarakat dapat melihat komitmen pemerintah dalam menyediakan opsi perjalanan yang lebih efisien.

Penataan Kawasan Wisata dan Dampak Ekonomi

Tidak hanya fokus pada infrastruktur jalan, Bobby Nasution juga menekankan pentingnya intervensi masif pada kawasan wisata, terutama di Taman Hutan Raya (Tahura) Berastagi dan Tugu Perjuangan Berastagi. Fokus utama pemerintah bukan pada pembangunan fasilitas komersial besar seperti mal atau hotel, melainkan pada pembenahan infrastruktur dasar.

Baca juga:
Harga Diesel Primus Melejit ke Rp30.890 per Liter di SPBU Vivo: Dampak dan Reaksi Konsumen
Jenis Infrastruktur Tujuan Penataan
Penerangan Jalan Meningkatkan keamanan berkendara di malam hari
Drainase Mencegah genangan dan banjir di kawasan wisata
Jalur Pedestrian Meningkatkan kenyamanan pejalan kaki
Ruang Publik Menciptakan area interaksi sosial yang nyaman

Langkah ini diharapkan mampu menciptakan dampak ekonomi positif (positive spillover) bagi masyarakat lokal, serupa dengan proyek peremajaan kawasan Kota Lama Medan. Dengan adanya penataan ini, sektor pariwisata di wilayah Karo, Dairi, dan Pakpak Bharat diharapkan akan tumbuh pesat sesuai dengan dokumen RPJMD Pemprov Sumut.

Dengan memperhatikan Kabar Terbaru Jalan Tol Medan–Berastagi dan Jalan Alternatif Sudah Ditarget Gubernur Sumut [titlebase], proyek ini menjadi solusi konkret di tengah penantian panjang pembangunan jalan tol nasional. Melalui integrasi antara jalur alternatif wisata dan perbaikan infrastruktur dasar kawasan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara optimistis dapat menghadirkan wajah baru pariwisata pegunungan yang lebih maju, aman, dan mampu menyejahterakan warga sekitar.

Baca juga:
Polisi Temukan Pelaku Tabrak Lari yang Menewaskan Dua Warga Karanganyar, Rekaman CCTV Jadi Kunci Utama

Post Comment