Era Baru Ekspor SDA: Rosan Umumkan Manajemen DSI, Cipung Noer Komisaris Utama dan Luke Mahony Dirut

Era Baru Ekspor SDA: Rosan Umumkan Manajemen DSI, Cipung Noer Komisaris Utama dan Luke Mahony Dirut

Sekolapedia – 31 Agustus 2026 | Jakarta menjadi saksi dimulainya babak baru dalam tata kelola sumber daya alam strategis Indonesia. Dalam sebuah acara bertajuk Peluncuran Babak Baru Tata Kelola Ekspor SDA yang digelar di Jakarta, Rosan umumkan manajemen DSI, Cipung Noer komisaris utama dan Luke Mahony dirut untuk memperkuat transparansi dan pengawasan komoditas nasional. Langkah strategis ini menandai operasional aktif PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) yang dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2026.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa kehadiran DSI bukan untuk mengganggu hubungan komersial yang sudah ada antara eksportir dan pembeli. Sebaliknya, perusahaan ini hadir untuk melakukan evaluasi, monitoring, dan memastikan transparansi transaksi berjalan dengan baik. Rosan memastikan bahwa kontrak-kontrak jangka panjang yang sudah terjalin akan tetap dihormati, namun dengan pengawasan yang lebih ketat guna mencegah praktik ilegal.

Struktur Kepemimpinan dan Fokus Operasional

Dalam pengumuman tersebut, Rosan umumkan manajemen DSI, Cipung Noer komisaris utama dan Luke Mahony dirut sebagai pilar utama perusahaan. Luke Thomas Mahony, yang kini menjabat sebagai Direktur Utama, menyatakan bahwa fokus utama DSI adalah mencegah praktik manipulasi harga, termasuk fenomena under invoicing dan transfer pricing yang kerap merugikan negara.

Untuk mendukung kinerja Direksi, DSI telah menyusun jajaran manajemen yang solid, meliputi:

Baca juga:
Siapa Lolos ke Final? Simak Prediksi Prancis vs Spanyol Berdasarkan Statistik Piala Dunia 2026
  • Luke Mahony: Direktur Utama
  • Sinthya Roesly: Direktur Keuangan dan Treasury
  • Nur Hidayatuddin: Direktur Manajemen Risiko
  • Ivan Ferdiansyah Bailey: Direktur Hukum dan Kepatuhan

Selain itu, pengawasan perusahaan akan dilakukan oleh dewan komisaris yang terdiri dari tokoh-tokoh berpengalaman di berbagai sektor. Dengan penetapan di mana Rosan umumkan manajemen DSI, Cipung Noer komisaris utama dan Luke Mahony dirut, komposisi pengawas DSI kini diperkuat oleh nama-nama besar seperti Tony Wenas (Presiden Direktur Freeport Indonesia), Mari Elka Pangestu (Wakil Ketua DEN), dan Harold Tjiptadjaja (Mantan Managing Director Mandiri Sekuritas).

Komoditas Strategis dengan Nilai Fantastis

DSI akan memulai fase awal operasionalnya dengan memfokuskan pengawasan pada tiga komoditas strategis nasional yang memiliki nilai ekspor sangat tinggi. Berikut adalah rincian nilai ekspor ketiga komoditas tersebut:

Komoditas Estimasi Nilai Ekspor (USD)
Batu Bara 30,35 Miliar
Minyak Sawit Mentah (CPO) 22,67 Miliar
Ferroalloy 16,43 Miliar

Total nilai dari ketiga komoditas ini mencapai hampir 70 miliar dolar AS. Besarnya angka ini menjadi alasan utama mengapa penguatan tata kelola melalui DSI dianggap sangat krusial bagi stabilitas ekonomi nasional.

Baca juga:
Top 10 Most Dangerous Cities in the United States (2026): Crime Rates, Safety Rankings, and Key Facts

Profil M. Syaifurrahman Noer (Cipung Noer)

Penunjukan Cipung Noer sebagai Presiden Komisaris memberikan dimensi baru bagi pengawasan DSI. Beliau dikenal memiliki rekam jejak panjang di industri pertahanan dan kedirgantaraan. Pengalaman beliau mencakup peran sebagai Production Development Engineer di Spanyol, Presiden IPTN North America di Amerika Serikat, hingga menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Indonesia Defense Security and Technology (IDST). Latar belakang teknis dan manajerial di sektor strategis ini diharapkan mampu memperkuat integritas pengawasan di DSI.

Seiring dengan pengumuman di mana Rosan umumkan manajemen DSI, Cipung Noer komisaris utama dan Luke Mahony dirut, DSI kini memiliki identitas merek baru yang mencerminkan arah tujuan perusahaan dalam ekosistem Danantara. Implementasi kebijakan DSI akan dilakukan secara bertahap dan terukur, memastikan arus perdagangan tetap berjalan lancar tanpa mengganggu stabilitas pasar global.

Dengan struktur manajemen yang kuat dan fokus pada transparansi, PT Danantara Sumberdaya Indonesia diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam mengoptimalkan nilai tambah dari sumber daya alam Indonesia demi kemakmuran rakyat dan penguatan ekonomi nasional.

Baca juga:
Sinergi Budaya: Prabowo dan PM Modi Resmikan Restorasi Candi Prambanan Menuju 2029

Post Comment