Sekolapedia – 26 Agustus 2026 | Dunia olahraga kembali dikejutkan dengan kabar yang bercampur antara duka dan ambisi besar dari sosok gerard pique. Mantan bek legendaris Barcelona ini tengah berada di tengah transisi kehidupan yang signifikan, di mana ia harus menghadapi kehilangan anggota keluarga tercinta di tengah langkah ekspansi bisnisnya yang semakin agresif di luar lapangan hijau.
Kabar duka datang dari keluarga besar sang mantan pemain Blaugrana. Lina Rovira Montsant, nenek dari Gerard Pique, dilaporkan meninggal dunia pada usia 102 tahun. Kepergian Lina, yang merupakan ibu dari ayah Pique, meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga. Prosesi pemakaman direncanakan akan berlangsung di Gereja Sagrat Cor yang berlokasi di Sant Just, dengan upacara jenazah yang dijadwalkan pada Rabu, 26 Agustus pukul 12.00 siang. Kehilangan sosok yang telah hidup lebih dari satu abad ini menjadi momen refleksi bagi keluarga di tengah kesibukan mereka.
Namun, di balik suasana duka tersebut, semangat kewirausahaan gerard pique tidak menunjukkan tanda-tanda melambat. Pria berusia 39 tahun ini terus membuktikan bahwa pensiun dari sepak bola profesional pada tahun 2022 hanyalah awal dari babak baru yang lebih luas. Pique secara resmi memperluas portofolio investasinya dengan merambah dunia catur profesional melalui klub Fyers American Gambits yang berkompetisi di Global Chess League (GCL).
Keputusan Pique untuk terjun ke dunia catur bukanlah tanpa alasan. Ia menyatakan ketertarikannya yang mendalam terhadap kedalaman strategis dan kekuatan mental yang dibutuhkan dalam olahraga tersebut. Langkah ini melengkapi lini bisnis yang telah ia bangun sebelumnya, termasuk kepemilikan klub FC Andorra dan perusahaan Kosmos yang bergerak di sektor media, olahraga, dan hiburan. Investasi ini juga memberikan dampak langsung pada ekosistem catur dunia, seperti yang terlihat pada persiapan tim Fyers American Gambits menjelang kompetisi di Bengaluru.
Keberhasilan transisi Pique ke dunia bisnis ini sejalan dengan tren para bintang sepak bola dunia lainnya yang mampu mengubah kekayaan dari lapangan hijau menjadi imperium bisnis yang sukses. Berikut adalah beberapa perbandingan model bisnis atlet pasca-pensiun:
| Nama Atlet | Fokus Bisnis Utama | Status/Model |
|---|---|---|
| David Beckham | Manajemen Brand & Investasi Olahraga | Pemilik Inter Miami & Beckham Brand Holdings |
| Gerard Pique | Media, Hiburan, & Investasi Catur | Pendiri Kosmos & Investor Fyers American Gambits |
| Mathieu Flamini | Kewirausahaan & Investasi | Eks pemain yang sukses di dunia bisnis |
Menariknya, keterlibatan Pique dalam klub catur Fyers American Gambits juga memberikan sorotan pada para pemainnya. Salah satu grandmaster muda, Bibisara Assaubayeva, kini tengah bersiap menghadapi tantangan besar di Global Chess League di Bengaluru sebelum melaju ke Chess Olympiad di Samarkand. Kehadiran investor seperti Pique diharapkan dapat memberikan stabilitas dan daya tarik baru bagi olahraga catur agar lebih dekat dengan penggemar olahraga arus utama.
Meskipun dunia sepak bola juga sedang diwarnai dinamika transfer yang kompleks—seperti ketegangan antara Barcelona dan Atlético de Madrid terkait perburuan Julián Álvarez—fokus Pique tetap tertuju pada diversifikasi asetnya. Ia telah membuktikan bahwa kemampuan membaca permainan di lapangan dapat ditransformasikan menjadi kemampuan membaca peluang di ruang rapat direksi.
Secara keseluruhan, kehidupan Gerard Pique saat ini mencerminkan dualitas antara sisi manusiawi yang menghadapi kehilangan dan sisi profesional yang terus mengejar kejayaan baru. Dari lapangan sepak bola menuju papan catur, ia terus mendefinisikan ulang arti kesuksesan seorang atlet profesional di era modern.



Post Comment