Sekolapedia – 02 September 2026 | Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali melakukan penyegaran organisasi melalui mutasi besar-besaran yang melibatkan sejumlah perwira tinggi dan menengah. Salah satu nama yang paling mencuri perhatian publik dalam rotasi kali ini adalah Brigjen Pol. Hengki Haryadi. Memahami Profil dan rekam jejak Brigjen Hengki Haryadi, pernah tangkap Hercules kini Kapolda Papua Barat Daya menjadi penting bagi masyarakat untuk melihat bagaimana kompetensi perwira lulusan Akpol 1996 ini diuji dalam tanggung jawab yang lebih besar.
Melalui Surat Telegram Nomor ST/1877/VIII/KEP./2026 tertanggal 30 Agustus 2026, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi menunjuk Hengki Haryadi untuk memimpin Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat Daya. Penunjukan ini merupakan promosi jabatan yang signifikan bagi Hengki, yang sebelumnya mengemban amanah sebagai Wakapolda Riau sejak 14 Januari 2026. Ia akan menggantikan Brigjen Pol. Yulius Audie Sonny Latuheru yang kini beralih tugas ke Sespim Lemdiklat Polri. Adapun posisi Wakapolda Riau yang ditinggalkan Hengki akan segera diisi oleh Brigjen Pol. Simson Zet Ringu.
Rekam Jejak Penumpasan Premanisme di Jakarta
Nama Hengki Haryadi bukanlah nama baru dalam dunia reserse kriminal di Indonesia. Ia dikenal luas sebagai perwira lapangan yang tangguh dan memiliki keberanian tinggi dalam menghadapi kelompok-kelompok premanisme yang meresahkan masyarakat. Jika kita menilik lebih dalam mengenai Profil dan rekam jejak Brigjen Hengki Haryadi, pernah tangkap Hercules kini Kapolda Papua Barat Daya, prestasi paling ikonik adalah kemampuannya dalam melumpuhkan gembong preman Jakarta, Rosario de Marshall alias Hercules.
Hengki tercatat telah melakukan penangkapan terhadap Hercules sebanyak tiga kali dalam periode yang berbeda, menunjukkan konsistensi dan ketajaman insting investigasinya. Berikut adalah rincian catatan penangkapan tersebut:
- Maret 2013: Saat menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Hengki memimpin penangkapan Hercules beserta puluhan anak buahnya di kawasan Kembangan atas kasus pemerasan dan perlawanan terhadap petugas.
- Tahun 2017: Dalam kapasitasnya sebagai Kapolres Metro Jakarta Barat, ia kembali berhasil mengamankan Hercules terkait kasus pemerasan dan pendudukan lahan di wilayah Kalideres.
- Tahun 2018: Setahun setelah penangkapan kedua, jajaran di bawah kepemimpinannya kembali menangkap Hercules terkait kasus penguasaan lahan secara ilegal.
Keberhasilan berulang kali dalam menangkap target operasi kelas kakap ini memperkuat alasan mengapa Profil dan rekam jejak Brigjen Hengki Haryadi, pernah tangkap Hercules kini Kapolda Papua Barat Daya dianggap sangat relevan untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua Barat Daya.
Dinamika Mutasi Polri 2026
Mutasi ini merupakan bagian dari agenda besar Polri yang mencakup Pendidikan Pengembangan Pimpinan Tinggi (Dikbangti) 2026, pembinaan karier, serta penyegaran organisasi. Selain penunjukan Kapolda Papua Barat Daya, mutasi ini juga berdampak pada wilayah hukum Polda Metro Jaya, di mana tiga jabatan Kapolres mengalami pergantian:
| Jabatan | Pejabat Lama | Pejabat Baru |
|---|---|---|
| Kapolres Metro Jakarta Utara | Kombes Erick Frendriz | Kombes Adhie Hariadi |
| Kapolres Metro Tangerang Kota | Kombes Raden Muhammad Jauhari | Kombes Eko Bagus Riyadi |
| Kapolres Metro Bekasi | Kombes Sumarni | Kombes Andi Oddang Riuh Hutomo |
Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, menegaskan bahwa seluruh pergeseran jabatan ini telah melalui pertimbangan matang. Penempatan personel didasarkan pada kebutuhan organisasi, kompetensi, serta pengalaman masing-masing perwira dalam menghadapi tantangan tugas di lapangan. Dengan meninjau Profil dan rekam jejak Brigjen Hengki Haryadi, pernah tangkap Hercules kini Kapolda Papua Barat Daya, terlihat jelas bahwa penempatan beliau di wilayah baru diharapkan mampu membawa semangat penegakan hukum yang tegas dan terukur.
Secara keseluruhan, mutasi ini merupakan langkah strategis Polri untuk memastikan setiap wilayah kepolisian dipimpin oleh sosok yang memiliki pengalaman mumpuni. Kehadiran Hengki Haryadi di Papua Barat Daya diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi keamanan masyarakat setempat, mengingat jam terbangnya yang tinggi dalam menangani kasus-kasus kriminalitas kompleks.



Post Comment