Sekolapedia – 31 Agustus 2026 | Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali melakukan penyegaran organisasi melalui mutasi besar-besaran terhadap ratusan perwira tinggi dan menengah. Salah satu penunjukan yang paling mencuri perhatian publik adalah Sosok Brigjen Pol Hengki Haryadi yang diangkat jadi Kapolda Papua Barat Daya, lulusan Akpol 1996 [titlebase]. Keputusan ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Nomor ST/1877/VIII/KEP./2026 tertanggal 30 Agustus 2026.
Penunjukan ini menandai babak baru bagi Hengki Haryadi yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolda Riau. Ia akan menggantikan posisi Brigjen Pol. Yulius Audie Sonny Latuheru yang kini mendapatkan tugas baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri. Dengan rekam jejak yang panjang di bidang reserse kriminal, penugasan Hengki di wilayah Papua Barat Daya diharapkan dapat memperkuat stabilitas keamanan di kawasan tersebut.
Rekam Jejak Penumpas Premanisme di Jakarta
Nama Hengki Haryadi bukanlah nama baru dalam kancah penegakan hukum di Indonesia, terutama saat ia bertugas di wilayah metropolitan Jakarta. Sosok Brigjen Pol Hengki Haryadi yang diangkat jadi Kapolda Papua Barat Daya, lulusan Akpol 1996 [titlebase] ini dikenal luas sebagai perwira lapangan yang tangguh dan tidak gentar menghadapi kelompok kriminal bersenjata maupun premanisme kelas kakap.
Salah satu pencapaian paling fenomenal dalam kariernya adalah keberhasilannya menangkap gembong preman Rosario de Marshall alias Hercules sebanyak tiga kali dalam kurun waktu yang berbeda:
- Maret 2013: Saat menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, ia memimpin penangkapan Hercules dan puluhan anak buahnya terkait kasus pemerasan di kawasan Kembangan.
- Tahun 2017: Saat menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Barat, ia kembali meringkus Hercules terkait kasus pemerasan dan pendudukan lahan ilegal di Kalideres.
- Tahun 2018: Jajaran Polres Metro Jakarta Barat di bawah kepemimpinannya kembali menindak Hercules atas kasus penguasaan lahan secara ilegal.
Pengalaman menghadapi dinamika keamanan yang kompleks di Jakarta ini menjadi modal berharga bagi Sosok Brigjen Pol Hengki Haryadi yang diangkat jadi Kapolda Papua Barat Daya, lulusan Akpol 1996 [titlebase] dalam menjalankan tugas di wilayah baru yang memiliki tantangan geografis dan sosial yang unik.
Perjalanan Karier dan Spesialisasi Reserse
Sebelum dipercaya memimpin Polda Papua Barat Daya, Hengki telah melewati berbagai posisi strategis di lingkungan Polri. Pengalamannya mencakup berbagai jabatan kunci yang membentuk kompetensinya sebagai penyidik handal. Berikut adalah beberapa posisi penting yang pernah dijabat oleh Hengki Haryadi:
| Jabatan | Instansi/Wilayah |
|---|---|
| Kasat Reskrim | Polres Metro Jakarta Barat |
| Kapolres | Polres Metro Jakarta Barat |
| Kapolres | Polres Metro Jakarta Pusat |
| Kapolres | Polres Pelabuhan Tanjung Priok |
| Dirreskrimum | Polda Metro Jaya |
| Wakapolda | Polda Riau |
Karier gemilangnya di bidang reserse dan penyidikan menjadikannya salah satu perwira yang sangat diperhitungkan. Selain itu, keterlibatannya dalam berbagai kasus besar seringkali menjadi sorotan media, termasuk wawancara ikoniknya dengan jurnalis senior terkait penegakan hukum terhadap kelompok premanisme.
Rotasi Besar di Tubuh Polri
Mutasi ini merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri untuk pembinaan karier dan penyesuaian kebutuhan tugas. Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, menjelaskan bahwa rotasi ini didasarkan pada kompetensi dan tantangan tugas yang dihadapi setiap personel. Selain promosi Hengki, mutasi ini juga melibatkan pergeseran jabatan penting lainnya, seperti:
- Brigjen Pol Simson Zet Ringu: Mantan Wakapolda Gorontalo yang kini ditunjuk sebagai Wakapolda Riau menggantikan Hengki.
- Irjen Pol Yudo Hermanto: Mantan Karo Paminal Divpropam Polri yang kini menjabat sebagai Kapolda Sulawesi Utara.
- Brigjen Pol Slamet Hariyadi: Ditunjuk mengisi posisi Wakapolda Maluku Utara.
Dengan adanya perombakan ini, Polri berharap dapat meningkatkan efektivitas pelayanan dan penegakan hukum di seluruh wilayah Indonesia. Penunjukan Sosok Brigjen Pol Hengki Haryadi yang diangkat jadi Kapolda Papua Barat Daya, lulusan Akpol 1996 [titlebase] diharapkan mampu membawa semangat baru dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Papua Barat Daya.
Secara keseluruhan, mutasi ini menunjukkan komitmen Kapolri dalam menempatkan personel yang tepat pada posisi yang tepat (right man on the right place). Dengan pengalaman lapangan yang sangat kuat, terutama dalam menangani kasus-kasus kriminalitas berat, Hengki Haryadi diharapkan mampu menjawab tantangan keamanan di wilayah timur Indonesia dengan pendekatan yang tegas namun tetap profesional.



Post Comment