Sekolapedia – 25 Agustus 2026 | AC Milan berhasil mengawali kampanye Serie A musim 2026/27 dengan catatan yang sangat positif. Dalam laga perdana mereka, AC Milan kalahkan Torino, Adrien Rabiot cocok dengan permainan Ruben Amorim melalui performa impresifnya yang datang dari bangku cadangan di Stadion Olimpico Grande Torino, Senin (24/8/2026) dini hari WIB).
Pertandingan yang berlangsung sengit ini memperlihatkan dinamika baru di bawah kepemimpinan pelatih asal Portugal, Ruben Amorim. Meskipun Rossoneri mendominasi penguasaan bola, mereka tampak kesulitan menembus pertahanan rapat Torino pada babak pertama. Skuad asuhan Amorim terlihat bermain terlalu berhati-hati dan kurang agresif saat memasuki sepertiga akhir lapangan, sebuah mentalitas yang sempat dikritik oleh sang pelatih.
Transformasi Mentalitas di Ruang Ganti
Ruben Amorim tidak tinggal diam melihat anak asuhnya hanya fokus pada kontrol permainan dan menghindari kesalahan transisi. Dalam jeda babak pertama, Amorim melakukan ‘terapi’ mental di ruang ganti untuk menyentil para pemainnya agar lebih berani mengambil inisiatif menyerang. Ia menekankan bahwa bermain aman bukanlah kunci untuk meraih kemenangan.
Perubahan taktik dan mentalitas ini membuahkan hasil instan ketika memasuki paruh kedua. Strategi rotasi yang diterapkan Amorim terbukti jitu, terutama dengan memasukkan pemain berpengalaman untuk mengubah ritme. Terbukti, AC Milan kalahkan Torino, Adrien Rabiot cocok dengan permainan Ruben Amorim karena kehadirannya mampu memberikan dimensi baru dalam distribusi bola yang lebih progresif bersama Luka Modric.
Magis Adrien Rabiot dan Ketajaman Alphadjo Cisse
Kebuntuan yang terjadi selama lebih dari satu jam pertandingan akhirnya pecah pada menit ke-64. Adrien Rabiot, yang masuk pada menit ke-55, menunjukkan kelasnya dengan memberikan umpan assist yang sangat akurat kepada pemain muda berbakat, Alphadjo Cisse. Cisse yang berusia 19 tahun tersebut berhasil menyelesaikan peluang dengan penyelesaian akurat ke sudut kanan atas gawang Torino.
Hanya berselang tiga menit, kegembiraan Rossoneri semakin memuncak. Rabiot mencatatkan namanya di papan skor setelah mencetak gol kedua yang memperlebar jarak menjadi 2-0. Kontribusi satu gol dan satu assist dari sang gelanda eks Juventus ini menjadi bukti nyata bahwa AC Milan kalahkan Torino, Adrien Rabiot cocok dengan permainan Ruben Amorim dalam skema permainan agresif yang diinginkan sang pelatih.
Meski sempat kecolongan gol akrobatik dari Che Adams pada masa injury time (90+3), skor akhir tetap bertahan 2-1 untuk keunggulan tim tamu. Kemenangan ini menjadi sinyal kuat bahwa transisi kepemimpinan ke era Amorim berjalan di jalur yang benar.
Rapor Performa Pemain AC Milan
Berdasarkan jalannya pertandingan, berikut adalah ringkasan performa beberapa pemain kunci AC Milan:
| Pemain | Kontribusi Utama | Catatan |
|---|---|---|
| Adrien Rabiot | 1 Gol, 1 Assist | Pemain kunci yang mengubah ritme laga |
| Alphadjo Cisse | 1 Gol | Pemain muda yang tampil tajam |
| Samuel Chukwueze | Aktif | Sangat dinamis di lini serang |
| Matteo Gila | Pertahanan | Bek paling meyakinkan dalam distribusi bola |
| Mike Maignan | Penjaga Gawang | Tampil solid meski kebobolan di akhir laga |
Secara keseluruhan, kemenangan ini bukan sekadar soal tiga poin perdana, melainkan pembuktian bahwa visi bermain proaktif yang dibawa Amorim dapat diterapkan dengan sukses. Dengan integrasi pemain seperti Rabiot, terlihat jelas bahwa AC Milan kalahkan Torino, Adrien Rabiot cocok dengan permainan Ruben Amorim yang menekankan agresivitas dan tempo tinggi. Jika konsistensi ini terjaga, Rossoneri diprediksi akan menjadi penantang serius di musim ini.



Post Comment